Secara umum spesifikasi dalam GSA di tentukan oleh penjual/ pemilik Gas, jika gas tidak sesuai spesifikasi pembeli, maka pembeli harus mengadakan fasilitas tambahan. Fasilitas tambahan/ keinginan pembeli bisa jadi menjadi tanggungjawab penjual, dimana fasilitas tambahan tersebut menjadi bagian dari harga jual gas ini baru satu versi: karena GSA merupakan kesepakatan.

Tanya – adhie_jusuf

Dear All,

Bisakah membantu saya untuk mencarikan rujukan atau referensi mengenai spesifikasi gas yang tertuang dalam Gas Sales Agreement (GSA), termasuk berapa nilai temperature yang diperbolehkan dalam pengiriman gas melalui suatu systen gas export.

Tanggapan 1 – And Riawan

Ya, Mas Adi . . .

Referensi untuk spesifikasi GAs dalam GSA setahu saya tidak ada: kl mau tau ya harus lihat GSA yang sudah ada . . .

Secara umum spesifikasi dalam GSA di tentukan oleh penjual/ pemilik Gas, jika gas tidak sesuai spesifikasi pembeli, maka pembeli harus mengadakan fasilitas tambahan. Fasilitas tambahan/ keinginan pembeli bisa jadi menjadi tanggungjawab penjual, dimana fasilitas tambahan tersebut menjadi bagian dari harga jual gas ini baru satu versi: karena GSA merupakan kesepakatan . . . .

Semakin banyak fasilitas/ keinginan pembeli, maka harga gas akan semakin mahal.

Kondensat:

– dinyatakan dalam RVP (psig/psia) dan temperatur (oF): biasa nya 6 – 12 psig dan 120 oF (rundown), ambien (kirim)

Gas:

– dinyatakan dalam komposisi gas (%mol) dan nilai bakar (btu/scf): 800 – 1400 btu/scf

– dinyatakan juga impuritas nya seperti: H2S , N2, O2, merkaptan, dll

– pengiriman: jalur pipa: tekanan (psig/ ksc), temperatur (oF/oC), untuk transmisi biasanya 600#, distribusi 300#, retail 150#, temperatur ambien

LNG:

– dinyatakan dalam komposisi gas (%mol) dan nilai bakar (btu/scf): 1000 – 1150 btu/scf

– dinyatakan juga impuritas nya seperti: H2S , N2, O2, merkaptan, dll

– pengiriman: vessel: tekanan: ambien, temperatur: <-160oC

LPG:

Sesuai Keputusan Dirjen Migas No. 25 K/36/DDJM/1990 tanggal 14 Mei 1990 tentang

Spesifikasi Bahan Bakar Gas Elpiji untuk Keperluan Dalam Negeri

Demikian semoga membantu.

Tanggapan 2 – siswantodjumadi

Sekedar masukan berkaitan dengan tenperature pengiriman atau pengapalan LNG yang ditanyakan Mas Adhie, untuk LNG Badak sekitar -159 oC dan LNG Tangguh sekitar -160 oC.

Untuk spesifikasi kontrak gas (sales agreement) ini sangat sensitif. Namun untuk sekedar contoh, berikut ini salah satu data LNG lifting di Badak, sbb:

Methane CH4 :89.23 % Mol

Ethane C2H6 :5.23 % Mol

Propane C3H8 :3.79 % Mol

Iso Butane i-C4H10 :0.84 % Mol

Normal Butane n-C4H10 :0.89 % Mol

Iso Pentane i-C5H12 :0.00 % Mol

Normal Pentane n-C5H12 :0.00 % Mol

Normal Hexane n-C6H14 :0.00 % Mol

Nitrogen N2 :0.02 % Mol

Oxygen O2 :0.00 % Mol

Carbon Dioxyde CO2 :0.00 % Mol

Hydrogen Sulfide, H2S :< 0.01 (0.0026)Grain/100 SCF

Total Sulfur :< 0.01 (0.0048)Grain/100 SCF

Liquid Temperature After Loading:-158.9 oC

Vapour Temperature After Loading:-155.7 oC

Vapour Pressure After Loading :16.417 KPa

:1.1542 Kg/cm2

:849 mm Hg

Atmospheric Pressure After Loading:763 mm Hg

Volume Before Loading :0.000 m3 (Ship tank CD B/Loading)

Volume After Loading :128,639.879 m3

Volume Loaded ( V ) :128,639.879 m3

:128,640 m3

Density ( D ) :465.4 Kg/m3

Gross Heating Value ( P ) :51,607 BTU/kg

:1,145.5 BTU/SCF

BTU Delivered ( Q ) :3,089,660 MMBTU

Weight Delivered ( W ) :59,869.010 M/Tons