Secara harfiah: ‘Earn(ed) Value’ – ‘Nilai yang didapat/dihasilkan’. Artinya dalam manajemen proyek: earned value adalah nilai (value of money) yang dihasilkan / didapat dari suatu pekerjaan. Hal ini berhubungan erat dengan nilai kemajuan proyek (progress) berdasarkan pembobotan (weighting) dari nilai pekerjaan yang disepakati dalam suatu proyek. Nilai kemajuan ini adalah yang didapat dari pekerja (kontraktor) ke pemberi kerja (Owner). Kemudian selanjutnya Earned Value (EV) ini menjadi sebuah teknik dalam mengukur kinerja suatu proyek. Informasi yang ditampilkan berupa indikator-indikator kuantitatif dengan menampilkan informasi progress, biaya aktual dan jadwal proyek. Indikator ini menginformasikan posisi proyek dalam jangka waktu tertentu serta dapat memperkirakan proyeksi kemajuan proyek kedepan.

Tanya – Ucen Alkaff

salam..

rekan migas,numpang tanya pengertian earn value nie secara gamblang apa ya??
dan manfaatnya apa makasih sebelumnya.

Tanggapan 1 – Alex Iskandar

Pak Uncen,

Sebenarnya anda kalau punya akses internet, coba hit ‘earn value’ pd mesin pencari seperti google atau yahoo. Pasti akan banyak informasi tentang yang ditanyakan.

Tapi demi sekedar sharing dan niat belajar bersama agar tidak lupa, karena ingat pepatah: ‘Ikatlah Ilmu dengan menulisnya.. ‘

Saya mencoba jawab:

Secara harfiah: ‘Earn(ed) Value’ – ‘Nilai yang didapat/dihasilkan’. Artinya dalam manajemen proyek: earned value adalah nilai (value of money) yang dihasilkan / didapat dari suatu pekerjaan.

Hal ini berhubungan erat dengan nilai kemajuan proyek (progress) berdasarkan pembobotan (weighting) dari nilai pekerjaan yang disepakati dalam suatu proyek. Nilai kemajuan ini adalah yang didapat dari pekerja (kontraktor) ke pemberi kerja (Owner).

Kemudian selanjutnya Earned Value (EV) ini menjadi sebuah teknik dalam mengukur kinerja suatu proyek. Informasi yang ditampilkan berupa indikator-indikator kuantitatif dengan menampilkan informasi progress, biaya aktual dan jadwal proyek. Indikator ini menginformasikan posisi proyek dalam jangka waktu tertentu serta dapat memperkirakan proyeksi kemajuan proyek kedepan.

Ada tiga indikator yang digunakan:

1. BCWS = Budgeted cost of work schedule

Rencana anggaran biaya sampai pada periode tertentu terhadap volume pekerjaan yang AKAN dikerjakan.

2. BCWP = Budgeted cost of work performed

Anggaran biaya pada periode tertentu terhadap apa yang telah dikerjakan pada volume yang TELAH dikerjakan.

3. ACWP atau AC = Actual Cost – Work Performed.

Aktual biaya yang dikeluarkan.

Earned Value adalah Total BCWP

Dari tiga indikator tersebut bisa dihitung:

Schedule variance (SV) dg rumus:

BCWP-BCWS , > 0 schedule lebih cepat.

Schedule Performance Index (SPI) dg rumus

BCWP/BCWS. > 1 schedule lebih cepat (percepatan)

Cost Variance (CV) = BCWP-ACWP, > 0 cost underrun

CPI = BCWP / AC, >1 artimya cost under run / biaya aktual lebih kecil
dari rencana.

– sebenarnya saya juga punya pertanyaan/tanggapan buat rekan2 milis –

Apabila Earned Value ini diterapkan didalam proyek, apakah suatu kewajaran apabila owner meminta CV dan CPI dalam proyek lump sum?

Bagi saya, hal ini penting untuk mengetahui kesehatan suatu proyek.

Ada wacana di tempat kami dengan menuliskan dikontrak bahwa EPC kontraktor wajib melaporkan kepada owner tentang CV/CPI secara faktual. Sehingga dari sisi owner tahu tentang kondisi kesehatan proyek tersebut. Namun karena menyangkut aktual cost yang nota bene adalah ‘rahasia’ epc contractor, hal ini masih menjadi tanda tanya buat saya.

Tanggapan selengkapnya dari pembahasan ini dapat dilihat dalam file berikut: