Statoil telah menyampaikan rencana pengembangan untuk lahan Valemon di Norh Sea kepada Menteri Petroleum dan Energi Norwegia. Perusahaan bermaksud akan memulai produksi dari lahan tahun 2014.

Penulis : Offshore staff

Statoil telah menyampaikan rencana pengembangan untuk lahan Valemon di Norh Sea kepada Menteri Petroleum dan Energi Norwegia. Perusahaan bermaksud akan memulai produksi dari lahan tahun 2014.

Valemon memuat cadangan sekitar 206 MMboe, dengan perkiraan biaya pengembangan hampir 3.6 milyar dolar.

Rencana pengembangan membutuhkan platform baja tetap untuk separate gas, kondensate, dan water di well stream. Gas akan ditransport melalui pipeline yang ada dari Huldra ke Heimdal, untuk transport kedepan untuk pasar di UK dan mainland Eropa. Kondesat yang diproduksi akan disalurkan ke Kvitebjørn untuk menstabilisasikan dan pengiriman yang berikut untuk kilang di Mongstad, dekat Bergen.

Statoil telah menempatkan sejumlah kontrak, termasuk letter of intent kepada Heerema Vlissingen di Belanda untuk pembangunan 9,200-metric ton (10,141-ton) steel platform jacket.

Heerema Marine Contractors Nederland memiliki persiapan order yang sama untuk transport dan instalasi jacket, di 135 m water depth. Jacket, akan diselesaikan pada Mei 2012, akan setinggi 157 m (515 ft), dengan footprint of 45 x 45 m (147 x 147 ft) dan top area 26 x 30 m (85 x 98 ft).

Statoil akan mengeluarkan kontrak untuk topsides (termasuk living quarters), pipelines, subsea umbilical, dan marine operations selama 2011-13.

Plateau production dari Valemon akan mencapai sekitar 3 bcm/yr gas. Platform Heimdal memerlukan volume extra tersebut untuk memperpanjang commercial lifenya, dan kontribusi Valemon juga akan membuatnya mungkin untuk mengeksploitasi cadangan gas lainnya di area.

Valemon ditempatkan diantara lahan Kvitebjørn dan Gullfaks South, roughly 160 km (99.4 mi) barat Bergen. Statoil memperkirakan cadangan recoverable reserves dari lahan pada 26 bcm gas dan 31 MMbbl kondensate. Statoil adalah operator, dalam partnershipnya dengan Petoro, Enterprise Oil, dan Total.

Sumber: www.offshore-mag.com