GDF Suez baru-baru ini menandatangani perjanjian untuk menjual LNG kepada OAO Gazprom dan Korea Gas Corp. (Kogas) lebih dari periode 2½-tahun.

Penulis : Doris Leblond

GDF Suez baru-baru ini menandatangani perjanjian untuk menjual LNG kepada OAO Gazprom dan Korea Gas Corp. (Kogas) lebih dari periode 2½-tahun.

Perusahaan tanggal 27 September mengumumkan sebuah perjanjian “medium-term” dengan Kogas Korea Selatan untuk pengiriman kargo 41 LNG yang dimulai pada quarter keempat dan memperpanjang sampai tahun 2013. Secara keseluruhan volume akan mencapai sekitar 2.5 juta ton LNG.

Pada 22 Sept, GDF Suez membuka perjanjian dengan Gazprom Global LNG (GGLNG) yang berbasis di London untuk menjual 15 fob cargoes LNG (sekitar 900,000 tons). Perjanjian pertama direncanakan selama awal tahun 2011 dan akan memperpnajang lebih dari 2½ tahun.

Cargo disumberkan dari portfolio LNG yang bermacam-macam dari GDF Suez dengan jumlah sampai 16.5 million tonnes/year di Algeria, Egypt, Nigeria, Norway, Yemen, dan Trinidad dan Tobago. LNG diangkut pada 18 tanki LNG yang dioperasikan.

Juru bicara GGLNG, Anastasia Ivanova mengatakan tujuan pemasaran untuk LNG yang diperoleh dari Gazprom akan tergantung pada kecenderungan permintaan dunia.

Kogas adalah importer LNG terbesar didunia, yang mengoperasikan tiga terminal gasifikasi dan 2,700 km pipa gas bertekanan tinggi di Korea Selatan.

Sumber: www.ogj.com