Apakah platform dibutuhkan untuk maintenance pada lokasi yang kritis? (tinggi dan sulit dijangkau)? Untuk pastinya perlu dilakukan Process Hazards Analysis (lebih afdol dengan metode HAZOP yang melibatkan orang operation dan maintenance) untuk meninjau keperluan pemasangan platform permanen tersebut. Umumnya pemasangan platform membutuhkan justifikasi yakni : apakah ketinggian equipment lebih dari 1.5 m?
apakah equipment/instrument tersebut sering/jarang dibuka/tutup/dioperasikan?
Apakah equipment tersebut sangat berat (e.g. di atas 15 kg) untuk di dismantle (dicopot)? Apakah ruang yang tersedia tidak cukup untuk pijakan/pengoperasian equipment tersebut? Apakah process maintenance yang dilakukan dalam waktu yang lama di tempat tersebut? Apakah unit process/equipment tersebut teletak di dalam plant? Apakah sering terjadi pencurian equipment di luar plant (pemasangan platform akan mempermudah pencurian!)? Jika jawabannya banyak YA (kecuali pertanyaan terakhir) maka rekomendasinya adalah memasang platform.

Tanya – reza adriansyah

Tolong diberi informasi pak, ada beberapa hal yg belum saya pahami mengenai maintenance selama plant berjalan. Logika saya, platform atau ladder jelas dibutuhkan untuk membantu operator (for plant operation). Sdangkan maintenance (yg mungkin tidak sudah terschdule dan tidak dilakukan setiap dari), untuk mencapai lokasi kritis tersebut bisa diakses dgn alat bantu.

1. Apakah permanent platform / ladder dibutuhkan untuk maintenance di beberapa lokasi kritis (elevasi tinggi & sulit dijangkau)?

2. Bagaimana penjadwalan maintenance untuk instrumentasi seperti switch, temperature transmitter, pressure transmitter,dsb. Kira2 dilakukan tiap berapa tahun/puluh tahun?

3. Untuk valve yg selama operation dikategorikan ‘normally open/close’. Apakah juga termasuk valve yg perlu senantiasa dijangkau oleh operator sehingga membutuhkan platform/ladder?

4. Alat bantu apa saja yg bisa digunakan sebagai alternatif lain untuk akses selain memanfaatkan platform/ladder?

Terima kasih sebelumnya…

Tanggapan 1 – Crootth Crootth

Mas Reza,

Saya akan menjawab pertanyaan Mas Reza berdasarkan pengalaman saya di engineering, saat melakukan HAZOP/SIL Study, dan RAGAGEP (Recognized and Generally Accepted Good Engineering Practice) yang sudah ada.

1, Apakah platform dibutuhkan untuk maintenance pada lokasi yang kritis? (tinggi dan sulit dijangkau)

Untuk pastinya perlu dilakukan Process Hazards Analysis (lebih afdol dengan metode HAZOP yang melibatkan orang operation dan maintenance) untuk meninjau keperluan pemasangan platform permanen tersebut. Umumnya pemasangan platform membutuhkan justifikasi yakni : apakah ketinggian equipment lebih dari 1.5 m?

apakah equipment/instrument tersebut sering/jarang dibuka/tutup/dioperasikan?

Apakah equipment tersebut sangat berat (e.g. di atas 15 kg) untuk di dismantle (dicopot)?

Apakah ruang yang tersedia tidak cukup untuk pijakan/pengoperasian equipment tersebut? Apakah process maintenance yang dilakukan dalam waktu yang lama di tempat tersebut? Apakah unit process/equipment tersebut teletak di dalam plant? Apakah sering terjadi pencurian equipment di luar plant (pemasangan platform akan mempermudah pencurian!)? Jika jawabannya banyak YA (kecuali pertanyaan terakhir) maka rekomendasi saya pasang platform

2. Bagaimana penjadwalan maintenance untuk SIS elemen (transmitter, switches dll)?

Studi SIL perlu dilakukan untuk masing masing SIF yang ditinjau, hasil studi SIL biasanya juga menunjukkan berapa sensitivity nilai SIL (PFDavg) dan SFF untuk case jika dilakukan proof test selama 3 bulan, 6 bulan atau 1 tahun.
Secara umum dalam perhitungan SIL (PFDavg), 1 tahun maintenance adalah basis perhitungan.

3. Untuk normally open/close valve perlu platform?

Lihat jawaban no 1, namun khusus untuk valve yang lock open/lock close biasanya tidak perlu platform (kecuali di sampingnya/did ekatnya ada equipment yang memenuhi jawaban YA pada pertanyaan no 1).

4. Alat bantu lain sebagai alternatif?

Four-wheeled Platform (complete with break), Scaffolding namun semua harus diawasi oleh supervisor/scaffolding supervisor.

Semoga membantu,

Tanggapan 2 – Dirman Artib

Pak Reza,

Pandangan saya sampai saat ini, pengertian aktivitas Maintenance juga termasuk melakukan inspeksi atau cek berkala terhadap equipment atau instalasi. Pengecekan atau inspeksi tersebut tentunya dilakukan terjadwal sesuai rencana yang juga direkomendasikan oleh pabrik pembuat. Tentu saja beberapa user mempertimbangkan equipment atau instalasi yg tidak terlalu sering dicek agar plant dan operasional bisa lebih efisien karena tidak butuh banyak orang. Beberapa perusahaan pabrik pembuat bahkan telah meletakkan keunggulan produknya pada produk ‘non-maintenance’ , artinya tidak perlu dicek bila sudah sampai umurnya langsung diganti. Kayak celana dalam untuk para milister yg suka bisnis trip gitu …..:-) 🙂

Any way,

Sepanjang kita butuh pengecekan atau inspeksi saat plant beroperasi, apalagi jika ada trouble yg mengharuskan pekerjaan repair maka kebutuhan ladder akan sangat relevant. Lagian, temporary ladder khan persiapan nya lebih lama pak…

Tanggapan 3 – Ikhsan

Dear Pak Reza,

Sekedar menjawab kebetulan saya di operation yg terlalu detail mengetahui regulasi HSE,

Saya pikir tidak semuanya harus dipasang platform/ladder, bayangkan costnya di setiap point seperti valve open/normal, venting valve/drain valve on pipe rack di setiap jalur, repairment kebocoran dll. Idealnya jika membuat suatu Plant baru atau new project harus terlebih dahulu membuat HIRA/HAZOP yg termasuk meminimize platform/ladder, jikatetap diperlukan bisa digabungkan (menjadi sesuatu yg routine/patrol check), dengan kata lain banyakin posisi yg bisa dijangkau dari bawah/lantai.

Jika tidak bisa dihindari & frekwensinya tidak terlalu sering cukup memasang scaffolding sebagai pengganti platform/ladder atau sejenis mini crane seperti yg dimiliki PLN/TELKOM itupun terbatas dgn beban yg diangkut.

Untuk suatu parameter alat ukur kapan harus dikalibrasi/maintenance, kelihatannya memang ada beberapa yg mengikuti manual maintenance book, tetapi menurut saya yang perlu di upayakan adalah preventif maintenance/kalibrasi secara periodik (1 atau 2 week sekali) sehingga indicator tersebut lebih dini diketahui jika ada kerusakan serius apalagi service prosesnya banyak komponen scalling. Selain preventif schedule juga tergantung dari error indikasi menurut pengamatan proses secara actual/DCS trend.

Demikian sekedar menjawab, mohon Bapak2 yg lebih ahli untuk mengkoreksi/memberi tambahan.

Tanggapan 4 – Crootth Crootth

Hebat juga yah, di test dan kalibrasi 1 minggu sekali, ckk… ckkk.. ckkk.. padahal kan untuk chemical industry jumlah elemen SIFnya kan bisa ribuan…. capek juga yah kalau logic solvernya berupa relay sementara untuk sistem ini nyari errornya agak agak njelimet, lah kalau seminggu sekali di cek/kalibrasi terus lupa masang lagi kabelnya atau ngga proper masang kabelnya (karena pekerjaan rutin berpotensi besar human error) kan berabe juga —> potential hazards!!!

Tanggapan 5 – Ikhsan

Yah , kalau memungkinkan saja tdk harus semua kok (idealnya follow di manual maintenace booknya). Kalau bicara human error di setiap aktifitas juga potensi lho Mas Dam, hanya bisa di minimize dgn check list-tool box meeting-….pasti Mas Dam ahlinya.

Tanggapan 6 – Ikhsan

Mohon ma’af sebelumnya ada sedikit koreksi atas kalimat saya yaitu :

‘Sekedar menjawab kebetulan saya di operation yg tidak terlalu detail mengetahui.

Tanggapan 7 – Crootth Crootth

Mas Ikhsan,

Maksud saya jika human failure nya terjadi pada SIF (Safety Instrumented Function), no matter how high SIL you have on your initiator, logic solver and final element, maka SIL (PFDafg) untuk SIF tersebut jadi tergantung dengan human error (jadi SIL a1 atau orang biasa bilang SIL 0) karena Human failure itu kemungkinannya antara 0.1 dan 0.3 pada setiap kesempatan (Laporan BP Western Coast USA menyebutkan di kisaran 0.25).

Saya cuma mengingatkan, terlalu seringnya melakukan kalibrasi/maintenance pada suatu alat akan berpotensi human error (dan complacency – over PD dan menganggap enteng) karena pekerjaan rutin yang berulang-ulang tersebut. Mungkin harus di scheduled orang yang melakukan kalibrasi harus diselang-seling (jangan sama tiap minggunya).