Departemen Energi US minggu lalu menyetujui permintaan dari unit Cheniere Energy Inc., Houston, untuk mengeksport LNG yang diproduksi dari lahan gas US. Order yang disetujui sebanyak 16 juta tonnes/year LNG (kira-kira 2.2 bcfd) selama 30 tahun kontrak penyuplaian dengan memulai pada atau sebelum 7 Sept 2020, dari terminal LNG Sabine Pass di Cameron Parish, La.

Departemen Energi US minggu lalu menyetujui permintaan dari unit Cheniere Energy Inc., Houston, untuk mengeksport LNG yang diproduksi dari lahan gas US. Order yang disetujui sebanyak 16 juta tonnes/year LNG (kira-kira 2.2 bcfd) selama 30 tahun kontrak penyuplaian dengan memulai pada atau sebelum 7 Sept 2020, dari terminal LNG Sabine Pass di Cameron Parish, La.

Bulan lalu cabang Cheniere Energy, Sabine Pass Liquefaction LLC menggunakan untuk Office Fossil Energy DOE berdasarkan Section 3 dari Natural Gas Act pada pertama dari permintaan tahap dua. Tahap dua menggunakan ekspor untuk negara-negara tersebut saat ini yang dapat mengimpor LNG dan dengan yang US punya atau akan masuk dalam free-trade agreement. Tahap kedua akan menggunakan negara-negara yang tidak tercakup saat ini dengan free-trade agreement dan untuk ekspor LNG yang tidak dilarang oleh hukum US.

Negara-negara terdaftar pada aplikasi Cheniere adalah Australia, Bahrain, Singapore, Dominican Republic, El Salvador, Guatemala, Honduras, Nicaragua, Chile, Morocco, Canada, Mexico, Oman, Peru, dan Jordan. Drai list ini, hanya Chile, Canada, dan Mexico yang mengoperasikan terminal regasifikasi LNG. Bahrain dan Singapura dalam stage berbeda dari kapasitas regasifikasi pembangunan. Australia, Oman, dan Peru saat ini mengekspor LNG.

Pada bulan Juni, Cheniere Partners LP melepas kontrak kepada Bechtel Oil, Gas & Chemicals untuk mendesain dan membangun liquefaction di terminal LNG 4-bcfd Sabine Pass. Project itu meliputi dua train, masing-masing sanggup memproduksi 3.5 juta tpy. Perusahaan mengatakan pada saat ini tempat Cameron Parish dapat menampung sampai empat train LNG.

Sumber: www.ogj.com