Job description To provide Project Engineering expertise for the company and management of allocated engineering resources within assigned projects.
Responsibilities are carried out within a regional structure environment whereby normal line management reporting is to the Project Engineering Manager but project reporting is to the Project Manager. There is only minimum supervision by the Project Engineering Manager but all engineering resources are allocated to the project after consultation with the Project Engineering Manager.

Tanya – hotma parasian

Dear rekan milis semua,

Mau tanya, apa aja sih yg mesti disiapkan utk seorg PE khususnya utk project yg sangat singkat(tiga bulan doang..) utk handle brown field.

Aku coba goggling..ada tiga jenis yg biasa di highlight (revamping, debottling and retrofitting). Apakah mayoriti hanya monitor & supervise ajakah..
Soalnya sejujurnya aku belum pernah handle PE, tapi karena tuntutan hidup, yah mesti bisa multi talent nih kayaknya,,kiranya dengan kerendahan hati aku memohon bagi para project engineer utk kasih sikit pencerahannya(bisa juga report2 yg biasa dibuat oleh PE..utk yg dlm bentuk ampiran via japri juga boleh…maklum masih bingung).

Tanggapan 1 – Sketska Naratama

Dear pak Hotma

Pada inti nya interface, untuk berapa lama nya memang bergantung pada project yang didapatkan employer oleh client. Pengalaman saya di interview jika bisa operate project planner tools semacam Micr Project, Primavera, dll, mereka lebih appreciate. Untuk report, paling ndak visual, grafik dan s curve (Merefer ke kontrak client, untuk lebih jelas).

Btw, ada beberapa highlight menarik utk project eng requirement terkait dengan pertanyaan ‘apa yg mesti disiapkan’, berikut saya copy – paste kan contoh nya (Aberdeen based):

Job description To provide Project Engineering expertise for the company and management of allocated engineering resources within assigned projects.

Responsibilities are carried out within a regional structure environment whereby normal line management reporting is to the Project Engineering Manager but project reporting is to the Project Manager. There is only minimum supervision by the Project Engineering Manager but all engineering resources are allocated to the project after consultation with the Project Engineering Manager. The predominant responsibility is to the Project Manager

Manage and deliver engineering tasks within agreed timescales and budgets and reporting system status and deviations to the Project Manager.

Organisation and day to day management of the project engineering issues.

Ensure compliance with technical integrity standards and project procedures.

Ensure work packages and data deliverables are compiled and filed in accordance with company/contract procedures.

Assist in the monitoring and control of the project budget and schedule in order to ensure targets are met.

Help co-ordinate all interface and change management activities for the project.
Participate in the Design and Safety Reviews, HAZOP, HAZIDs, Risk Assessments etc.

General support to the Project Manager and / or Senior Project Engineer on project issues resulting in the timely delivery and execution of the project.

Assist the Senior Project Engineer and Project Manager with planning and resource allocation to meet goals and objectives.

Liaison with third parties and client representatives as required on contractually agreed project execution scope of supply; technical only all commercial aspects are dealt with by the PM.

Identify variations to contractual scope of supply and inform Project Manager and System engineer to assess impact.

Define technical responsibilities within the project – interfaces and work packages.

Assist System engineer on technical risk assessment, Bid Vs Customer specification evaluation – assess impact on Project programme and deliverables.

Inform System engineer of any technical changes affecting scope of supply or system design functionality.

Monitor Project progress and deliverables through regular review meetings.

Monitor timelines of system reviews throughout the project.

Ensure each project and work package is closed out in accordance with company / project procedures.

Manage FIT scope of work liaising with manufacturing and SLS to ensure adequate resource allocation.

Support SLS through commissioning phase of project.

Mentor and aid development of assigned engineers.

Knowledge / Experience / Qualifications

Degree/HND but and good first hand knowledge of project environment preferred

Demonstrable relevant Project Engineering experience preferably within the Oil and Gas industry preferred

Preferably Chartered Engineer Status.

Able to monitor and manage Engineering efforts.

Able to monitor and manage master document list.

Able to act as Interface Engineer as required.

Able to manage own budgets (hours) for given project.

Working knowledge of MS Office or equivalent.

Working knowledge of MS Windows.

Familiar with Company Operating Systems, procedures and processes.

Ability to work effectively as part of a multi disciplined project team.

Good presentation and organisational skills.

Working knowledge of technical drawing construction and applicable standards.

Tanggapan 2 – Dirman Artib

Pak Hotma,

Kalau di negeri Jiran, seorang PE tak lebih sebagai sekretaris PM, pekerjaan nya mengetik weekly report, monthly report dan mempersiapkan ruang meeting lengkap dengan snack nya.

Kolega kerjanya adalah Project Secretary, Document Control dan Project Planner.
Nggak ada fungsi teknisnya.

Kalau di tempat saya sekarang namanya diganti jadi Office Engineer. Kerjanya ya…mirip kayak gitu lah. Mengetik laporan buat Functional Manager.

Tanggapan 3 – berlian syako

Pak Hotma,

Kalau melihat dari durasi project yg cuma 3 bulan itu artinya proyeknya kecil atau cuma proyek basic design atau FEED. Dalam hal ini struktur organisasinya akan sangat simple, bisa jadi PE itu juga mengambil fungsi sebagai PM. Jadi intinya PE/PM adalah point of contact dengan client yg mengatur jalannya project.
Porsi kerjanya tentulah mayoritas project management, tapi juga harus mengerti teknis secara garis besar terutama proses, komunikasi harus bagus, pandai bernegosiasi, bisa memimpin meeting, bisa memotivasi team, mengerti management project meliputi semua department such as Engineering, QA/QC, HSE/Safety, Planning & Scheduling, document control, dll.

Untuk proyek 3 bulan seharusnya tidak perlu persiapan, begitu join langsung sudah harus bisa menjalankan proyek, karena kalau pakai persiapan keburu telat proyeknya.

Tanggapan 4 – hotma parasian

Pak Sketsa/Pak Berlian/Pak Dirman juga, terima kasih atas masukkannya yg berharga, walaupun sudut pandang g saya dapat ini berbeda-beda, tetapi semuanya mempunyai tujuan yg sama yaitu utk memberikan gambaran dan asukkan tentang PE yg mana pada intinya bidang ini terrgantung pada situasi dan waktu yg ada.

Tanggapan 5 – Yuyus Uskara

spot on Pak Dirman,

dikantor saya malah PE itu udah kaya ‘Post man’ atau ‘Messenger’, mau ambil keputusan, gak bisa, gak ambil keputusan di omelin 😀

anyway, buat saya sih, intinya ya project management yang jangan lupa people management-nya.

Tanggapan 6 – rio.hendiga@akersolutions

Di tempat saya malahan, semua Project Team berasal dari lingkungan Electronic manufacturing , benar-benar fresh graduate dari elektronik tanpa embel-embel sertifikasi apapun atau experience Oil & Gas di manapun.

Kerjanya adalah sekertaris ( clerk ) untuk informasi yang disampaikan oleh planner,purchasing,shipping & logistic,engineering, dan production. Tak bisa berperan sebagai pengambil keputusan dan perancang strategi untuk execute suatu order walaupun orderan tersebut merupakan repeat order. Namun Mereka mengandalkan reporting experience yang mereka miliki sewaktu bekerja di perusahaan electronic manufacturing.

Tanggapan 7 – hotma parasian

Mungkin utk pemberi semangat aja kali ya buat mereka2 yg kerja ditempat apak…hehehe, tetapi saya lebih condong pada pendapat pak Berlian & pak Sketska seblmnya dimana memang sungguh tinggi/berat tanggung jawab g dipikul oleh seorang PE sampai2 harus bisa meng handle jobnya project manager. Saya juga beberapa waktu lalu pernah discuss sama PE yg bekerja ditemapt kita(kontractor) dia membawahi piping engineer,electrical,structural sampai painting supervisor, artinya mereka2 ini mesti report ke PE dan seorg PE dia bilang harus menguasai bidang2 yg dilapangan disamping bagaimna membuat report yg baik.

Tanggapan 8 – Mubarok

Pak Hotma and All,

Sedikit pandangan berbeda dari shipyard field kali ya.

Di tempat saya dan mungkin shipyard2 sebelah. Yang namanya PJE adalah orang nomor satu di project itu. Ini berkaitan dengan semua hal mulai dari work coordination, report and so on. Untuk menghemat pengeluaran biasanya beberapa kapal dihandle oleh seorang PJM sedangkan untuk satu kapal lazim di pegang oleh 1 ato 2 PJE.

Jadi bisa dibilang kalo PJE di shipyard ya miniaturnya PJM. Karena tanggung jawabnya yang besar, ketika masuk company pertama kali seorang PJE akan training ke trade2 lain bergiliran selama 1 tahun, mulai dari structure, piping, electrical maupun trade lainnya untuk mempelajari dasar2 dari kemampuan teknis masing2 trade.

Ketika terjadi masalah di lapangan yang tidak bisa dihandle oleh trade (biasanya berkaitan dengan coordination work dengan trade lain bukan masalah teknis) Project lah yang akan membuat decision. Daripada tradenya pada bertengkar sendiri : ).

Jadi kasihan kalo di tempat lain PJE cuma jadi sekretarisnya PJM. : )

Tanggapan 9 – Imran Harun

sekedar berbagi,

kalo di tempat saya yg dulu, PE adalah perpanjangan tangan dari PM, dimana R&Rnya lebih kepada meng-assist PM dalam day-to-day coordination between planner, purchasing, shipping & logistic, engineering dan production. Tapi dia juga bisa mengambil keputusan2 yang sifatnya taktis dan lebih bersifat engineering matters, tidak hanya menjadi seorang clerk.
Mereka pada umumnya punya pengalaman 5 tahun kerja.

Mungkin beda company beda R&R juga…

Tanggapan 10 – cak.topan

Topik soal Project Engineer dalam organisasi PMT, sepertinya sudah pernah dibahas.

Saya sependapat dengan ungkapan ‘Lain Padang Lain Belalang’.
Lain company, lain country, lain deskripsi.

Saya pernah ikut satu tim dimana Project Engineer punya peranan vital. Karena diberikan hak untuk membuat keputusan.
Karena sangat dipercaya oleh PM dan CMnya.

Di tim yang lain, Project Engineer kurang bagus kontribusinya, karena kurang di-endorse oleh PMnya.

Pak Mubarok,

Bukan masalah kasihan ato tidak, pak.

Tentang realitas yang dibilang oleh pak Dirman, itu juga mungkin terjadi.
Itu karena kebutuhannya begitu, ato memang dibuat begitu. Entahlah. Jelasnya, bakalan beda antara satu tim dengan lainnya.

Ada satu tim yang Project Engineernya sampe 3 orang dengan masing2 1 asisten.

Ada yang pake model Senior Project Engineer dan Junior Project Engineer.

Ada yang pake Interface Manager dan Interface Engineer.

Ada yang pake istilah Interface Coordinator.

Macam2 lah… padahal core deskripsinya sama.

Interfacing all discipline and advising from engineering point of view. (termasuk soal report dan meeting2nya).

Sekali lagi, jangan terjebak istilah, pak.

Mendingan diliat deskripsi pekerjaannya. Bos juga mintanya gimana. Soal title pekerjaan, kayaknya gampang diberikan.

Tanggapan 11 – anna Yunita

Jadi tertarik…juga …jadi PE…:)…