Tahapan dynamic balance adalah tanpa massa coba, dengan massa coba bidang 1 dan selanjutnya dengan massa coba dibidang 2. Pada saat tanpa massa coba kita dapatkan vektor misal kita notasikan V1o (bidang 1) dan V2o (bidang 2). Ketika massa coba diletakkan di bidang 1 maka masing2 bidang akan mempunyai tambahan 1 vektor, misal kita notasikan V11 (bidang 1) dan V21 (bidang 2). 2 vektor pada masing2 bidang kemudian dijumlahkan untuk nantinya diplot pada vektor resultan dan kondisi keseimbangan. Ketika massa coba diletakkan di bidang 2 maka akan muncul V12 dan V22. Masing2 vektor ini kemudian dijumlahkan dengan vektor tanpa massa coba pada masing2 bidang dan diplot pada vektor resultan.

Tanya – Rilly Hutabarat

Sy penasaran dengan perhitungan yang dilakukan analyzer vibration, terutama untuk balancing 2 plane.
Misal, tumpuan bearing (tempat meletakkan sensor vibrasi) A dan B, bidang untuk meletakkan massa pembalans bidang 1 dan 2.

Sesuai prosedur dilakukan ada 3x running, dimana pertama adalah inisial run, kedua pemasangan trial di bidang 1, ketiga pemasangan trial di bidang 2, baru kemudian perhitungan dilakukan oleh software untuk menghitung massa dan posisi koreksi.

Mk akan ada data :

1. Vektor inisial pada pada A dan B.

2. Vektor akibat trial weight pada bidang 1 di A dan B.

3. Vektor akibat trial weight pada bidang 2 di A dan B.

Ada 6 vektor pada 2 bidang, maka masing2 bidang punya 3 vektor.
Persamaan matematik penyelesaianya bagaimana yaa?

Sy baca di http://zone.ni.com/devzone/cda/tut/p/id/4381, ga ngerti hehehe

Pertama, klo sebuah vektor di operasikan ‘kros’ maka akan didapatkan vektor yang tegak lurus kedua vektor tersebut.

Berarti vektor tersebut tidak 1 bidang lagi dengan bidang 1 dan 2??

Kemudian pembagian vektor?? memang bisa ya vektor ada operasi bagi?

Mohon pencerahan, terima kasih.

Tanggapan 1 – Endri Prasetyo

Pak Rilly,

Saya coba sharing sependek pengetahuan saya.
Tahapan dynamic balance adalah tanpa massa coba, dengan massa coba bidang 1 dan selanjutnya dengan massa coba dibidang 2.

Pada saat tanpa massa coba kita dapatkan vektor misal kita notasikan V1o (bidang 1) dan V2o (bidang 2).

Ketika massa coba diletakkan di bidang 1 maka masing2 bidang akan mempunyai tambahan 1 vektor, misal kita notasikan V11 (bidang 1) dan V21 (bidang 2). 2 vektor pada masing2 bidang kemudian dijumlahkan untuk nantinya diplot pada vektor resultan dan kondisi keseimbangan.

Ketika massa coba diletakkan di bidang 2 maka akan muncul V12 dan V22. Masing2 vektor ini kemudian dijumlahkan dengan vektor tanpa massa coba pada masing2 bidang dan diplot pada vektor resultan.

Dengan demikian pada setiap bidang pengukuran 1 dan 2 akan didapat masing-masing 3 vektor. 3 vektor ini sebagai data dalam menentukan vektor penyeimbang bidang 1 dan bidang 2 dimana akan muncul ‘bilangan komplek’ sehingga besar dan sudut fasanya diketahui.

Nah vektor penyeimbang ini nantinya diambil untuk perhitungan Massa penyeimbang yang diperlukan baik bidang 1 maupun bidang 2.

Tanggapan 2 – Wilis Wirawan

Rilly,

Operasi dalam persamaan matematik di http://zone.ni.com/devzone/cda/tut/p/id/4381 bukan perkalian skalar (dot product) maupun perkalian vektor (cross product) yang kita kenal dalam operasi vektor. Operasi vektor dalam persamaan tersebut harus dilakukan dengan menggunakan bilangan kompleks (a+ib). Perkalian dan pembagian dalam persamaan tersebut adalah operasi untuk bilangan kompleks.

Semoga bisa membantu memahami persamaan balancing 2-bidang tersebut.

Tanggapan 3 – Teguh Santoso

pak willis,

kalkulatornya yang sudah ada program balancingnya apa masih dijual pak? apa khusus untuk yang ikut training saja?

Tanggapan 4 – Wilis Wirawan

Pak Teguh,

Saya jawab lewat JAPRI aja ya Pak. Kalau lewat jalur umum, nanti dikira promosi/iklan via milis.

Tanggapan 5 – Rilly Hutabarat

Pak Wilis,

TERIMA KASIH PAK WILIS.

Betul itu semua operasi bilangan komplek. Semua sudah solve. Mau berapa bidang jg pasti ktemu sebuah solusi tunggal. Bodoh sekali sy menyangka itu semua operasi kros dan dot.
Sekali lg terima kasih banyak.