Penggunaan bahan bakar dengan nilai oktan rendah atau tinggi, bukan di tentukan oleh tahun pembuatan, tetapi ditentukan oleh perbandingan kompresi dari mesin mobil tsb. Makin tinggi perbandingan kompresinya, makin tinggi pula oktan yg dibutuhkan, jadi walaupun mobil pembuatan tahun 2010, kalau perbandingan kompresinya rendah, memerlukan bahan bakar oktan rendah. Kalau mesin dengan perbandingan kompresi tinggi dipaksakan menggunakan bahan bakar oktan rendah, maka mesin akan knocking ( nglitik ) dan mesinnya ( pistonnya ) akan cepat rusak, jadi tidak berpengaruh pada fuel pump.

Pembahasan – P4n71 Kom1n6

Hari Sabtu, 31-Juli-2010 pukul 17.15 mesin mobil saya mendadak mati saat antri mengambil tiket tol di pintu Tol Pondok Gede Timur. Padahal hari selasa kemarin saya baru saja check up mesin di bengkel langganan, saat saya periksa smuanya ternyata kerusakan pada fuel pump mobil.

Di pinggiran pintu tol saat itu pula, saya lihat mobil toyota innova yang mengalami kerusakan fuel pump.

Akhirnya mobil diderek sampai pintu Tol Bekasi Barat, dan disaat keluar Tol Bekasi Barat saya menemui 2 mobil lainnya diderek juga keluar tol.

Kejadian ke tiga cukup membuat saya tidak habis pikir, saat saya sampai di bengkel saya temui ada 4 mobil lain yang mempunyai kasus mogok yang sama, tetap fuel pump. Saya tanya ke montir di bengkel tersebut, berapa banyak mobil yang rusak fuel pumpnya ? Ternyata fantastis juga jawabanya, tadi siang saja sudah masuk 5 mobil dengan keluhan sama, fuel pump rusak. Ini belum termasuk mobil saya, dan 3 mobil lainnya : Vios, Galant, & Teranno.

Pada hari-hari sebelumnya setiap mobil mogok yang masuk bengkel, keluhan tetap sama, fuel pump yang rusak.

Kejadian ini terjadi juga pada mobil adik saya yang baru 3 bulan keluar dari dealer, rusak fuel pump saat memakai premium.

Sebenarnya dari masalah-masalah yang sama di setiap mobil mogok yang sedang up to date, ada apa dengan pasokan premium pertamina ?

Apakah memang ada unsur kesengajaan dari Pertamina untuk menurunkan kualitas premium, sehingga membuat rusak fuel pump ?

Saya berasumsi bahwa dengan merendahkan mutu premium ini akan membuat pemakai mobil kapok memakai premium, dan pindah ke pertamax ?

Setelah tabung gas yang sering memakan korban, tapi tindakan-tindakan nyata masih belum jelas untuk antisipasi soalan ini.

Sekarang datang lagi premium bermasalah yang memakan korban.

Tanggapan 1 – kusumowd

Maaf, kayaknya fenomena ini semakin semakin ada saja beritanya, apa bener kesalahan ada dipihak pertamina?

saya coba berpikir….; sebenernya premium ini ada dan disediakan pemerintah untuk siapa? kalau tidak salah ada subsidi pemerintah untuk pengguna premium.

Sedangkan banyak mobil2 baru yang menggunakan Premium? mengapa? kita sudah baca specnya dan juga dianjurkan oleh dealer agar menggunakan Pertamax (minimal), kita tahu octane dari premium memang sudah rendah yang tentunya ditujukan pada kendaraan2 tertentu, kalau kemudian mobil2 yg mestinya menggunakan octane yg lebih tinggi (pertamax) kemudian memilih menggunakan premium dan kemudian Fuel Pump rusak, siapa yg mesti disalahkan? pemakai/penggunanya atau bahan bakarnya (premiumnya)/ Pertaminanya?

Terima kasih, CMIIW

Tanggapan 2 – vimala sariputera

Pak Kusumo,

Seperti yg pernah dibahas dimilis ini, bahwa penggunaan bahan bakar dengan nilai oktan rendah atau tinggi, bukan di tentukan oleh tahun pembuatan, tetapi ditentukan oleh perbandingan kompresi dari mesin mobil tsb. Makin tinggi perbandingan kompresinya, makin tinggi pula oktan yg dibutuhkan, jadi walaupun mobil pembuatan tahun 2010, kalau perbandingan kompresinya rendah, memerlukan bahan bakar oktan rendah. Kalau mesin dengan perbandingan kompresi tinggi dipaksakan menggunakan bahan bakar oktan rendah, maka mesin akan knocking ( nglitik ) dan mesinnya ( pistonnya ) akan cepat rusak, jadi tidak berpengaruh pada fuel pump,

Tanggapan 3 – Triez

Sebenarnya sangat disayangkan adanya kasus ini..menurut saya untuk kasus seperti ini tidak boleh dipandang satu sisi saja..dari sisi Pertamina semata.. Dari dulu kita pake produk premium pertamina..toh ga apa2..kejadian ini menurut saya juga menjadi pelajaran berharga bagi pemerintah kita..apa betul sosialisasi dengan cara seperti itu akan efektif ? Sedih rasanya melihat banyak sekali kendaraan pribadi dan kendaraan umum beralih ke produk lain..terutama para pengusaha kendaraan seperti taksi dan lain2 beralih ke produk dari bangsa asing selain pertamina..setiap saya naik taksi pasti hal tersebut yg selalu menjadi pembicaraan para sopir taksi..mereka bilang satu hari mogok hampir 80 armada,pak..gimana tidak kita beralih ke produk lain klo fuel pump yg biasa ganti 2 tahun sekali jadi sebulan 2 kali..padahal harganya mahal..Coba perhatikan sekarang, pom bensin asing ramai dikunjungi warga gara2 kasus ini..

Semoga Pertamina dan Pemerintah dapat segera tanggap akan hal ini karena faktanya sekarang kepercayaan masyarakat sudah mulai berkurang dan segera memperbaiki pelayanan pada masyarakat kecil…

Tanggapan 4 – ari.kristiawan

Dalam hal ini seharusnya tidak bisa dilihat dari sisi qualitas premiumnya, kita juga harus melihat dari sisi SPBU yang kemungkinan tidak merawat reservoir tank dengan baik sehingga menyebabkan korosi.Korosi itulah yang bisa saja mengakibatkan masalah pada fuel pump kendaraan.

Saran saya bagi pengendara yang akan mengisi bahan bakar,sebaiknya jangan mengisi bahan bakar ketika SPBU sedang menambah bahan bakar pada reservoir tank.Kita bisa melihat dari mobil tanki yg sedang parkir di SPBU.

Tanggapan 5 – dqs_pfept

Saya pikir ini memang berpulang pada kita semua , mau percaya atau tidak cerita premium penyebab fuel pump rusak .. (Krn mobil saya ok ok saja itu )

Setau saya dari teman di Pertamina, Pertamina jualan premium dengan harga subsidi , namanya saja subsidi, tidak memberikan keuntungan perusahaan berarti – misi sosial nasionalnya lebih besar .. (Mungkin rekan dr Pertamina bisa menambahkan ..)
Jadi kalau kita mau beli premium dari pom bensin SHELL , atau PETRONAS ya silahkan saja .. Kan bagus makin sedikit yg beli premium di Pertamina ,subsidi negara berkurang – dana bisa dialihkan ke pendidikan dll .. 🙂

Tanggapan 6 – liliekprasetyo

Semakin gak jelas. Beli premium kok di Shell dan Petronas? Pernah mampir ke SPBU kedua diatas kah ‘dqs_pfept’ ini.

Tanggapan 7 – haditomo_irawan

Rekan KMI,

Setahu saya Premium adalah suatu Brand dari Pertamina dalam penjualan Fuel beroktan 88 dan Pertamax adalah beroktan 90 lalu Pertamax Plus beroktan 92. Sedangkan Shell menjual Shell Super dgn oktan 90 dan Shell extra dgn oktan 92.Untuk Petronas saya jarang gunakan, jadi nama brand nya belum tahu.

Tanggapan 8 – Frengki Simanjuntak

Dear rekan2 KMI,

Fuel pump adalah sebuah pompa, yg gunanya utk menyemprotkan bahan bakar ke ruang bakar. Yg membuat saya bingung kita berbicara masalah nilai oktan yg ada di premium, apakah nilai oktan itu ada pengaruh nya terhadap kerusakan sebuah pompa …..????, misalnya membuat fluida (premium) menjadi sangat korosif, kekentalan fluida bertambah/berkurang dan lain sebagainya. tetapi kalau di dalam premium mengandung kotoran ataupun kristal-kristal pasir saya baru sangat setuju kualitas premium sangat jelek dan sudah sangat pasti bisa merusak pompa . Tetapi kalau berbicara masalah nilai oktan terhadap kerusakan pompa saya justru jadi bingung dan pengen tahu, apakah benar ..???? karena tidak ada satupun yg memberikan kajian ataupun study terhadap hal ini secara ilmiah khususnya pengaruh nilai oktan tersebut terhadap kerusakan pompa.

Buat rekan-rekan KMI semua ditunggu study ilmiah nya, setelah itu baru kita sama-sama memvonis apa dan siapa yg salah.

Tanggapan 9 – Mico Siahaan

Rekan-rekan, yang dimaksud dengan subsidi BBM itu apa? Pengertian saya subsidi itu ditanggung negara, jadi selisih harga jual ekonomis dan harga jual real itu dibayarkan negara ke Pertamina. Jadi sebetulnya Pertamina tidak rugi. Koreksi saya jika saya salah.

Secara pribadi saya tidak mengerti jika pemerintah dan Pertamina sepakat berkoar bahwa subsidi BBM lebih banyak dinikmati golongan kaya. Definisi kaya pemerintah tidak eksak (atau rekan-rekan punya info mengenai standar kaya versi pemerintah ini?) Punya mobil dikatakan kaya? Bagi saya mobil sudah menjadi kebutuhan standar hidup karena pemerintah gagal untuk menyediakan transportasi publik yang manusiawi. Maaf, ini bukan lagi masalah nyaman/tidak nyaman, ac/non-ac. Coba liat transportasi publik kita: bis, KRL. Manusia diperlakukan seperti binatang.

Bagaimana dengan sepeda motor? Sepeda motor bagi saya adalah sarana transportasi yang tidak aman.

Perih hati saya jika mendengar pejabat pemerintah dan Pertamina mengambil contoh ‘masa mobil sedan mau isi premium’? Memangnya berapa sih prosentasi mobil sedan di Indonesia? Saya lihat mayoritas mobil di jalan sekelas avanza/xenia/kijang yang pemiliknya adalah oarang-orang yang kerja keras menyisihkan uang gaji yang tidak seberapa demi membeli sedikit kenyamanan dan keamanan sarana transportasi keluarga.

Walau kita mungkin sama-sama berkerja di bidang Migas, saya tahu bahwa ada gap yang besar dalam hal gaji dan fasilitas antar perusahaan.

Sorry, Pak Budhi jadi curcol.

Tanggapan 10 – Hermanto

Saya orang awam dan tidak mengerti, lagi hunting mobil.

Melihat fenomena ini saya jadi ragu dalam menentukan pilihan.

Mohon pendapat dan saran dari anggota milister.

Apakah waktu membeli fuel pump memang ada specnya yg menyebutkan fuel pump tertentu hanya bisa digunakan untuk premium atau pertamax saja?

Jika salah beli maka fuel pumpnya akan cepat rusak.

Jika tidak ada spec yg menyebutkan seperti di atas, berarti kerusakan fuel pump bukan disebabkan oleh jenis bahan bakar yg digunakan.

Sekali lagi mohon maaf karena saya betul2 awam dibidang ini.

Tanggapan 11 – Suprianto Dhono Seputro

Wah ini kan propaganda asing mas, dari dulu bangsa kita diobok-obok terus…. dan celakanya gampang…

Tetapi hemat saya Pertamax masih ok kok…..

Sukses produk dalam negri he he he…

Tanggapan 12 – P4n71 Kom1n6

Propaganda Asing apa lagi ?

Kejadian ini terjadi pada saya, kok jadi dianggap propaganda Asing ?

Jangankan propaganda asing yang suka obok2 bangsa kita. Bangsa sendiri saja suka obok2 bangsa kita pak.

Mungkin untuk yang ekonomi lebih, pertamax bukanlah masalah.

Tolonglah sekali-sekali melihat ke bawah, bagaimana sopir taksi pada ga bisa narik karena mobilnya masuk ke bengkel smua.

Sedikit link apabila kasus seperti ini dianggap propaganda asing.
http://otomotif.kompas.com/read/2010/07/30/12383373/Menurut.KPBB.Kasus.Fuel.Pump.karena.Premium.Tercemar-5

Tanggapan 13 – Arthur Silalahi

Tenang Mas Panji Koming J

Saya malah baca di tabloid otomotif kmrn ternyata GM dan TAM melakukan investigasi sendiri.

Kalo GM melakukan uji coba di lab independen di indonesia sedangkan TAM di prinsipalnya di Thailand.

Dan hasilnya benar ada impurities (saya tidak bicara besarnya loh yah, kalo besarnya silahkan tanya ke kedua atpm itu aja).

Sedangkan hasil dari Pertamina saya belum tahu ada atau nggak.

Jadi prihatin juga dengan cara PR pertamina yang bersifat defensif ketimbang memperbaiki diri.

Mas Hermanto juga sepertinya kurang bijak menanggapi persoalan. Hal seperti ini bukan masalah propaganda asing mas.

Tapi bagaimana kita mau memperbaiki diri.

Rasanya sudah di bahas di topik2 sebelumnya bahwa kita bukan mau memojokkan pertamina.

Tapi supaya berubah menjadi lebih baik…