Pada dasarnya setiap benda yang mengalami pembebanan (tegangan) baik statik maupun dinamik (cyclic) selalu mengalami dua fase, yaitu fase pertama atau pendahulu adalah regangan elastis atau elastis area dan apabila regangan elastis sudah mencapai maksimum maka baru regangan plastis segera terjadi dan didalamnya termasuk elastis juga. Dan pada umumnya dalam komputasi daerah elastis diasumsikan linier elastis, sedangkan daerah plastis biasanya unlinier. Jadi untuk software biasanya asumsimya linier elastis dan untuk perhitungan daerah plastic masih dibutuhkan memory dan grid yang sangat banyak dan biasanya berhubungan dengan energy release rate.

Tanya – Fernanda Andriksyah

Dear all millisers

Saya sedang melakukan analisis tegangan untuk pipa gas yang melintasi jalan (road crossing). Saya kepingin tahu apakah pipa tersebut gagal bila terkena beban dari kendaraan. Kesulitannya adalah bagaimana memodelkan pipa tersebut bila pada CAESAR II, karena pada kondisi riil pipa yang awalnya lurus tersebut telah mengalami lendutan (membentuk kurva & tidak lurus) setelah terkubur beberapa lama. Bagaimana memodelkan pipa terkubur yang telah melendut ini pada CAESAR, apakah cukup dengan menganggap lendutan tersebut sebagai displacement? Setelah saya modelkan ternyata hasilnya gagal dan melebihi kekuatan luluh dari materialnya. Pada kenyataannya pipa tersebut tetap beroperasi sampai sekarang. Feeling saya, material pipa tersebut sudah melewati kondisi elastisnya, alias analisis kondisi elastis sudah tidak dapat dipakai untuk menentukan apakah pipa tersebut pecah atau masih dapat bertahan. Apakah benar seperti itu?

Mohon tanggapan dan solusi dari rekan milis migas terutama yang telah lama berjibaku di bidang pipeline stress analysis.

Tanggapan 1 – Arief Agung

Mas Fernanda,

Coba dianalisis berdasarkan API-1102.
Rumus2 nya sudah lengkap kok disana.

Tanggapan 2 – Teddy

Mas Fernanda,

CAESAR terbatas hanya pada analisis stress materil dalam zona elastis.

Tanggapan 3 – Arief Yudhanto

Mas Fernanda & rekan migas,

Mungkin kesalahannya terletak pada asumsi pembebanan. Beban aktual yang terjadi mungkin jauh lebih kecil dibanding beban yg diberikan, dan beban yg terjadi adalah beban cyclic, bukan statik. Lagipula, tanah juga berperan mendistribusikan gaya ke permukaan pipa; gaya tidak hilang, tapi terdistribusikan. Nah distribusi ini yg mesti dihitung sebagai input. Distribusi gaya ini juga fungsi dari kedalaman tanah, kekakuan tanah, dll.

Mohon dikoreksi jika salah ….

Tanggapan 4 – amal ashardian

Hal ini dimodelkan secara MODAL ANALYSIS, Caesar dan paket program lainnya misal Autopipe meski mempunyai fasilitas untuk burial pipe tapi ngga punya kapabilitas untuk Modal Analysis.

Di Ansys ada fasilitas ini, misalkan memodelkan beam yang dibebani secara kontinyu hingga deformasi permanent, tentunya disini materialnya dimodelkan secara nonlinear stress-strain.

Tanggapan 5 – Arief Yudhanto

Pak Amal dan rekan2 migas,

Maksudnya modal analysis untuk kasus buried pipeline gimana pak? Bukannya modal analysis hanya digunakan untuk menentukan natural response suatu struktur saja (misal: natural frequency dengan modus tertentu)?

Di ANSYS 10 (implicit) dan Workbench, MSC.Nastran, Abaqus (implicit) dan implicit solver lainnya biasanya punya kapabilitas ini. Cuma kalo beban cyclic, mungkin bisa dikerjakan pake MSC.Fatigue. Kalau gak ya experimental aja …

Tanggapan 6 – Teddy

Mas Amal,

Modal analysis untuk nyari frekuensi response/natural maksudnya nih???

Saya bukan orang yang bakulan CAESAR, tapi sekedar koreksi aja, kalo maksudnya Modal analysis yang ntu, itu sih dari jamannya Release 4.10 sudah ada pak di CAESAR.

Tanggapan 7 – amal ashardian

Pak Teddy

Targetnya impuls pak yang merupakan fungsi waktu yang membuat large displacement pada pipanya pak.

Disini juga digunakan nonlinear stress strain material yang di ansys bisa kita masukkan korelasi stress strainnya.

Terima kasih atas koreksinya

Tanggapan 8 – Emil M

Pak Teddy,

sebagai tambahan nih…

Modal analisis itu berguna untuk menentukan karakteristik frekuensi natural(frekuensi pribadi).

pada suatu struktur, suatu struktur memiliki frekuensi pribadi, biasanya dalam disain diusahakan frekuensi gangguan tidak boleh sama dengan frekuensi pribadi beberapa terendah, karena perpindahan yang dialami struktur akan sangat besar (biasanya yang lebih dikenal sih.. resonansi).

Tanggapan selengkapnya :