Bila pipeline material, size dan minimum wall thickness required sudah ditentukan. Maka untuk menetukan lifetime dari pipeline Ada dua faktor yang perlu diperhatikan yang mana akan mempengaruhi lifetime dari pipeline.

Tanya – Nurkholis

Barangkali bisa di bantu mengenai pipe line analisis life biasanya metodenya pake apa?dan kalo ada referencenya bisa di dapat dimana?

Tanggapan 1 – hasan uddin

Bapak bisa pake reference ASME B31G ‘Manual for Determining the Remaining Strength of Corroded Pipelines’ atau AGA Pipeline Research Committee Project PR-3-805 (‘A Modified Criterion for Evaluating the Remaining Strength of Corroded Pipe’.

Tanggapan 2 – erizal_rusli

Bila pipeline material ,size dan minimum wall thickness required sudah ditentukan maka untuk menetukan lifetime dari pipeline Ada dua faktor yang perlu diperhatikan yang mana akan mempengaruhi lifetime dari pipeline.

1) Medium macam mana yang hendak ditranportasikan. Bila mediumnya sudah diketahui maka analisa pengaruh medium tsb terhadap pipa (biasanya corrosion problem)dan dapatkan data corrosion rate per year.

2) Kondisi lingkungan dimana pipeline tsb berada (onshore atau offshore)analisa pengaruhnya terhadap external pipe.
Dari kedua faktor internal dan external tsb diatas maka ditentukan berapa corrosion allowance yang diperlukan untuk lifetime tertentu.

Katakanlah design lifetime 30 th, bila setelah waktu tsb wallthickness dari pipa sama dengan minimum thickness required maka pipeline masih bisa beroperasi lagi untuk jangka waktu tertentu tapi mengalami derated sebagai compesate dari corrosion allowance yang sudah habis (ini yang dinamakan design based on corroded pipe). Jadi gampangnya lifetime dari pipeline ditentukan oleh corrosion rate per year x design life (years) dikurangi dengan usaha proteksi korosi seperti Coating/wrapping, corrosion inhibition, sacrificial anodes dll.

mohon koreksi kalau ada salah.

Tanggapan 3 – Irdianto, Fahrisa

Saya mau tanya parameter apa saja yg kita berikan untuk menentukan material, size & minimum wall thicknessnya terimakasih

Tanggapan 4 – Mohammad Darwis

Pak Irdianto,

Praktisnya, untuk menentukan :

– material ====> kita butuh composisi dari fluida yang mengalir di dalamnya (apakah ada component-component corosif).

– size ====> kita butuh flow

– minimum wall thicknessnya ====> kita butuh pressure

Ok, mohon koreksi bila ada yang salah.

Tanggapan 5 – erizal_rusli

Sekedar tambahan dari apa yang telah disampaikan Pak Darwis,

Material selection :

Rate Internal corrosion dipengaruhi oleh :

1)Jenis fluida

2)Velocity fluida

3)Adanya pengendapan (deposition of solid)

Diameter selection :

Faktor faktor penting yang mempengaruhi

1) Throughput (flow rate awal dan future)

2) Jenis fluida

3) Sumber dan biaya enersi (pompa atau kompressor)

4) tekanan operasi

5) Construction methods yang tersedia.

Wall thickness selection :

normally based on hoop stress criterion.

Nominal wallthickness (t)= (P*Do)/2*SMYS*f*E*T (m)

P=design press MPa

Do=outside diameter m

SMYS = specified minimum yield strength MPa

f=design factor (normally 0.72 for zone 1 dan 0,5 for zone 2)

Zone 1 adalah pipeline Zone 2 adalah riser dan pipeline approach to seashore. atau

Refer ASME B31.4 & 8 untuk harga f. E=joint factor (normally = 1)

T=temperature de-rating factor (up to 120 deg C = 1)

harap dicatat disini karena dari satu company to other company punya spesifikasi sendiri2 tentang design factor.

Semoga membantu.