Masalah dalam pengurusan master list adalah ketidak siapan Kontraktor untuk menyiapkan dokumen yang harus diajukan ke Surveyor Indonesia. Pengalaman ini juga menjadi ‘key lesson learned proyek saya sebelumnya’. Biasanya, diperlukan KIMAP dan kode-kode tertentu yang harus diajukan ke KKS untuk mendapatkan persetujuan dan pengantar ke SI. Setelah dari SI apabila memang tidak ada dalam ‘master list’, (Ingat master list adalah material yang tidak / belum diproduksi di Indonesia) jadi tolong dipastikan material tsb dulu sebelum diproses. Jadi disini peranan ‘agen’ yang mengawal masterlist ini sangat penting, apakah dia berpengalaman atau tidak, kemungkinan besar apabila semua sudah sesuai, biasanya hanya membutuhkan 3-5 hari kerja dari SI sampai ke MIGAS dan di Migas 1-2 minggu untuk sampai ke custom. Dan terakhir baru didapatkan dari custom.1-2 minggu.

Tanya – henry mariono

Rekan-rekan yth.

Saya minta tolong informasinya bagi yang mengetahui cara mengurus Masterlist dengan cepat.

Apakah ada prosedur cepat / darurat dalam hal pengurusan Masterlist? Kalau ada kira-kira berapa lama? Karena saat ini sepengetahuan saya pengurusan Masterlist memakan kurang lebih 6 minggu dan tidak bisa lebih cepat lagi.

Tanggapan 1 – Alex Iskandar

IMHO, masalah dalam pengurusan master list adalah ketidak siapan Kontraktor untuk menyiapkan dokumen yang harus diajukan ke Surveyor Indonesia. Pengalaman ini juga menjadi ‘key lesson learned proyek saya sebelumnya’.

Biasanya, diperlukan KIMAP dan kode-kode tertentu yang harus diajukan ke KKS untuk mendapatkan persetujuan dan pengantar ke SI. Setelah dari SI apabila memang tidak ada dalam ‘master list’, (Ingat master list adalah material yang tidak / belum diproduksi di Indonesia) jadi tolong dipastikan material tsb dulu sebelum diproses. Jadi disini peranan ‘agen’ yang mengawal masterlist ini sangat penting, apakah dia berpengalaman atau tidak, kemungkinan besar apabila semua sudah sesuai, biasanya hanya membutuhkan 3-5 hari kerja dari SI sampai ke MIGAS dan di Migas 1-2 minggu untuk sampai ke custom. Dan terakhir baru didapatkan dari custom.1-2 minggu. Diatas kertas memenag 6 minggu.

Jadi, 6 minggu adalah waktu standard, yang bisa diimpprove, tergantung dari data dan kemampuan agen tersebut.
Tolong dicatat ‘kemampuan’ disini bukan berarti agen yang mampu menyogok/ suap dsb. (karena saya sangat menentang hal ini), namun karena pengalaman dan experties merekalah yang mereka mampu melalukan hal ini. Apabila semua data sudah lengkap, dan rajin ditengok untuk diingatkan kepada MIGAS dan Custom, saya yakin tidak ada alasan dalam waktu 3-4 minggu bisa keluar.
CMIIW.

Tanggapan 2 – donny rico m

Pak Mariono,

pengalaman justru yang lamanya adalah dari kita/user. bukan di bkpm nya, he..he..

gini…secara gampangnya adalah master list didapatkan setelah ada persetujuan dari bkpm mengenai rencana investasi atas perluasan dari perusahaan. silahkan daftar di lt. 4 bkpm yang ada di Jl. Jend. Gatot Subroto itu. ijin investasi perluasan tersebut umumnya didpatkan 10 hari kerja maksimal karena yang ttd cuma Kepala BKPM. ini ga usah lewat agent. harusnya team Supply Mgt Anda bisa sendiri minta nya.

stelah ijin didapat, barulah proses pengajuan master list dilakukan dengan mengisi beberapa form. step nya adalah master list terhadap mesin (lengkap dengan laporan kapasitas sekarang dan nantinya serta lay out pabrik dsb) dulu baru kemudian material (raw material) yang akan digunakan oleh mesin2 tersebut. persetujuan master list tersebut emang cukup lama sekitar 2 bulan karena approval nya adalah Mentri Keuangan.

master list sendiri umurnya 2 tahun dan bisa diperpanjang cuma 1x saja. master list bisa dipergunakan sekali shipment dari semua mesin yang didaftarkan atau partial shipment. tinggal kasih lihat ijin perluasan tersebut dan master list nya ke pihak customs.
per 2010 yang lalu, saya lupa kebijakan institusi mana, jika ada investasi dan pengurusan import barang lewat master list, Import duty bisa 0%. jadi tinggal PPN dan Pph yang totalnya 12,5% yang bisa direimburse di akhir tahun untuk balancing pajak masuk dan pajak keluar seprti yang kita diskusikan beberapa waktu yang lalu.

semua nya saat ini bisa dilakukan sendiri. tidak perlu lewat agen yang jadinya ada tambahan cost meski memang bisa diclaim untuk cost recovery. tapi, cobalah untuk mandiri demi bangsa ini…

semoga bermanfaat dan silahkan ditambahkan rekan yang lain.

Tanggapan 3 – henry mariono

Trims pak Alex untuk informasinya… saya berandai-andai kalau dalam hal emergency (seandainya terjadi breakdown di platform dan ada material yang diperlukan dari luar negeri untuk memperbaikinya tidak diproduksi di dalam negeri), apakah tidak ada rute lain selain rute melalui SI -> Migas -> Cukai, sehingga lebih singkat?

Trims pak Koko untuk contact personnya.

Tanggapan 4 – sugihwaras

Pak Herry..

Setahu saya..kalau bapak perlu cepat.. bapak bisa langsung import tanpa pakai fasilitas masterlist….tp konsekuensinya bapak harus membayar custom tax dan lain lainnya..krn sebenarnya nature dari masterlist adalah fasilitas keringanan atau pembebasan bea masuk..dulu sih dgn masterlist bea masuk hanya 0-5%..gak tahu sekarang..

Klo bapak ingin mendapatkan fasilitas ya harus follow the procedure masterlist..untuk migas ke SI sedangkan selain migas ke Sucofindo..

Sebenarnya sejak diberlakukan asean ftz..ada beberapa capital goods or consumable goods yg bea masuknya 5% juga..jadi tanpa masterlist pun sudah cukup kecil..

Mungkin ada rekan2 dr SI atau Sucofindo yg bisa lebih membantu.

Tanggapan 5 – razi.zs

Secepat apa sih yang diinginkan?

Hari ini sampai- hari ini keluar?

Goods tersebut jenisnya opex atau capex bagi KKKS. Artinya semuanya akan dikembalikan ke negara dalam bentuk cost recovery.

Tingkat kecepatannya adalah selama dokumen yg di-submit ke custom clearence sama dengan goods yg diterima. Approval lembaga-lembaga terkait bisa ditunggu dan dimonitor status daily.

So, utk keperluan negara tidak akan jd hambatan.

Urus dokumen sebelum kapal merapat di pelabuhan. Paling singgah 3 hari di w/h pelabuhan.

Syarat utama adalah tidak boleh salah nomor master list, nama KKKS, npwp, alamat sesuai npwp, nama kapal, jumah kemasan.
Bila ditemukan kesalahan satu karakterpun, maka siklus pengurusan mulai dari awal lagi.