Piping engineer ternyata hidupnya di tiga dunia yang berbeda mulai dari design engineering, construction and operation. Dan ternyata job of scope yg di highlight juga punya disiplin yang berbeda-beda juga, artinya mereka yg berpengalaman diconstruction belum tentu capable dibidang design engineering, begitupun sebaliknya,begitu juga kalau orang operation(yg kerja di oil company) belum tentu bisa menyesuaikan diri utk terjun kedunia engineering atau construction yg tentu pasti berbeda lagi dunianya.

Pembahasan – ricky Samuel

Sebelum lebih jauh, saya ingin mengungkapkan uneg2 saya tentang dunia piping engineer, didunia oil&gas bidang ini sudah tidak asing lagi, para jobseeker dari latar belakang jurusan teknik mesin sampai dengan jurusan teknik lainnya bahkan ada juga yg dari background ekonomi banting stir ngambil kerjaan dibidang piping engineering. Nah…piping engineer ini ternyata hidupnya di tiga dunia yg berbeda mulai dari design engineering, construction and operation. Dan ternyata job of scope yg di highlight juga punya disiplin yang berbeda-beda juga, artinya mereka yg berpengalaman diconstruction belum tentu capable dibidang design engineering, begitupun sebaliknya,begitu juga kalau orang operation(yg kerja di oil company) belum tentu bisa menyesuaikan diri utk terjun kedunia engineering atau construction yg tentu pasti berbeda lagi dunianya.
Dalam dunia construction juga terdiri dari beberapa structure organisasi yg berbeda, misalnya, orang yg kerja ikut owner berbeda scopenya dgn main contractor, begitupun main contractor thd sub-contractor, masing2 punya tugasnya sendiri2. Nah permasalahnnya, bagaimana menjembatani hal ini, sehingga para engineer bisa capable ditiga dunia yg berbeda tersebut, mungkin dengan sharing pengalaman dari kakak2 senior khususnya yg sudah malang melintang bisa membagi ilmunya, saya yakin yang muda2 disini sangat mengharapkan sekali, apalagi buat para mahasiswa yg mau akan lulus, tentu mulai berpikir-pikir, bidang apa kira2 yg perlu diambil buat karir masa depannya. Dan saya yakin ini bukan ajang utk bersaing tetapi berbagi tips, maklum pak, kita2 masih muda butuh sekali nasehatnya, karena bapak2 yg sudah senior memiliki experience value-nya sangat berbeda dan tentu qualitynya pasti diatas rata2 dan tdk sama dgn org baru beberapa thn pengalaman apalagi yg baru join… ditunggu saran-saran dan nasehatnya. Semoga sukses para engineer indonesia sampai tingkat international.

Tanggapan 1 – Yusuf Nugroho

Pak Ricky,

Saya sangat sependapat dengan Bapak, sebagai ‘orang piping’ juga saya merasakan bahwa piping benar-benar layaknya pembuluh dalam organ tubuh manusia, sehingga interface dengan disiplin lain dalam hal desain dan construction sangat banyak.

Mungkin untuk advice bisa diberikan oleh para senior, namun selaku pemula izinkan saya berbagi pengalaman bahwa pertama kali kita peru mengetahui design input-output dari dokumen & drawing yang diproduk oleh team piping, dengan demikian kita memiliki gambaran tentang sejauh mana team piping terkorelasi dengan disiplin lain dan tentunya juga dengan owner’s requirement.

Selain itu yang perlu sekali dilakukan adalah aktif bertanya, mengembangkan rasa ingin tahu dan menjadi pendengar yang aktif ketika ada meeting dengan disiplin lain, sehingga hal yang sedang menjadi topik bagi disiplin lain pun dapat kita pahami. Ajang yang tepat mungkin bisa berupa meeting mengenai plot plan, saat penugasan ke site, inspeksi bersama team QC, fabrikasi, meeting HAZOP, dan lain-lain.

Demikian, mohon maaf bila ada kekhilafan dan mohon masukan dari yang lain.

Tanggapan 2 – ricky Samuel

Dear Bpk/Ibu senior,

Bagaimana kelanjutan diskusi kita tentang dunia piping, khususnya buat rekan senior bidang construction/fabrication & design engineering, saya perhatikan belum ada yg kasih komentar/tips/nasehat buat kita yg masih ijo, karena diharapkan melalui diskusi ini kami khususnya dari jebolan perguruan swasta boleh juga menikmati kerja di oil&gas khususnya di epc baik dalam maupun luar negeri, karena memang info ini sangat masih minim bahkan masih asing bagi adek2 kelas, terutama dari swasta, mungkin dikarenakan alumni2nya masih kurang yg bekerja di oil&gas. Saya membandingkan dgn org india & filipine, dimana rasa nasionalnya sangat kental thd junior2nya yg saling bahu-membahu tanpa memandang almamater.Tujuannya saya disini selain buat kemajuan pribadi tetapi yg terutama utk kemaslahatan umat yaitu rakyat indonesia yg semakin berkibar diluar negeri berhubung mungkin dalam negeri belum bisa maksimal.

Tanggapan 3 – Donny Agustinus

Rekan-rekan,

Piping engineer di EPC dan OIl Company, pada dasarnya terbagi atas dua bagian atau stage:

Detail Engineering

Construction

Untuk PE di Oil Company, biasanya ada tambahan lagi yaitu pada masa Maintenance, dan biasanya tidaklah khusus PE tapi lebih sebagai ME.

Dalam tahapan Project, PE di EPC dan PE di Oil Company (sebagai Client) mempunyai sifat yang sangat berbeda. Yang pertama adalah yang kebgaian mengerjakan pekerjaan Detail Engineering, sedangkan yang kedua lebih kearah memeriksa dan mereview pekerjaan P dari EPC, apakah masih sesuai dengan Project Spec yang disepakati.

Sedangkan dalam tahapan Construction, PE yang ikut serta di detail design, kadang gak ikutan di lapangan. Paling Lead nya saja atau dipilih satu orang sebagai Field Piping Engineer. Soalnya, pekerjaan di lapangan konstruksi tidak banyak lagi membutuhkan detail engineering, kecuali hanya sebatas modifikasi atau trouble shooting.

Sehingga, kalau saya boleh berpendapat, lebih baik mengikuti sebagai PE di Detail Design, kemudian baru ikut ke lapangan sebagani Field Engineer.

Kalau sebaliknya, Field Engineer dulu, baru ke Detail Design, sebetulnya bisa saja, asal selama jadi Field Engineer tidak lupa membuka Code dan Standard yang digunakan, sehingga jadi lebih mudah memahami ketika di Detail Design.

Demikian sedikit dari saya,

Tanggapan 4 – ricky Samuel

Pak Donny, terima kasih banyak atas pencerahannya dan juga buat beberapa rekan yg telah menyumbangkan saran2nya..

Tanggapan 5 – A Eko Agung(Gmail)

Rekan Ricky,….

Seperti yang di responce teman-2 milis lainnya,…hidup dan bekerja itu melibatkan banyak fihak, yang harus saling seriring sejalan, amat sangat mungkin banyak fihak itu berkumpul pada diri kita sendiri, sehingga kita harus bisa memisahkan hal-2 tsb yang mungkin saling betentangan yang ada di diri kita.

Jangankan hidup di tiga dunia, mungkin saja pada kesempatan lain kita harus hidup di 10 dunia yang berbeda sesuai dengan tantangan dan kenyataan yang harus kita hadapi,

Kuncinya selain dasar yang kita punyai adalah percaya diri (PD) dan pengalaman hidup or pengalaman kerja alias Jam terbang….

Saya katakan demikian karana saya sendiri juga mengalami hal yang sama, dengan dasar marine enginer yang bekerja di oil company dan handle IT&Electronic contol related…

Tanggapan 6 – nopry_a

Bung Riki

Pengalaman saya belajar piping baik dengan orang indonesia sendiri ataupun dengan orang asing kita harus prokatif bukan menunggu info dari orang lain (senior) satu hal yang harus indah ingat jangan malu-malu untuk bertanya

Kalau anda sudah terjun dibidang ini tidak ada bedanya anda itu berasal dari PTS mana atau PTN

Mana, jika anda merasa berbeda itu hanya perasaan anda saja

Selamat belajar piping

Tanggapan 7 – hotma parasian

Mungkin salah satu yg bisa menjembatani-nya adalah PD(selfconfidence) pada saat ada tawaran piping engineer, karena pada intinya semua bisa belajar didalam, kecuali utk level lead/senior, mungkin agak sulit karena ini bagiannya org2 yg sudah diatas 10 tahun keatas pengalamannya. Yang lebih seru lagi jika orang piping engineer bisa pindah/melamar ke mechanical engineer krn sudah jenuh/atau ada tawaran yg menarik, jadinya org piping bisa juga handle jobnya orang mechanical begitu juga sebaliknya.

Tanggapan 8 – Mubarok

Pagi semuanya..

Saya setuju sekali dengan Cak Wan bahwa musti mengupdate diri. Dunia per-piping-an luas, kita harus terus update pengetahuan dan berbagi pengalaman. Tapi ada nggak ya semacam perkumpulan non resmi untuk piping engineer? Ato at least “piping engineer wanna be”. He2. Gimana Cak Wan? Kita sama2 di Batam kan, pasti ada puluhan piping engineer di pulau kita.

Tapi tetap pengalaman nggak bisa dikesampingkan lho. Karena pengalaman lah yang membedakan antara proses pengambilan keputusan ato kesimpulan dari engineer satu ke engineer yang lain.

Tanggapan 9 – hotma parasian

Pak Mubarok, saya juga tinggal di Batam, kayaknya memang perlu diadakan perkumpulan non resmi untk piping engineer, saya bukan piping engineer tapi banyak bersentuhan dgn dunia ini, apalagi kalau kita perhatikan kebanyakan company EPC kalau buka lowongan selalu ‘dibutuhkan piping engineer’ maka saya berkesimpulan bahwa piping engineer ini sangat banyak sumbangsihnya selain bidang yg lain tentunya. Jadi dengan adanya perkumpulan ini saya ber-angan2 kita yg masih ijo, bisa menambah ilmu,pengetahuan&pengalaman dari kakak2 senior/lead piping engineer, dan yang baru lulus dapat belajar/magang di EPC lokal, trus…setelah mantap pengalaman, maka ‘melompat’ ke LN seperti Naijeria,ME,SI,MA etc. Begitu kira-kira yg bisa saya tambahkan.

Tanggapan 10 – Sarullah, Salman: Mr.

Saya dukung ide P’ Mubarok dan P’ Hotma dengan perkumpulan Piping-nya.

Kami2 yang di luar dunia O&G tapi ingin belajar Piping, boleh dong diajak ikutan….