Besar kecilnya perpindahan panas dalam HE dipengaruhi oleh : – Luas permukaan perpindahan panasnya; – Proses konduksi (tergantung konduktifitas termal bahan materialnya), – Proses konveksinya (tergantung koefisien konveksi (h), dimana h = k.Nu/d
– Nu = bilangan Nuselt (tergantung banyak parameter tergantung rumusnya siapa yang dipakai), untuk rumus sederhananya Nu tergantung Bilangan Reynold (Re) dan Bilangan Prandtl (Pr) fluidanya dan konstantanya, – Re tergantung kecepatan aliran fluida (u), diameter saluran (d), dan kekentalan fluidanya.

Tanya – Andry Soetiawan

Salam rekan-rekan migas,

Saya bukan orang mechanical, jadi awam mengenai heat exchanger, mudah2an rekan-rekan bisa membantu saya.
Saya ingin bertanya untuk performa dari sebuah shell & tube heat exchanger jika material tubenya diganti.

Apakah mengubah material tube misalkan dari copper nickel ke stainless steel atau titanium mengubah secara signifikan proses heat transfernya?

Di dalam sistem shell & tube heat exchanger ini, apakah yang paling berpengaruh untuk proses transfer panas? konduktifitas material atau konveksi antara metal dan fluida?

Jika ada pengaruh yang signifikan dari penggantian material dengan konduktifitas lebih rendah, apakah solusi dengan mempercepat aliran fluida dapat membantu performa heat transfer kembali seperti semula?

Apakah rekan-rekan memilki rumus simple antar hubungan konduktifitas-konveksi-velocity-surface area-heat transfer dalam sebuah heat exchanger?

Maaf jika pertanyaan saya banyak dan kompleks, saya benar2 awam disini.
Terima kasih sebelumnya & salam,

b>Tanggapan 1 – ahmadrs@technip

Pak Andry, saya akan coba menjawab

1. Apakah mengubah material tube misalkan dari copper nickel ke stainless steel atau titanium mengubah secara signifikan proses heat transfernya? Perubahan ada tapi tidak terlalu signifikan percentage-wise

2. Di dalam sistem shell & tube heat exchanger ini, apakah yang paling berpengaruh untuk proses transfer panas? konduktifitas material atau konveksi antara metal dan fluida? Karena pemilihan material tubing yang sudah standard (CS/SS/Ti/Cu), condongnya ke transfer panas konveksi. Ingat juga ada resistance dari fouling factor fluida.

3. Jika ada pengaruh yang signifikan dari penggantian material dengan konduktifitas lebih rendah, apakah solusi dengan mempercepat aliran fluida dapat membantu performa heat transfer kembali seperti semula? Nggg…ngga juga. Yang penting itu penurunan konduktivitas harus diimbangi dengan menaikkan jumlah area permukaan transfer panas.

4. Apakah rekan-rekan memilki rumus simple antar hubungan konduktifitas-konveksi-velocity-surface area-heat transfer dalam sebuah heat exchanger? Silakan baca buku Perpindahan Panas karangan JP Holman.

b>Tanggapan 2 – Japar Shodiq

dear pa Andri….

sedikit sharing ja, keetulan saya sedang merancang HE juga.

semua yang pa Andri cari ada di buku DONALD Q KERN, bisa di download di 4shared.com

maaf apabila kurang memberikan kejelasan.

b>Tanggapan 3 – sujono sujono

Salam untuk semuanya yg membahas Performa HE.

Besar kecilnya perpindahan panas dalam HE dipengaruhi oleh :

– Luas permukaan perpindahan panasnya,

– Proses konduksi (tergantung konduktifitas termal bahan materialnya),

– Proses konveksinya (tergantung koefisien konveksi (h), dimana h = k.Nu/d

– Nu = bilangan Nuselt (tergantung banyak parameter tergantung rumusnya siapa yang dipakai), untuk rumus sederhananya Nu tergantung Bilangan Reynold (Re) dan Bilangan Prandtl (Pr) fluidanya dan konstantanya.

– Re tergantung kecepatan aliran fluida (u), diameter saluran (d), dan kekentalan fluidanya.

Jadi selain material tube dan ukuran, jenis fluida, proses konveksi juga dominan menentukan Performance HE.

Untuk secara lengkap dan jelasnya saya kira tidak muat disini, yang jelas bahan tube tidak satu-satunya penentu performance HE, silakan baca bukunya banyak sekali yang membahas HE contohnya :

– Process Heat transfer (D.Q Kern)

– Process Heat transfer and application (R.W. Serth)

– Heat Exchanger Theory, Design and Rating (SadiQ cacas)

dll masih buanyak.

Salam mudah2an bermanfaat.