Joint venture yang dipimpin oleh Roc Oil Ltd., Sydney, telah memperoleh persetujuan dari CNOOC China untuk seluruh rencana pengembangan untuk tiga lahan minyak offshore di Teluk Beibu.

Penulis : Rick Wilkinson

Joint venture yang dipimpin oleh Roc Oil Ltd., Sydney, telah memperoleh persetujuan dari CNOOC China untuk seluruh rencana pengembangan untuk tiga lahan minyak offshore di Teluk Beibu.

CNOOC telah menandatangani development agreement untuk lahan minyak 6.12, 6.12 South, dan 12.8 West yang di attach ke wilayah kontrak petroleum Block 22/12, hingga menetapkan participating interest 51% perusahaan nasional dan merencanakan mengenai fasilitas integration plus sharing service dan personil.

Pengembangan Roc di Teluk Beibu meliputi penggunaan fasilitas processing, pipeline, storage, dan sales yang tersedia yang dioperasikan CNOOC di lahan minyak 12.1 untuk host production dari tiga lahan. Perkiraan total jarak cadangan recoverable dari 15-72 juta bbl.

Commercial terms mencakup tariff charges untuk penggunaan dari fasilitas pipeline dan terminal CNOOC dan juga sebagai rencana cost-sharing lainnya.

CNOOC akan menerima operatorship dari fasilitas project baru atas nama JV Roc dan bertanggungjawab selama engineering dan construction. Ini diharapkan akan menerima keuntungan dari synergy yang ada dan merendahkan struktur biaya.

Sebanyak empat sumur eksplorasi baru akan dibor dari platform 6.12 South dan 12.8 West selama pengerjaan pengembangan.

Keputusan investasi akhir di project Teluk Beibu dijadwalkan selama Oktober atau November. Lahan kemudian akan mengalir selama pertengahan kedua tahun 2012.

Partisipan di project keseluruhan adalah CNOOC dengan 51%, Roc memegang 19.6%, dan anggota perusahaan Australia, Petsec Energy Ltd., Sydney, 12.25%; Horizon Oil Ltd., Sydney, 14.7%; dan Oil Australia, Perth, 2.45%.

Sumber: www.ogj.com