CMMS singkatan dari Computerized Maintenance Management System, EAM singkatan dari Enterprise Asset Management & ERP adalah Enterprise Resource Planning. CMMS & EAM hampir sama fungsinya namun masih ada sedikit perbedaan yaitu pada EAM tidak memiliki fitur Pemeliharaan & Perbaikan sedang fitur CMMS biasanya memiliki fitur yang lebih lengkap Secara umum fuungsional Sistem Aplikasi CMMS terdiri dari fungsi-fungsi.

Tanya – efran trg

Rekan2 Migas,

Butuh bantuannya, apakah ada yang tau beda CMMS, EAM, ERP?

Ada yang punya info CMMS/EAM yang digunakan oleh perusahaan VICO & Chevron Indonesia?

Tanggapan 1 – rika saputri

Dear Pak efran

sedikit info ERP = Emergency Response Procedure

Tanggapan 2 – Ahmad Mujib

ERP – Enterprise Resource Planning bukan Emergency Respone Procedure.

ERP artinya istem terpadu berbasis komputer yang digunakan untuk mengelola sumber daya internal dan eksternal berwujud termasuk aset, sumber daya keuangan, bahan, dan sumber daya manusia.

EAM – Enterprise Asset Management sama dengan CMMS merupakan system terintegrasi yang mencatat hal-hal yang berkaitan dengan maintenance, dalam CMMS dicatatkan : Nama Asset/mesin, daftar pekerjaan Maintenance (Planned & Unplann ed Maintenance), history pemakaian sejak pembelian, history kerusakan, total biaya yang dikeluarkan, sparepart yang dibutuhkan untuk sebuah mesin, stok spare part yang ada, sampai menghitung nilai MTBF (Mean Time Between Failure)& MTTR (Mean Time To Repair).

CMMS – Computerized Maintenance Management System yaitu suatu software paket yang didisain untuk mendukung manajemen perawatan.
CMMS juga bisa terintegrasi dengan system lain, seperti ERP pada manufaktur dalam hal ini integrasi dengan data output mesin yang tercatat di ERP sehingga pada output tertentu mesin harus di maintain (servis, ganti spare part, dll),

Tanggapan 3 – rika saputri

Dear Pak Ahmad

Terima kasih atas koreksinya..

memenag beberapa perusahaan ada juga yang menggunakan istilah ERP sebagai Emergency Responce Procedure.

Mungkin saya terlalu sering berkutat di K3, jadi inget itu. Maaf sebelumnya. dan terima Kasih atas info dari Pak Ahmad. saya jadi bertambah pengetahuan.

Tanggapan 4 – Rosmana Eko Saputra

Pak Efran,

Bisa check link2 berikut:

http://en.wikipedia.org/wiki/Computerized_Maintenance_Management_System

http://en.wikipedia.org/wiki/Enterprise_asset_management

http://en.wikipedia.org/wiki/Enterprise_resource_planning

kalau yang saya lihat, sekarang banyak CMMS yang berusaha untuk menjadi ERP karena keterkaitannya dengan bidang2 lainnya di suatu organisasi perusahaan. kl secara kasat mata, CMMS hanya mengurusi kerjaan maintenance saja, dari work order sampai pemesanan part dan pengerjaan maintenance. sedangkan ERP lebih lanjut lagi, sampai ke personel maintenance dan lain2 termasuk kesesuaian terhadap budget dan cost control. Kl EAM sendiri, saya belum pernah liat langsung…..

CMIIW, silahkan bila ada yg mo koreksi atau menambahkan…

Tanggapan 5 – Dedy

Dear Mas efran,

CMMS singkatan dari Computerized Maintenance Management System, EAM singkatan dari Enterprise Asset Management & ERP adalah Enterprise Resource Planning.

CMMS & EAM hampir sama fungsinya namun masih ada sedikit perbedaan yaitu pada EAM tidak memiliki fitur Pemeliharaan & Perbaikan sedang fitur CMMS biasanya memiliki fitur yang lebih lengkap Secara umum fuungsional Sistem Aplikasi CMMS terdiri dari fungsi-fungsi:

Registrasi Asset – Modul ini untuk melakukan registrasi aset sehingga keberadaaan aset bisa diidentifikasi & diketahui

Pemeliharaan dan Perbaikan – Modul untuk menangani pemeliharaan Asset dimana bisa bersifat preventif maintenance maupun corrective maintenace.

Audit Aset (pajak, depresiasi, penghapusan) – Modul untuk menangani deperesiasi & disposal asset serta untuk melakukan audit asset

Monitoring & Pengendalian Aset – Modul untuk menangani biaya perawatan baik biaya jasa maupun sparepart selama asset dipakai

Pelaporan – Modul pelaposan asset.

Sedangkan ERP alias Enterprise Resources Planning atau Sistem Perencanaan Sumber Daya Perusahaan adalah aplikasi perangkat lunak komputer yang terintegrasi dan menyeluruh. Secara arsitektural sistem, ERP dikembangkan berdasarkan modul-modul fungsional yang meliputi seluruh aspek sumber daya di dalam sebuah perusahaan/organisasi.

Secara historis, ERP berasal dari metamorfosis dari MRP (Manufacturing Resources Planning) yang diarahkan untuk kelompok usaha manufaktur. Seiring dengan perkembangan teknologi, manajerial dan bisnis maka MRP pun berubah menjadi ERP. Istilah ERP sendiri diperkenalkan pertama kali oleh Gartner Group.

Secara teknis sebenarnya ERP berfungsi memadukan berbagai sistem informasi yang tersebar di masing-masing departemen (unit fungsional) di sebuah lembaga. Dengan adanya sistem yang terpadu tersebut maka masing-masing unit fungsional dalam lembaga tersebut dapat saling berbagi data dan informasi yang pada akhirnya meningkatkan sinergi antar elemen di perusahaan yang menerapkannya.

Perlu diingat bahwa ERP bukanlah aplikasi perangkat lunak komputer yang berfungsi menangani data secara elektronik dan memprosesnya secara terperinci saja. ERP memiliki keunggulan dalam menyajikan informasi analitik kepada para pemegang keputusan melalui modul OLAP (online analytical processing).

Sehingga jika dilihat dari sisi fungsional sistem, ERP dibagi atas modul OLAP dan OLTP (online transaction processing). Modul OLTP adalah lapis (layer) yang berfungsi menangani proses pemasukan (input), ubah (update) dan hapus (delete) dari setiap data ke dalam rekam (record) tabel yang saling terkait dalam suatu basis data.

Modul-modul standar yang biasanya terintegrasi di dalam suatu sistem ERP setidaknya minimal terdiri atas:

Keuangan

Akuntansi Finansial

Secara fungsional modul akuntansi finansial berfungsi untuk mengumpulkan dan mengelola seluruh data finansial hingga mampu menyajikan laporan dari hasil relasi data dari beberapa departemen.

Laporan yang disajikan tersebut dapat diarahkan untuk eksternal maupun internal. Sedangkan jenis-jenis laporan yang disajikan minimal harus memenuhi standar laporan keuangan yang biasa dibuat secara manual.

Dari sisi integrasi sistem, modul akuntansi finansial memadukan modul-modul fungsional lainnya yang terdapat di dalam sistem ERP. Contohnya antara lain adalah modul POS (point of sale) saat memproses transaksi penjualan secara otomatis mengintegrasikan data tersebut dengan modul akuntansi finansial.

Kontrol

Modul kontrol ini berfungsi untuk mengelola data-data yang terkait dengan antara lain akuntansi laba biaya, cost center, manajemen proyek, dsb.

Fixed Asset Management

Dalam menjalankan operasionalnya setiap lembaga memiliki beban biaya yang dikeluarkan untuk investasi aktiva tetap, sewa dan gedung. Dalam modul ini mendukung pekerjaan pengadaan, pemeliharaan, penjualan/penghapusan, penarikan hingga depresiasi nilai aktiva.

Logistik

Modul logistik secara fungsional digunakan untuk memproses pengadaan, penjualan dan distribusi logistik yang digunakan oleh perusahaan.

Sumber Daya Manusia

Sumber daya manusia adalah asset terbesar perusahaan yang memerlukan pengelolaan yang baik dan terukur dari mulai perekrutan, penjadualan dan pemrosesan gaji. Pekerjaan-pekerjaan rutin bisnis yang terkait sumber daya manusia seperti pembayaran gaji, manajemen tugas, ongkos tugas luar kantor, bonus/kompensasi, perekrutan hingga perencanaan kebutuhan tenaga kerja dapat dikelola oleh modul sumber daya manusia.

Business Process Support

Setiap perusahaan selalu terkait dengan masalah manajemen arus kerja dan solusi industri. Kedua hal tersebut digunakan sebagai kendali atas setiap unit fungsi yang ada di dalam perusahaan.

Rantai Pasokan (SCM = supply chain management)

SCM sebenarnya adalah modul yang menjadi fokus yang mutakhir dalam pengembangan sistem ERP. Penerapan SCM yang baik dengan memanfaatkan Internet adalah solusi yang sangat efektif dalam penghematan biaya perusahaan.

Proses perencanaan hingga optimalisasi penyimpanan dan penggunaan logistik sangat membantu dalam memperbaiki prediksi permintaan serta efisiensi bagi perusahaan.

Dukungan E-Commerce

Transaksi elektronik yang terintegrasi melalui media Internet adalah tren masa kini yang mendorong terjadinya proses bisnis komersial yang efektif. Dengan dukungan e-commerce yang baik maka produsen dapat langsung berhadapan dengan pengguna akhirnya yang berakibat pada pemotongan biaya yang cukup signifikan

Demikian sedikit informasi dari saya, mudah-mudahan membantu.

Tanggapan 6 – syaifuddin azhar

Bagaimana dengan SAP system dibanding dengan CMMS? manakah yang lebih efective, efficien, practice, cepat, safe?and accurate?

Tanggapan 7 – Syahril Dian Purwono

SAP adalah brand, sedangkan CMMS, EAM & ERP adalah konsep.

Nah, SAP itu ada ERP & module untuk CMMS/EAM

masalah effective, efficien, practice, cepat, safe and accurate, itu semua tergantung dari kesiapan user2nya dan juga konsultannya. Tentu saja sebelum kita membeli brand ERP/EAM kita mesti tender terlebih dahulu dengan melakukan benchmarking kepada beberapa produk/vendor, intinya agar tidak seperti membeli kucing di dalam karung.

IMHO, Sepengetahuan saya konsep EAM & CMMS gak jauh beda, tapi intinya sama, yaitu bisa melakukan pencatatan kegiatan maintenance berdasarkan Calendar Based, Meter Based, Both of Calendar & Meter (mana yang tercapai lebih dahulu), Condition Monitoring Based, Event Based atau Breakdown. Karena selama ini yang saya cek dari beberapa merk vendor, mereka menyebutkan dengan istilah EAM dan juga CMMS.

Tanggapan 8 –

Pak Dedy, apakah pernah mendengar Modul CMMS di dalam MySAP?Apakah bisa ya. Soalnya selama ini kantor kami sudah menggunakan MySAP untuk finansial dan prochurement.

Tanggapan 9 – Dedy

Di MySAP ada modul standard untuk CMMS persoalannya adalah apakah pada saat implementasi awal sudah termasuk pembelian license modul CMMS. Kalo belum harus beli licensenya dulu baru bisa dikongfigurasi sendiri atau panggil konsultan untuk implementasi modul CMMS-nya. Thx

Tanggapan 10 – mawardi@ytljt

Berarti itu belum di configurasi…kalau hanya dua module yang digunakan sayang sekali, sebenarnya bisa di gabung dengan MM dan PM sekaligus.
Coba aja di Explore MySAPnya, caranya untuk melihat seluruh menu tekan Ctrl+F11 atau SAP Menu.

Selanjutnya masuk menu Logistics – Plant Maintenacne, selanjutnya silahkan untuk di teruskan belajarnya

Tanggapan 11 – Dedy

Mas Syaifuddin,

SAP merupakan sebuah BRAND product dimana dalam produk SAP tersebut ada fitur CMMS/EAM. Kalau ditanya mana yang lebih efective, efficien, practice, cepat, safe dan accurate tergantung dari kebutuhan user itu sendiri, mana yang lebih ingin difokuskan : mengelola asset atau ERP-nya. Namun pengalaman saya sebagai IT konsultant dapat memberikan informasi bahwa biasanya software yang dirancang khusus untuk suatu process tertentu biasanya memiliki fitur yang lebih lengkap dan lebih flexible.
Contohnya dibeberapa product CMMS/EAM dapat mencetak barcode label & dapat di integrasikan ke RFID, dapat diintegrasikan dengan google earth sehingga dapat melacak lokasi/keberadaan asset dengan mudah dll.

Demikian yang dapat saya sampaikan. Terima kasih.

Tanggapan 12 – royindralesmana

kalau melihat beberapa konsep, baik itu ERP, SCM, CRM, EAM, etc…., kayaknya mempunyai beberapa kesamaan yg mungkin ketika sudah dalam wujud sistem aplikasi, sudah jadi bias antara konsep mana yang digunakan saking campur aduknya. Skrg ini kan banyak perusahaan IT yang membuat program. bagaimana cara mengetahui / mengetest program tersebut sudah bisa dibilang ‘mendekati sempurna’ untuk konsep2 yg diperlukan ?

dilain sisi, sebuah perusahaan yg prosedurnya masih sederhana, apabila membeli produk yg sudah jadi yg bisa dibilang ‘produk mantap’, salah satu dampaknya yaitu ada beberapa data yg di bypass. dan yg terjadi adalah ketika membuat report mungkin tidak akan kacau, dan untuk ngatasinnya jadi double input lagi.

Tanggapan 13 – Syahril Dian Purwono

dear pak Roy,

Itu juga tergantung konsultannya pak. Sepertinya konsultan yang baik, tidak akan terburu2 jualan sambil tutup mata, seakan2 calon kliennya perlu modul ini, perlu modul itu, tapi lebih dari itu, dia mestinya terlebih dahulu ‘menyelami’ bisnis calon kliennya tersebut dan memahami kebutuhannya yang paling utama. Konsultan juga perlu menerangkan kepada calon klien, mana yang konsep, mana yang tools, mana yang bisa dikerjakan secara manual, mana yang perlu dikerjakan menggunakan system. Konsultan yang paham, juga dapat memutuskan bahwa program tersebut sudah ‘mendekati sempurna’ atau belum terhadap konsep2 yang diperlukan.