Untuk menentukan Corrosion allowance (CA), kita harus mengetahui corrosion rate (CR) nya. Untuk mengetahui CR, kita harus mengetahui komposisi dari fluida nya, ini bisa didapat dari menganalisa fluida dan water analysis nya (dari water sampling). Umumnya, penyebab korosi pada pipa adalah adanya CO2 (general corrosion), H2S (pitting, cracking), organic acids (increasing CR), Oxygen corrosion dan lain2. Nah ini yg harus kita ketahui dari fluid services pipa kita. Selain itu juga butuh informasi mengenai kondisi operasi nya, sperti temperature dan pressure.

Tanya – Ahmed Sakti

Dear Rekan Milis Migas,

Ada yang tahu mengenai kalkulasi menentukan corrosion allowance(CA) dan corrosion rate(mm/year) dari suatu pipa fire dengan schedule 40,..
Kemudian kalau ada yang mempunyai best practise(reccomendation practice) atau pengalaman melakukan design piping.
Mohon dishare. Terima kasih dan Salam,

Tanggapan 1 – Ari Kurniawan

Dear pak Ahmed,

Biasanya corrosion allowance 3mm. tinggal dibagi ja untuk lifetime berapa. ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. yaitu pitting nilai corrosion rate sekitar 5 kali general corrosion. untuk pipa yang dilakukan sistem CP (pipa bawah tanah/ddalam air) laju korosi menurut ISO 15589-1 akan menjadi 0.01 mm/th.

Jika bapak bisa menshare jenis material, fluida yang mengalir, temperatur, dan tekanan. sudah ada database tentang laju korosi. barangkali sy bisa dapat.
untuk design piping. mungkin senior piping bisa menshare. di KMI banyak sekali pendekar piping.

Tanggapan 2 – nico roberto

dear Pak Ari..

sy tertarik dgn apa yg bapak terangka kpk Bpk Ahmed..

sy ingin bertanya bagaimana kalau fluida pengkorosinya adlh lumpur Lapindo yg disuspensi dengan surfaktan?

krn sy sdg mnyusun skripsi ttg CR dan CP dgn fluida pengkorosinya adlh lumpur Lapindo yg disuspensi dengan surfaktan..parameter yg sy kaji adlh laju alir, suhu, dan proteksinya..

berkaitan dgn CP, metode yg sy gunakan adlh SACP..tp disini sy bingung mengenai sacrificial anode-nya..menurut bapak anode yg cocok dgn media tsb apa??
mohon info dan sharingnya!

Tanggapan 3 Ahmed Sakti

Pak Ari,

Terima kasih sebelumnya atas respon yang telah disampaikan.

Materialnya Carbon steel

FLuida yang mengalir: air

Temperatur: 34 deg C

Tekanan: 5 bar.

Mungkin menurut saya CA juga berpengaruh terhadap daerah yang mendukung terjadinya korosi material, dalam kasus ini di mining(batubara)
Saya masih belum tahu persis nilai persisnya untuk mendapatkan nilai CA yang berkaitan dengan lokasi pipa fire water. Mungkin bisa diambilkan dari nilai CA di lokasi mining selain ditempat saya.

Tanggapan 4 – Isya Muhajirin

Pak Ahmed,

Apa yg dimaksud fire water pipe? Saya kira harus dilihat dulu jenis threat-nya sebelum menentukan corrosion allowance ataupun corrosion rate-nya. FW mendapatkan air dari mana? Bagaimana komposisi airnya? Apakah lalu diberi chemical treat utk mencegah general corrosion dan (mungkin) MIC serta jenis korosi lainnya? Dll…dlll….
Namun secara umum, NORSOK M-001 merekomendasikan 3mm CA utk CS piping. Silahkan browsing utk mencari standard tsb karena tersedia gratis di internet.

Utk masalah piping design, saya kira bapak sudah lebih tahu sehingga dipilih pipa sch.40 yg ketebalannya disesuaikan dgn minimum thickness + CA. Saya sendiri bukan piping designer jadi tdk tahu banyak.

Tanggapan 5 – viko yuza diputra

Pak Ahmed,

Sperti pak Isya, saya juga belum terlalu jelas mngenai Pipa fire ini.

Utk menentukan Corrosion allowance (CA), kita harus mengetahui corrosion rate (CR) nya.

Utk mengetahui CR, kita harus mengetahui komposisi dari fluida nya, ini bisa didapat dari menganalisa fluida dan water analysis nya (dari water sampling).

Umumnya, penyebab korosi pada pipa adalah adanya CO2 (general corrosion), H2S (pitting, cracking), organic acids (increasing CR), Oxygen corrosion dan lain2. Nah ini yg harus kita ketahui dari fluid services pipa kita.

Selain itu juga butuh informasi mengenai kondisi operasi nya, sperti temperature dan pressure.

Dari beberapa data diatas, kita bisa mensimulasi CR dgn bbrpa software yg available sperti Norsok M-501 (gratis download, bisa dicari di Google), ECE (free trial software dari Intetech.Ltd) atau dgn menggunakan formula nya deWaard-Milliams yg bisa kita dapat dari paper nya.

ini link utk ECE, bisa dipakai skitar 15 hari atau 10 kali run klo gak salah:
http://www.intetech.com/index.php?option=com_content&task=view&id=44&Itemid=141

smoga bisa membantu, Pak Ahmed.

mohon dikoreksi klo ada yg salah.

Tanggapan 6 – Ahmed Sakti

Pak Viko

Terima Kasih atas respon yang telah diberikan.

Saya sudah berikan informasi yang dibutuhkan kepada Pak Isya mengenai parameter yang berhubungan nilai CA.

Untuk mempercepat ketemuan nilai CA ini, mungkin kita bisa cari dari Best Practise atau Best Reccomendation Practice dari RBI.

Tanggapan 7 – Ahmed Sakti

Pak Isya,

Ya memang betul fire pipe water, tapi masalahnya mungkin CA ini ada parameter yang dipengaruhi oleh beberapa kondisi selain dari yang telah disebutkan dibawah.

Para Rekan Milis Migas,

Untuk menemukan nilai CA yang agak tepat saya mencoba melakukan pendekatan dengan mencari CA pipa di daerah mining, Mungkin dishare infonya…
Terima kasih Pak Isya untuk informasinya standardnya, dan Salam,