Mohon pencerahan untuk merk flow meter yang banyak digunakan di Indonesia dan apa kelebihannya?

Tanya – septiana d

Mohon pencerahan ni…

Untuk merk flow meter yang banyak digunakan di indonesia thu apa y??
n apa kelebihannya…

Makasih atas masukannya..

Tanggapan 1 – Weby

Septiana,

Flowmeternya digunakan untuk mengukur fluida cair (liquid) atau gas? Masing-masing ada ‘jagoannya’ sendiri. Saya sendiri tidak tahu persis populasi merek flowmeter di Indonesia, tetapi sepertinya yang paling banyak digunakan adalah tipe flow meter orifice karena teknologi ini sudah ada semenjak lama, sekitar 50-60 tahun yang lalu.

Tanggapan 2 – gusti04

Sebelumnya, mungkin bisa dilihat dari jenis fluida nya apa, kegunaannya untuk apa (custody atau non-custody), budgetnya berapa (karena berbeda untuk tiap type) serta untuk proses apa (apakah hydrocarbon atau apa).

untuk custody, biasanya ini harus disesuaikan dengan Migas list, baik dari tyoe maupun brand nya (CMIIW).

Selain itu, ada kondisi dimana pressure drop sangat di’haram’kan, sehingga dihindari flowmeter yang cara kerjanya menyebabkan efek pressure drop. Misalnya ultrasonic flowmeter.

Senior Orifice seperti kata Mas Weby memang umum digunakan, kelebihannya maintainance nya bisa dalam keadaan online (tidak perlu menshutdownkan aliran), maintainance disini adalah guna kalibrasi platenya, atau resize terhadap borediameter yang harus dilakukan karena produksi yang semakin menurun, tentunya harus masih dalam batasan size nya. Type ini salah satu yang diakui dalam custody meter. (Aga3). Alat ini bekerja berdasarkan perbedaan pressure saat fluida masuk ke dalam plate (upstream) dan setelah fluida melewati plate (downstram).

Untuk liquid fluid, pada umumnya sering digunakan tyoe turbine meter. Alat ini seperti alat penghitung air PDAM dirumah-rumah. Kerjanya mengandalkan rotor atau baling-baling yang dilewati oleh fluid yang menyebabkan rotor atau baling-baling ini berputar dan menkounting.

Ada lagi yang sering digunakan, misalnya coriolis tube dll. Lebih lengkapnya bisa dilihat di bukunya orang-orang instrument dan mungkin juga disiplin lain.

Tanggapan 3 – ghafur agus

maksudnya Flow Meter untuk apa dulu ni…

Liquid atau gas?…

Liquid Hydrocarbon atau Water?…

Tanggapan 4 – itho

Bu septiani,

Flow meter yang ada di Indonesia belum dapat di pastikan merk apa yang dominan atau lebih banyak di gunakan.
akan tetapi merk yang sudah terdaftar di Migas dapat dilihat pada website ditjen migas atau link dibawah ini.

www.migas.esdm.go.id/download.php?fl=gerbang_164_2.pdf

Tanggapan 5 – Muhammad Damiat

Mungkin bisa lebih spesifik tipe apa yang ditanyakan. Untuk tipe coriolis biasanya Emerson dan Endres+Hauser (E+H), keduanya untuk oil & gas. Kalau untuk industri, ada Yokogawa, Oval, etc. Untuk tipe magnetik, ada Yokogawa, dll. Semoga membantu.

Tanggapan 6 – Ordi Yudhan

Betul, untuk liquid atw gas.

Kalau untuk merk saja yg setau saya ada gerand, honeywell, lambda, spriano , dll.

Tanggapan 7 – itho

Dear Pak Ibnu,

Sedikit koreksi untuk merek Oval dapat digunakan di Oil & Gas maupun Industri (please visit website kami www.oval.co.jp).

Tanggapan 8 – Muhammad Damiat

Dear pak Tirto,

Terimakasih untuk koreksinya. Sekaligus buat nambahin ilmu saya.

Tanggapan 9 – Pradnya Paramitha

Ikut menambahkan

Differential Pressure Flowmeters:

Orifice Plate: Platenya merk solartron dan DP transmitternya biasanya menggunakan merk Rosemount atau Yokogawa

Venturi Tube: Solartron

Variable area flowmeters:

Rotameter: merk Brooks Instrument

Positive Displacement Flowmeters:

Oval gear flowmeter: merk Brodie Meter

Turbine Flowmeters:

Axial turbine: merk Brodie Meter

Magnetic Flowmeters:

DC Pulse magnetic : Rosemount

Turbine Flowmeters:

Axial turbine : Flowmetrics

Magnetic Flowmeters:

DC Pulse magnetic : Rosemount

Ultrasonic Flowmeter

Multi-path: Daniel

Mass flow meter:

Corilolis: Micromotion

Thermal mass meter: Endress+Hauser

Tanya – iwan roesdianto

Rekan2 yang baik hati mhn pencerahannya. Sebetulnya berapa jam sih waktu holding time hydotest utk Flowline ataupun pipeline. Kami sdh mengikuti code ANSI B31.8 dimana disebutkan minimal 2jam waktu holding time tp PJIT tdk menyetujui, jadinya mengulang lagi.
Tks atas pencerahan yang diberikan.

Tanggapan 1 – iwan saputra

Pak Iwan, coba lihat di client spec dan biasanya ada di buku panduannya dari client. Kalau kami lakukan di project kami di Duri , biasanya hydrotest itu 4 jam karena acuan client kami 4 jam walau international standard nyatain 2 jam.
Khan lebih tinggi client spec dibanding standard atau code.

Tanggapan 2 – jagoanneon11

Pak Iwan,

Holding time utk pipa penyalur mengacu ke surat keputusan Migas No. 84.K th 1998, dimana 8 jam utk offshore dan 24 jam utk onshore (mohon koreksinya). Tetapi hal ini dikurangi jika end-user mengajukan prosedur hyrotest utk disetujui Migas lwt PJIT. Yang saya heran, sehrsnya PJIT sdh melakukan review prosedur hydrotest sblm pelaksanaan dan memberi masukan ke end-user ato kontraktor.

Tanggapan 3 – And Riawan

ini bukan koreksi:

Pak Jagoanneon – – kemarin kami & teman2 kontraktor melakukan hidrotes untuk
pipa di jawatimur selama 24 jam . . . (sesuai prosedur yg sudah di sepakati) .

Tanggapan 4 – hari Prastyo

Dear all,

Saya sedikit share saja selama saya belajar di perusahaan saya sekarang.

Sebelum kami melakukan fabrikasi atau installasi, kami mengajukan procedure2, termasuk salah satunya procedure hydrotest ke QC Engineer client/company. Pastinya procedure yg kami buat harus merefer dr standard, code & spec company yg dipersyaratkan oleh client/company. Jika kami tdk mengikuti pembuatan procedure2 itu dr awal, dg mudah saja kita ikuti procedure yg sudah diajukan perusahaan kami tsb dan tentunya sudah di approve oleh company. Andai dalam aplikasi nya kita kerja sudah sesuai procedure tsb kita masih disalahkan kita bisa complaint balik, kan sudah di approve sama client.
Smoga sedikit share dr saya ada manfaatnya, dan mohon di koreksi bila ada kesalahan dr bapak2 yg lebih senior dr saya…..