PriceWaterHouseCoopers mengadakan survey sewaktu berlangsungnya IPA Convention di Jakarta may 2010. Berikut kutipan hasil survey khusus yang berkaitan dengan kualitas SDM Bangsa Indonesia di bidang migas dilihat dari perspektif investor.

Pembahasan – Administrator Migas

Migas Indonesia,

PriceWaterHouseCoopers mengadakan survey sewaktu berlangsungnya IPA Convention di Jakarta may 2010. Saya mengutip hasil survey khusus yang berkaitan dengan kualitas SDM Bangsa Indonesia di bidang migas dilihat dari perspektif investor.

Questionaire from PWC 2010, addressed to senior members of the IPA

1. Difficulties in hiring and retaining employees?.

Yes = 58%, No = 36%, Don’t Know = 6%.

2. Does the Indonesia oil and gas industry have a sufficient number of skilled staff to perform these activities ?

Yes = 21%, No = 67%, Don’t Know = 12%.

Sungguh memprihatinkan hasilnya. Instropeksi diri haruslah kita lakukan, sambil terus meningkatkan kompetensi yang kita miliki. Tetapi jangan sampai hasil survey tersebut dijadikan justifikasi untuk membuka pintu lebar-lebar terhadap masuknya Tenaga kerja Asing ke industi migas Indonesia.

Ada tanggapan dari rekan Migas Indonesia ?

Tanggapan 1 – Rosmana Eko Saputra

boleh tahu pak, senior member yang ditanya ini kebanyakan adalah WNI atau WNA?

mungkin bisa ada breakdownnya, berapa WNI yang menjawab demikian… karena kl WNI-nya sendiri tidak mengakui kemampuan bangsa sendiri ya sudah pasti akan terbuka pintu masuk yang lebar. Tapi kl WNA, ya mungkin kita akan maklum…..

Intropeksi sih pastinya wajib, dengan mengukur diri sendiri kita bisa memeperkuat kemampuan dan keahlian sendiri… tapi kl kita selalu merasa di atas, pastinya gak akan berusaha untuk lebih baik lagi….

Tanggapan 2 – Adryan Wisnhu Broto Suseno

Pak Budhi dan Rekan,

sepertinya kegiatan KMI Goes to Campus sudah menjadi langkah postif mempersiapkan kampus sebagai sarana pelatihan calon tenaga ahli bidang migas. untuk tipe dan jenis kegiatan bisa bekerja sama dengan jurusan terkait seperti Petrogas Day di UI, dan kegiatan lainnya

kalau dari pihak kampus dan akademi bisa mendapatkan akses ke perusahan-perusahaan migas mungkin akan sangat membantu dan memotivasi rekan-rekan mahasiswa untuk lebih serius kuliah dan menjadi ahli di bidang-bidang yang akan dibutuhkan oleh sektor MIGAS

diskusi-diskusi yang ada di milis migas dan milis-milis profesional lainnya juga bagus kok.

mungkin bisa lebih tajam kalau secara wilayah lebih dipersempit lagi. misalnya ada KMI Jaksel, KMI Bandung, dan yang lain. dengan catatan ada kegiatan intensif yang memang meningkatkan keahlian calon tenaga kerja sekaligus tenaga kerja di bidang Migas-nya

memangnya tenaga asing mana yang mau masuk? rekan-rekan kita dari Asia Selatan? atau memang negara negara barat sedang seret pekerjaan?

terlepas dari itu, kalau seperti harapan Pak Budhi dan rekan semua terwujud[naiknya kompetensi]pasti Orang Indonesia bahakan mungkin bahasa Indonesia menjadi penting di Dunia Migas.

Tanggapan dari rekan-rekan Mailing Migas Indonesia mengenai pembahasan ini dapat dilihat dalam file berikut: