Ketika kita menggunakan domain perusahaan, maka kita diperhitungkan bertindak atas nama perusahaan. Apalagi menyangkut persoalan pribadi. Ini menyangkut business ethics dll. Ketika kita menggunakan domain non-company, maka kita bertindak atas nama pribadi. Dimana hak2 penyalahgunaannya sudah dilepas kepada kita, ketika kita menerima EULA. Jadi untuk lebih amannya, menggunakan email non-kantor.

Tanya – tamrin sattung

Dear Milisters,

Seorang kawan bertanya pada saya untuk memgirim lamaran kerja apa sebaiknya melalui imel kantor atau imel non-kantor (mis yahoo, gmail, etc). Berhubung saya kurang paham, saya coba minta bantuan di milist ini untuk sumbang saran.

Tanggapan 1 – cak.topan

Pak Tamrin;

Ketika kita menggunakan domain perusahaan, maka kita diperhitungkan bertindak atas nama perusahaan.

Apalagi menyangkut persoalan pribadi.

Seperti yang rekan2 sudah katakan, ini menyangkut business ethics de el el.
Ketika kita menggunakan domain non-company, maka kita bertindak atas nama pribadi.
Dimana hak2 penyalahgunaannya sudah dilepas kepada kita, ketika kita menerima EULA.

Jadi untuk lebih amannya, pake email non-kantor, pak. ๐Ÿ˜€

Tanggapan 2 – Arif Budiman

Pak Tamrin,

Alangkah baiknya kita menggunakan email non kantor untuk mengirimkan aplikasi lamaran,

Ndak etis rasanya

Mohon maaf bila kurang berkenan

Tanggapan 3 – firman nugroho

Menurut saya lebih baik pakai E-mail non-kantor, tapi klo memang ternyata tidak diberi akses internet dgn berbagai alasan dan berada di remote area, rasanya sulit klo pakai E-mail non-kantor. Rasanya HR harus cukup maklum dan berpikir positif.
Mohon maaf juga klo sebelumnya kurang berkenan.

Tanggapan 4 – supriyanto sikumbang

Dear Pak Tamrin Sattung,

Kalo menurut pendapat saya sih lebih baik pake email non-kantor aja Pak. alasannya biar lebih secure & safe soalnya bisa aja orang IT ditempat Bpk bekerja sekarang ini men-setting servernya bisa ngedetect email surat lamaran kerja yg keluar-masuk server termasuk email Anda sendiri terus melaporkan email surat lamaran Bpk ke HRD atau atasan Bpk. contohnya di tempat saya nyangkul sekarang orang IT nya iseng nyecan semua email karyawan baik isinya maupun lokasi dimana dan siapa yg buka emailnya terus ngadu domba karyawan dengan cara menuduh karyawan yang satu ngebobol email karyawan yang lainnya. nantinya kan Bpk bisa kena tuduhan yang macam2 misalnya gak loyal, menyalahgunakan fasilitas kantor, dllnya.

Udah deh Pak pada intinya kita cari cara yang aman2 aja. CMIIW ya Pak , ini kan pendapat saya pribadi. kalo salah ya saya mohon maaf.

Tanggapan 5 รขโ‚ฌโ€œ solehsudarmaji

Dear rekans.

Email pribadi saya @indosa*.com pernah dikira bekerja di institusi tersebut. Terpaksa tidak saya tanggapi pertanyaannya.

Tanggapan 6 – Eko Drajat, Nugroho

Prinsip nya sih sama saja pak. dan tdk ada berpengaruh nya apa2 terhadap diterima atau tidak nya lamaran tsb.

tapi kalau saya sih lebih seneng mengirim via email non corporate.

Tanggapan 7 รขโ‚ฌโ€œ andiTho

Sebaiknya tidak menggunakan email kantor…

Email kantor tentunya terikat dengan company policies, saya copas dari kantor saya :

The use of company electronic messaging, and internet, networking and computing resources for the following purposes is strictly prohibited:

– Personal profit;

– Personal business;

– Personal political purposes;

– Antisocial or unethical behavior;

– Activities that violate international, country, federal, state or local laws orregulations;

– Chain letters;

– Recreational games;

– Internet radio;

– Unauthorized disclosure of company business critical information;

– Unauthorized access, or attempted access or entry, to any other network or computer

Tanggapan 8 – ruly.abdillah

Bagus sih email non kantor pak, lebih ke indivual kita dan jaga rasa yg punya email kantor juga

Tanggapan 9 – Dirman Artib

Di tempat saya nyata-nyata ada policy larangan menggunakan email kantor untuk yg tak berhubungan dgn urusan pekerjaan yang menjadi tanggung jawab kita. Makanya diberi akses internet agar hal di luar urusan binis perusahaan digunakan email pribadi. Misalnya kayak saya mengetik di gmail saat ini, sssss.t………..masih nyolong waktu nih, karena masih jam kerja ๐Ÿ™‚ :).
Abis pegel juga nulis email dalam English

Tanggapan 10 – Mulyadi Zainuri

Menurut saya policy larangan penggunaan email kantor u/ kepentingan pribadi dari tiap-tiap perusahaan itu pasti ada, bahkan lebih sadisnya lagi email kantor tempat saya bekerja malah memberikan internal access dilingkungan perusahaan saja, baik itu mengirim maupun menerima.

Tanggapan 11 – Alex Iskandar

Kalau boleh mengomentari.

Menurut yang saya pahami, selain dari ‘bussiness ethics’ dan compliance terhadapa regulation.. Penggunaan email perusahaan menyangkut masalah entity company yang dibawa. Begitupun dengan penggunaan email kantor untuk kepentingan seperti di milis ini. Sepertinya lebih mewakili individu sebagai seorang profesional di dunia migas.
Bukankah simbol @ yang berarti ‘at’ atau secara harfiahnya ‘berada’ atau didalam entitas bisnis yang dibawa..

Biasanya company pun memberikan kebijakan utk penggunaan fasilitas kantor untuk kepentingan pribadi dalam kualitas dan kuantitas sepantasnya.

Kembali ke subject, kesimpulannya, seharusnya dipunya kesadaran diri secara profesioanal dan punya ‘integrity’ bahwa untuk mengirim CV utk kepentingan melamar pekerjaan ‘sepatutnya’ menggunakan email pribadi..

Tanggapan 12 – johan noviansyah

Saya setuju ma pendapat rekan2 soal penggunaan email pribadi untuk urusan pribadi.

Urun rembug aja nih, sekarang gimana kalo kantornya ga punya email perusahaan karena alasan penghematan, repot ga pny orang IT yg ngurusi hal2 berbau IT, email dll. Malah menyuruh karyawannya menggunaakan email pribadi atau free account email (gmail atau ymail) untuk bekerja.
telpon interlokal/international ke teman di kantor pusat/ site office biar murah pake fasilitas skype voice (..he..he..he..pernah ngalami hal ini tapi cuma sesaat aja) apakah masih harus mempertimbangkan bussiness ethics?

Tanggapan 13 – cak.topan

Tidak, pak.

Ketika kita menerima EULA (End User License Agreement), maka domain gratisan tersebut telah melepas hak gunanya pada user.
Terserah kita mau pake untuk kantor, pribadi, ato malah tipu2. Penyelenggara domain gratisan itu tidak bisa dituntut karena perilaku usernya yang menyimpang. CMIIW

Malah saya berpikir itu adalah suatu keuntungan terselubung (blessing in disguise).
jika ada penyimpangan penggunaan (misalnya karyawan mengatasnamakan perusahaan, untuk mendapatkan keuntungan pribadi secara ilegal tentunya).
kemudian di belakang hari ada tuntutan dari yang dirugikan oleh perusahaan tersebut (karena taunya itu urusan perusahaan).
perusahaan bisa dengan mudah lepas tangan dengan mengatakan itu perbuatan pribadi dan tidak mewakili perusahaan. perusahaan selamat, korban kelimpungan, pelaku bisa lari.

lain dengan email perusahaan. pelaku masih bisa lari, tapi urusan pake domain perusahaan akan jalan terus secara legal.

Tanggapan 14 – M. P. Budi Arisman

Saya pribadi setuju bila email kantor hanya untuk urusan kantor bukan untuk didaftarkan ke milis atau pun digunakan buat melamar pekerjaan di tempat lain. Lha wong kito masih kerja di situ kok bisa2nya ngelamar pake email yang jelas2 pake domain perusahaan kita saat ini.

Cuma saya punya tips buat rekans yang mungkin bisa mempermudah komunikasi melalui private emailnya adalah dengan mengconnect account private email kita di ms outlook yang kita gunakan. Saya sendiri menerapkannya, karena menurut saya itu lebih simple dibandingkan harus buka website lalu login dan compose email. Kalaupun seandainya kita harus kirim lamaran melalui kantor, itu melalui account kita sendiri bukan lewat account kantor.

Mungkin itu sekedar masukan buat rekans dari kacamata saya *perasaan gak pake kacamata deh*.

Tanggapan 15 – Ridwan

Pak M.P. Budi

Minta tolong di share tipsnya saya sangat butuh dan mungkin rekan lain ada juga.yang memerlukan ..??

Tanggapan 16 – rio.hendiga@akersolutions

Maaf, tapi e-mail saya mungkin akan menjawab beberapa pertanyaan tentang hal ini. Setiap Company mempunyai regulasi sendiri-sendiri dan mempunyai sistem proteksi untuk setiap email yang masuk ke server. Tidak bisa disamakan persepsi bahwa semua pengguna e-mail kantor itu tidak bagus, seandainya saya tidak mendaftar ke millist ini, tentunya knowledge saya akan lebih sedikit.

As long e-mail bersifat edukatif, di bawah kontrol compeny, itu lebih baik dibandingkan saya diberi fasilitas internet ( bisa buka yahoo,google,dll ) malah akan memungkinkan virus komputer mudah masuk. Oleh karena itu retiap compeny mempunyai regulasi dan pertimbangan yang berbeda.

Tanggapan 17 – Riksha. L [Mr.]

betul Cak Topan.

Itu adalah email notifikasi (auto sender) dari server recipient ke sender.
Tapi notifikasi ini lebih mengarah ke ‘larangan’ pengiriman email ke domain penerima yg mengandung attachment untuk menjaga diri dari serangan virus, spam, dlsb.

Di sini terlihat bahwa yg di blok masuk adalah file image001.jpg, bisa jadi walau pak Ridwan mengirim email dalam bentuk text saja tapi di signature/lay out page email bapak mengandung logo/gambar.
Tidak cuma file gambar saja yg tidak bisa masuk. Admin IT singgar-mulia bisa saja mem-blok semua attachment yang masuk. Entah exe, doc, xls, ppt, pdf,zip dlsb.
Begitu juga dengan email keluar, file doc, xls, pdf, zip, apalagi exe.

jadi, hanya dalam bentuk plain text saja lah yg diijinkan keluar masuk.
Ini jg ada hubungan dengan topik mengirim lamaran via email kantor.
kan bete klo CV (perasaan udah) terkirim, tapi di-blok IT kumpeni karena kirim email dgn attachment yg di larang.

baca-baca regulasi kumpeni adalah yg terbaik.