Biasanya dalam piping system loop dibuat bila terjadi excessive displacement due to temperature (contoh hot pipe dan cryogenic pipe)atau relative movement antara dua point (contoh pipe bridge crossing antara dua platform). Bila diketahui besaran delta temperature, type of material, pipe size and pipe length maka bisa dicari : 1) displacement; 2) Thermal stress; 3) force pada kedua ujung pipa.

Tanya – Ashari

Dear Milis Migas

Mohon pencerahannya bagaimana menentukan jumlah, jarak & dimensi loop untuk steam piping dengan kondisi P= 25 bar G Saturated dengan flow 25 ton/hr .Material yang digunakan adalah Carbon Steel A53 Gr.B

Terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya.

Tanggapan 1 – darmansyah

Pak Ashari,

Saya bisa bantu, tapi saya kurang jelas pertanyaanya. Bisakah bapak mengirimkan PID-nya??

Tanggapan 2 – Teddy

Pak Ashari,

Berapa tebal pipanya, diameternya, panjang pipanya, dan ujung2nya terkoneksi dengan apa? apakah layoutnya lurus2 saja, atau ada belokan disana-sini?

Tanggapan 3 – Ashari

Yth. Rekan Milis

Terima kasih kepada rekan rekan atas pencerahannya tentang piping loop.
Saya sedang berusaha memahaminya. Mungkin ada pertanyaan lagi, bagaimana arrangement piping loop yang recomended? Apakah posisi vertical atau horizontal terhadap pipa lurusnya? Bagaimana dengan penambahan beban yang terjadi? Jika tidak memungkin untuk dimensi atau arrangement typical, apakah bisa variasi asalkan dapat mengantisipasi defleksi yang terjadi?

Saya berterima kasih sekali jika Bp. Teddy mengirimkan skecth sebagai salah satu acuan design kami.

Terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya.

Tanggapan selengkapnya dari diskusi ini dapat dilihat dalam file berikut: