Negara-negara yang kekurangan SDA dalam artian jumlah sangat wajar bila mendatangkan expat, contohnya adalah Malaysia, Saudi, Qatar, Oman, Australia, Canada, dan Singapura, dll. Mereka memerlukan expat sebagai pekerja yang akan patuh pada arahan mereka untuk mendukung tumbuh kembangnya perekonomian mereka baik dalam pengolahan SDA maupun sektor-sektor jasa. Dalam prakteknya, peranan expat memang sangat-sangat positif memompa ekonomi mereka. Lalu terjadi pergeseran level sosial pada penduduk lokal yang dulunya berprofesi sebagai pekerja, maka dengan kedatangan expat mereka menempatkan diri sebagai tuan, karena berbagai fasilitas yang mereka miliki misalnya tanah, kemudahan pinjaman modal, akses kepada birokrasi, dan barang modal lainnya.

Pembahasan – irviantanto

Rekan KMI,

Sekedar ikut nimbrung saja. Sebetulnya penerapan SNI itu sendiri sudah sejauh mana? Pada saat saya masih duduk dibangku kuliah, saya banyak belajar beberapa standard nasional maupun internasional. Akan tetapi begitu saya masuk ke dunia kerja, lebih banyak standard international yang saya gunakan.
Misalnya saja JIS, BS, AS dan lain sebagainya. Karena menurut bos2 saya yang notabene non Indonesia merasa lebih yakin dengan standard internasional.
Saya sendiri tidak terlalu mengikuti proses perumusan SNI, hanya saja itu akan menimbulkan kebingunan kepada engineer2 dengan level fresh gaduate.
Saya pribadi saat ini lebih banyak berkecimpung di dunia project managementdan construction management. Kebanyakan referensi untuk itu lebih banyak mengacu keluar negeri seperti AACE, PMI dlsbnya. Sekedar sharing,

Tanggapan 1 – Alex Iskandar

Rekan Irvianto,

Saya mungkin sama dengan anda, lebih banyak berkutat dengan Project Managemen dan sekitarnya. Sebenarnya begitupun dengan Project Management sebagai suatu cabang ilmu yang juga mempunyai standar keilmuan, apakah tidak ada niatan untuk menguatkan lembaga sertifikasi lokal seperti IAMPI dll ??

Adakah rencana BPMIGAS/MIGAS dan pemerintah menguatkan lembaga sertifikasi lokal kita tersebut. Sehingga mungkin nantinya ada sertifikasi oleh IAMPI-BPMIGAS ??

Sepanjang pengetahuan saya, IAMPI telah menyadur (baca: menyarikan secara ilmiah secara legal dan terdaftar tentunya) dasar2 keilmuan dari PMI dg PmBOK nya termasuk juga AACE dll.

Seperti halnya dengan sertifikat PTK007, jadi sekedar lontaran usulan, untuk menyaring tenaga kerja asing secara lebih ‘ilmiah’, tanpa harus menyebutkan Project Manager tidak boleh expat / bule. Sehingga kalau bisa diterapkan, kalau perlu BPMIGAS mensyaratkan project manager harus mempunyai sertifikat IAMPI.
Otomatis semua orang termasuk bulenya KPS mungkin akan berusaha mengambil sertifikat ini.
Dan mereka harus bisa bahasa Indonesia… 🙂

Jadi tidak usah lah insan migas mengangkat senjata, cukup dukungannya mengangkat harkat bangsa dan lembaga-lembaga nasional.

Kalau kita sendiri yang tidak mendukung lembaga-lembaga nasional siapa lagi…

Tanggapan 2 – Admin Migas

Boleh juga usulannya Mas Alex untuk sertifikasi project manager asing, tapi pasti ada perlawanan hebat dari KKKS itu sendiri.
Kalau BPMIGAS semangatnya adalah Indonesian Corporate, jadi pasting mendukung kalau usulan tersebut dapat direalisasikan.
Dan jangan lupa tentunya para expat tersebut harus mengikuti kursus ‘cross culture’.
Sebenarnya banyak item yang harus dipertimbangkan sewaktu rapat RPTKA antara BPMIGAS dan KKKS.

Kebetulan malam ini saya lagi berdiskusi dengan seseorang expert di bidang project management.
Tertarik nggak agar KMI membuat event di bidang project management sesuai dengan diskusi saya dibawah ini.
Kalau tertarik, bantuin saya dong biar event ini bisa terwujud.

Tanggapan 3 – Dirman Artib

Sekalian aja Sertifikasi Auditor untuk Sistem Manajemen juga harus disertifikasi oleh lembaga lokal. Saya dengar ada lembaga sertifikasi lokal untuk Auditor QMS, tapi mereka main nya di area Kehutanan (minta masukan jika ada yang lebih tahu). Mana tahu bisa dikembangkan ke migas, daripada bayar iuran tiap tahun GBP 94 per tahun.

Tanggapan selengkapnya dari rekan-rekan Mailing List Migas Indonesia pembahasan bulan September 2010 ini dapat dilihat dalam file berikut: