Input seorang mechanical static engineer datang dari process engineer, biasanya berupa process data sheet yg isinya kurang lebih adalah design pressure/operating pressure, design temperature/operation temperature, corrotion allowance, dsb…dari design data tsb, seorang mechanical static engineer akan menghitung strength calculationnya, banyak software yang dapat digunakan, misal untuk pressure vessel bisa menggunakan pv elite atau compress, atau bisa juga menggunakan spread sheet.

Tanya – bobby cavalera

Dear milister,

Saya ingin sekali belajar static equipment (separator, ko drum, tank, dsb). Sebagai referensi saya ada PFD dan heat mass balance suatu proses fuel gas system. Bagaimanakah mengolah data-data tersebut menjadi design untuk static equipment?.
Mohon bantuan kiranya rekan2 yg berpengalaman.

Tanggapan 1 – INYO INYO

Input seorang mechanical static engineer datang dari process engineer,
biasanya berupa process data sheet yg isinya kurang lebih adalah design pressure/operating pressure, design temperature/operation temperature, corrotion allowance, dsb…dari design data tsb, seorang mechanical static engineer akan menghitung strength calculationnya, banyak software yang dapat digunakan, misal untuk pressure vessel bisa menggunakan pv elite atau compress, atau bisa juga menggunakan spread sheet yg bisa diunduh di webnya migas-indonesia.net. Untuk perhitungan manual pun tidak sulit dilakukan, rumus perhitungan dapat dilihat pada standard2 tertentu (API 650 untuk tank, ASME VIII untuk pressure vessel, dll). Dalam perhitungan dan pemilihan materialnya nanti pastikan menggunakan standard yang telah ditentukan, karena setiap standard, memilik ‘safety factor’ yang berbeda.

Mohon koreksi dari senior disini….