Sonatrach milik pemerintah Algeria mengatakan perusahaan menyerahkan kontrak senilai 908 juta dolar kepada Technip untuk memperbaharui lagi kilang minyak 60,000-b/cd di Algeria. Pengerjaan pada kilang akan memakan waktu 38 bulan penyelesaian dengan biaya 67.8 milyar dinar (908.2 juta dolar), kata Sonatrach.

Penulis : Eric Watkins

Sonatrach milik pemerintah Algeria mengatakan perusahaan menyerahkan kontrak senilai 908 juta dolar kepada Technip untuk memperbaharui lagi kilang minyak 60,000-b/cd di Algeria. Pengerjaan pada kilang akan memakan waktu 38 bulan penyelesaian dengan biaya 67.8 milyar dinar (908.2 juta dolar), kata Sonatrach.

Pengerjaan pada kilang adalah bagian dari rencana moderenisasi yang akan melihat pembangunan dari sebuah kilang baru di barat daya dari Algaria di Tiaret. Algeria baru-baru ini memiliki empat kilang dengan sebuah kapasitas kombinasi kira-kira 450,000 b/cd.

Analyst IHS Global Insight melihat penyerahan kontrak sebagai pengembangan significant untuk perusahaan. “Faktanya bahwa sebuah kontrak yang saat ini telah diserahkan mengisyaratkan bahwa Sonatrach akan keluar dari decision-making paralysisnya,” kata Analis.

Kontrak Technip adalah project utama pertama yang diserahkan oleh Sonatrach sejak Januari, ketika chief executive dan beberapa senior executives diberhentikan dari post mereka sebagai bagian dari investigasi dalam korupsi. Sebagai bagian dari kejadian itu, , Nourredine Cherouati diangkat sebagai chief executive baru Sonatrach, menggantikan Chakib Khelil.

Sumber: www.ogj.com