SAE 15W-40 adalah campuran dari oli grade 15W dengan grade 40. Tujuannya supaya pelumas tersebut memiliki Viscositas Index yang baik (tinggi). Viscositas index yang tinggi, secara singkat, berarti oli memiliki kestabilan kekentalan terhadap perubahan temperatur lingkungannya.

Tanya – Made Yeri Kurniawan

Rekan-rekan Migas Yth,

Saya sudah lama tidak berkecimpung dengan spesifikasi Oli.
Ada yang bisa men-share literatur nggak mengenai makna 15, W, dan 40 pada kode oli SAE tersebut di atas.

Terima kasih banyak,

Tanggapan 1 – Donald Panjaitan

Sekalian ikut nimbrung untuk menambahi pertanyaan Sdr. Yeri… Ada ngak yang punya pengalaman pakai oli Fastron SAE 10W-40.

Tanggapan 2 – Ilham B Santoso

SAE mneggolongkan oli menjadi beberapa grade, ada yang multi grade (kadang-kadang disebut muli weight) ada pula yang straight grade (atau stright weight). Angka 15, 40, adalah menyatakan grade atau weight nya. Salah satu parameter dalam grade tersebut adalah kekentalan (jadi tidak hanya kekentalan saja ada parameter lain seperti flash point, pour point dll).

Selain grade, SAE juga menggolongkan oli menjadi 2 kelompok besar yaitu aplikasi untuk kondisi lingkungan panas (musim panas, summer), dan aplikasi untuk musim dingin (Winter,..diambil dalam tanda W).

Nha, untuk pelumas multigrade atau multi weight merupakan campuran dari grade winter (W), dalam kasus di atas adalah 15W dengan yang aplikasi summer (tanpa ada kode), dalam kasus di atas adalah grade 40.

Jadi SAE 15W-40 adalah campuran dari oli grade 15W dengan grade 40.

Tujuannya apa? Tujuannya supaya pelumas tersebut memiliki Viscositas Index yang baik (tinggi). Viscositas index yang tinggi, secara singkat, berarti oli memiliki kestabilan kekentalan terhadap perubahan temperatur lingkungannya.

Sekian dahulu semoga membantu.,

Tanggapan 3 – Prabowo Irianto

Kutipan,

Saya pernah baca di buku kalo soal 15W-40 itu,gambarannya seperti ini:

15W-40 itu menandakan tingkat viskositasnya disebut jg oli multi- grade.Pada waktu mesin dingin berarti viskositasnya 15 yg berarti lebih encer shg oli lbh gampang melumasi dan bersirkulasi saat mesin pertama kali menyala dan pada saat kondisi mesin sdh optimum viskositasnya mjd 40 alias lbh kental.

gambaran singkatnya gini aja angka 15W berarti titik terendah oli itu tidak beku adalah 15 derajat ‘something’ (celcius atau fahrenheit atau kelvin saya tidak tahu) soalnya makin encer kan makin susah beku ,kalo di luar negeri kan suhunya dingin jadi perlu yg titik bekunya rendah,mungkin perlu yang 5W atau kurang sehingga kalo di luar negeri mau starter pagi2 olinya kaga beku&mesin bisa nyala,kalo di indo kan negara tropis,so kaga penting la mau 15W ato 10 W soalnya oli kaga bakal beku kecuali mobilnya masuk kulkas.

Mungkin yg lain bisa menambahkan,

Tanggapan 4 – Hadi subiantoro

apa ndak terbalik … 15 w viskositas pada temp rendah – 40 pada temperatur tinggi ( jadi encer pada temperatur rendah alias tidak membeku, lebih encer pada temperatur tinggi ) bukannya 15 encer 40 kental …. kalo gitu gimana dong pelumasan dalam putaran tinggi kalo olinya lebih kental..

Tanggapan 5 – Ilham B Santoso

Pelumas grade 15 W (W dari winter), adalah pelumas ini didesain untuk mampu bertahan pada lingkungan temperatur rendah, jadi memiliki pour point yang rendah pula. Atau secara fisik pada temp rendah oli tidak mengental atau bahkan beku. Jadi pada temp. rendah pelumas tetap dapay disirkulasikan dan melakukan fungsi pelumasan dengan baik.

Sedangkan grade 40 (untuk summer), di desain untuk mampu bertahan pada temperatur lingkungan yang panas, sehingga pada temp tinggi pelumas tidak kehilangan kekentalannya atau bahkan menguap atau terbakar.

Jadi kalau kedua grade pelumas dicampur (di bantu dengan aditive Viscousity Index Improver) maka akan diperoleh pelumas yang kekentalannya relatif stabil (tidak banyak berubah) dari pengaruh lingkungannya. Pada temp dingin tidak terlalu kental atau beku dan pada temperatur tinggi tidak terlalu encer atau terbakar atau dengan kata lain pelumas memilik Viscousity Index (VI) yang tinggi.

Semoga membantu.., CMIW.