Derating adalah penurunan daya mampu suatu unit pembangkit terhadap daya terpasang. Hal yang harus dilakukan untuk mengetahui penyebab derating, adalah performance test atau Audit Energy; melakukan analisa dari pemakaian sendiri, dengan cara mengukur Arus/Ampere Motor penggerak pompa-pompa besar, seperti: Motor BFP, Motor Condensate Pump, Motor FD Fan, dan Auxiliary. Periksa apakah terdapat kenaikan Ampere pada motor-motor tersebut; analisa Bahan Bakar, seperti pengukuran HHV (High Heating Value), Specific Gravity, dll. untuk apakah terdapat penurunan kualitas bahan bakar.

Tanya – asliBeno

Dear all,

Apa saja yg harus di assessment pada suatu power plant khususnya steam power plant jika mengalami derating baik dari sisi mekanik, elektrikal dan instrument control?
(derated dari 25 MW menjadi 15 MW)
Mohon penerangannya,

Tanggapan – Deny Setiyawan

Yth. Mas Beno dan rekan2 Migas,

Sekedar urun rembug…

Yang dimaksud dengan Derating adalah penurunan daya mampu suatu unit pembangkit terhadap daya terpasang.

Hal yang harus dilakukan untuk mengetahui penyebab derating, sbb:

1. Performance test atau Audit Energy

Performance test adalah serangkaian kegiatan pada saat unit on-line dan kondisi beban steady kemudian dilakukan pengambilan data pada titik tertentu, spt:

– Mains Steam Temperature & Pressure,

– Feedwater inlet Temp & Press,

– Flow Bahan Bakar & Analisa Gas Buang dari Boiler

– Vacuum Condenser, dll.

Dari data tersebut, dapat dilakukan perhitungan secara thermodinamika untuk mengetahui Efisiensi Thermal Unit Pembangkit atau Net Plant Heat Rate, Effisiensi Boiler, Efisiensi Isentropik Turbin, Efisiensi Boiler Feed Pump, Heat Load Condenser, dll.
Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa efisiensi thermal suatu unit pembangkit dipengaruhi oleh efisiensi dari masing-masing alat pendukungnya sept:Boiler, Steam turbine, feedwater heater, dan condenser, sehingga penurunan efisiensi dari masing2 peralatan akan menyebabkan penurunan efisiensi unit dan dapat menyebabkan derating unit. Dari analisa heat balance yang diperoleh, bandingkan dengan data saat Commisioning. Teliti kembali apakah ada data pengukuran yang mengalami deviasi dari data saat commisioning, jika ada, maka dapat dipastikan pada titik tersebut terjadi inefisiensi. mis: Penurunan Vacuum Condenser sebesar 1 mmHg dapat menurunkan daya mampu unit sebesar 1 MW. Standar performance test dapat mengacu pada ASME Performance Test Code 6.

2. Selain dari metode di atas, dapat pula dilakukan analisa dari pemakaian sendiri, dengan cara mengukur Arus/Ampere Motor penggerak pompa-pompa besar, seperti: Motor BFP, Motor Condensate Pump, Motor FD Fan, dan Auxiliary. Periksa apakah terdapa kenaikan Ampere pada motor-motor tersebut.

3. Analisa Bahan Bakar, spt pengukuran HHV (High Heating Value), Specific Gravity, dll. untuk mapakah terdapat penurunan kualitas bahan bakar.

Demikian kami sampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.