Terbakarnya fan, berkaitan dengan temperature yang tinggi, ini sebagai indikasi adanya kegagalan pada system fan. Kegagalan system fan dan temperature saling berkaitan (akan dijelaskan di bawah). Maka dari itu, untuk memutuskan apakah fan harus segera dioverhaul atau masih normal, dilakukanlah Predictive Maintenance, salah satunya dengan Thermography Infrared-kah untuk melihat kondisi fan secara thermal? PdM Infrared digunakan sebagai early warning, pendukung untuk memutuskan prioritas perbaikan pada Preventive Maintenance.

Tanya – Imam Mahmudi

Dear Rekan Milist

Mohon bantuan Informasi.

Fan kami dengan spec 400/460 V, 50-60Hz, yang ada di Philipina sekarang lagi bermasalah. Fan banyak yang terbakar. Frekuensi di Filipina adalah 60 Hz. Fan tersebut terbuat dari German dan terpasang pada unit HE.

Jika ada diantara rekan milist yang tahu vendor atau penyedia Jasa yang bias mengetes performance fan kami sekaligus jika bisa mencari solusinya.

Terimakasih sebelumnya.

Tanggapan 1 – Sugiharno Setiawan

Terbakarnya fan, berkaitan dengan temperature yang tinggi, ini sebagai indikasi adanya kegagalan pada system fan. Kegagalan system fan dan temperature saling berkaitan (akan dijelaskan di bawah).

Maka dari itu, untuk memutuskan apakah fan harus segera dioverhaul atau masih normal, dilakukanlah Predictive Maintenance, salah satunya dengan Thermography Infrared-kah untuk melihat kondisi fan secara thermal? PdM Infrared digunakan sebagai early warning, pendukung untuk memutuskan prioritas perbaikan pada Preventive Maintenance.

Coba dilihat dari segi thermalnya, mungkin Mas Imam sudah tahu hal2 berikut ini tapi coba kita kupas lagi kalau2 bisa memberi ide2 :

Bagaimana ambient temperaturenya? Mas Imam mungkin tahu bahwa Ambient temperature adalah temperature udara yang menyelimuti Fan atau temperature ruangan di sekitar Fan. Ini nilai ambang atau temperature yang akan dialami Fan ketika Fan tersebut off dan betul2 ‘dingin’.

Biasanya sih 40C adalah maximum ambientnya. 40C ini ruangan yang sangat hangat.

Saya coba lihat Fan sebagai Motor…(Asal kita tahu limit temperature atau Insulation Class & Ambient yang diijinkan, maka bisa dipakai untuk obyek2 lainnya):
Coba Cek Insulation Class apa, apakah A, B, F, H atau diantara A & B yaitu E.

Biasanya Insulation Class yang tertera di name plate obyek adalah yang terendah dari insulation komponen yang menyusun obyek tersebut, jika ada yang H atau F lalu ada bagian terkecil saja yang B, maka obyek diklasifikasikan Insulation Class B.

Kenaikan temperature adalah perubahan temperature dari bagian2 elektrik yang kritikal dalam Motor ketika dioperasikan pada beban penuh. Kalau ruangan 30C, dan Fan diletakkan di sana, maka ketika distart dan dioperasikan kontinyu pada beban penuh, temperatur belitan kumparan akan mengalami kenaikan dari 30C ke temperature yang lebih tinggi. Nah Delta T dari 30C ke Temperature akhirnya inilah yang disebut kenaikan temperature. Delta T inilah salah satu yang jadi concern kita untuk memutuskan Fan atau Motor harus segera di overhaul atau masih bisa dipertahankan.

Dengan mengetahui Temperature Motor (dengan Thermography FLIR ThermaCAM biasanya dari temperature yang terbaca pada body motor ditambahkan 15C s.d. 20C untuk menentukan temperature di dalamnya), maka kita bisa analisa bahwa motor masih baik atau sudah memburuk.

Setelah proses pelaporan data thermagram, bisa dilanjutkan PdM lainnya misalnya Vibrasi, Shaft Alignment atau bisa langsung diputuskan langsung overhaul karena temperature dalam thermagram dirasa kritikal dan cukup untuk diajukan ke pihak manajemen untuk meminta waktu, SDM, sparepart saat overhaul. Atau harus dicari cara supaya bisa mempertahankan umur motor/obyek selagi menunggu back-upnya tiba. Sebab sering kejadian bahwa manajemen tidak menginginkan padam sampai ‘Turn Around’ berikutnya. Salah satu caranya misalnya dengan menurunkan ambient temperature, dengan blower seperti pernah dilakukan di Dinding Reformer Heater Pertamina Balongan.

Jadi dengan PdM Thermography, kita bisa menentukan prioritas perbaikan dan mengetahui kondisi peralatan kita untuk mencari cara mempertahankannya sampai waktu tertentu. Kecuali sudah sangat kritikal, maka padam diwajibkan…daripada meledak…merusak aset.

Perlu disadari bahwa Thermography adalah Predictive Maintenance jadi tidak bisa dalam pelaporan ditulis ‘Pasti ada kegagalan di…’, sebab kepastian itu baru bisa diperoleh saat overhaul dilaksanakan.

Untuk Motor Analisanya kira2 begini:

Class B (biasanya T Frame Motor ) itu max total temperature = 130C (ambient + kenaikan+toleransi 10C), jadi di temperature ruang 40C, maka kenaikan yang diijinkan 80C dengan 10C toleransi hot spot.

10C ini diperuntukkan untuk toleransi jika ambient temperaturenya lebih dari 40C, kenaikan temperature akibat overload, Tegangan naik atau rendah, Ketidakseimbangan Tegangan, Ventilasi yang tertutup (bisa karena debu), beban inersia yang tinggi, start yang berulang-ulang, Lubrikasi bearing yang tidak tepat, Letak shaft yang tidak tepat, dll.

Semua gejala di atas dapat mengakibatkan naiknya temperature, dan kenaikan temperature adalah indikasi adanya gejala tadi. (Menjelaskan kalimat awal di paragraf pertama).

Untuk umur insulasi, kira2 20 ribu jam. Jika Class B 130C dan terpakai semuanya (ambient+Delta T+10C), maka umur insulasinya 20 ribu jam. Setiap 10C yang tidak terpakai, maka umurnya bisa bertambah jadi dua kalilipatnya, Untuk Class B yang dipakai 120C maka bisa 40 ribu jam, dan sebaliknya jika naik 10C maka berkurang hingga setengahnya. Misalnya Class B 140, jadi umurnya tinggal 10 ribu jam.

Dari sisi thermography untuk motor/fan seperti itu, namun kegagalan insulasi (memperpendek umur) juga bisa karena faktor lembab, zat kimia, oli, vibrasi, jamur, partikel2 yang dapat membuat aus, keausan karena mekanikal (strat yang berulang-ulang dan sering).

Kesimpulannya :

1. Pastikan Supply Tegangan cocok dengan Rating Motor, Tegangan seimbang, Tidak Overload, (Power Quality Audit – selain mendapatkan data juga analisa ‘mengapa – karena – solusi’)

2. Ventilasi tidak terhalang,

3. Jika ingin umur motor/fan lebih panjang maka salah satunya bisa dengan: Oversize, Insulation Class dinaikkan (Dari B ke F misalnya) – rewinding.

Semoga bermanfaat.