Performance Compressor yang dikeluarkan oleh vendor adalah perhitungan performance kalau menggunakan gas yang actual akan dipakai nantinya. Sementara pada saat test, biasanya menggunakan gas lain, misalnya nitrogen. Vendor akan melakukan sizing ulang dengan menggunakan gas yang dipakai selama test. Performancenya akan sedikit beda akibat perbedaan SG gasnya, tapi selama masih menggunakan component yang sama (stagingnya, size implellernya dll seperti yang ada di data performance compressor menggunakan gas yang akan ada di field nantinya) ya nggak masalah. Toh vendornya nggak akan cheating karena resikonya juga terlalu gede. Kan nggak lucu kalau kalkulasinya cheating lalu pas dipasang nggak meet requirement.

Tanya – Yeri Kurniawan

Dear All,

Mungkin ada rekan-rekan yang berpengalaman Commisioning Performance Compressor bisa memberikan pencerahan unek-unek saya.

Ketika vendor melakukan pengetesan performance kompressor di workshopnya tentunya gas yang dipakai tidak sama dengan gas yang actual. Bagaimana cara kita melakukan verifikasi bahwa performance kompressor tersebut akan memenuhi kriteria di lapangan nantinya?

Setahu saya, kurva performance yang keluar adalah hasil pengetesan adalah kurva test gas bukan actual gas. Yang actual gas hanya merupakan prediksi saja. Adakah yang pernah melakukan semacam ‘reverse engineering’ persamaan-persamaan apa saja yang dipakai sehingga vendor bisa mengeluarkan ‘predicted performance curve’?

Terima kasih banyak,

Tanggapan 1 – Crootth Crootth

Mas Yeri,

Setahu saya setiap vendor punya reserve gas hydrocarbon buat nge test performance kompresornya. Terlalu riskan menurut saya (bagi vendor compressor) menggunakan gas jenis lain untuk ngetest setelah dikirim (misalnya lebih dari 20000 km jauhnya) ditolak ama customer.

So far saya mengkomisioning lebih dari 4 kompresor kinerja masih sama dengan table/curve yang mereka beli. Ngga tahu juga kalau kompresornya merk abal abal atau beli dari antah berantah…

Jika pihak vendor kompresor berani memberikan process warranty, saya pikir mas Yeri ga perlu khawatir kinerja kompresornya njeblak, tapi tentu saja Mas Yeri harus ikutan Fabrication Testing dulu… di US atau di Eropah atau di mana saja vendornya membuat kompresornya.

Setahu saya prinsip-prinsip dasar kompresor dalam dalam buku-buku Termodinamika masih berlaku kok, tinggal pilih saja efisiensinya mau yang polytropik atau isentropik (masing-masing kompresor berbeda lho milih type efisiensi nya)…

Tanggapan 2 – Arief Rahman Thanura

Setahu saya (Correct me if I’m wrong).

Performance compressor yang dikeluarkan oleh vendor adalah perhitungan performance kalau menggunakan gas yang actual akan dipakai nantinya.

Sementara pada saat test, biasanya menggunakan gas lain, misalnya nitrogen. Vendor akan melakukan sizing ulang dengan menggunakan gas yang dipakai selama test. Performancenya akan sedikit beda akibat perbedaan SG gasnya, tapi selama masih menggunakan component yang sama (stagingnya, size implellernya dll seperti yang ada di data performance compressor menggunakan gas yang akan ada di field nantinya) ya nggak masalah. Toh vendornya nggak akan cheating karena resikonya juga terlalu gede. Kan nggak lucu kalau kalkulasinya cheating lalu pas dipasang nggak meet requirement.

Anda bisa melakukan reverse engineering, tapi bisa saja nggak worthy. Tapi kalau mau melakukannya silahkan saja tapi pasti akan cukup memusingkan Karena performance compressor ditentukan oleh sangat banyak factor yang dalam banyak hal sangat vendor spesifik.

Cuma nambahin dikit aja…

Tanggapan 3 – cahyo@migas-indonesia

Pak Yeri,

Rumus2nya kalau tidak salah ada di Power Test Code ASME nomor 10 untuk kompresor sentrifugal.

Untuk sumber lain, silakan cari di hydrocarbon processing, June 1989 judulnya: Predicting Compressor Performance at New Conditions, karangan Arvind Godse.

Atau yang lebih cepat, Tanya ke pakar2 rotating engineer di milis migas ini.