FOB means that the seller delivers when the goods pass the ship’s rail at the named port of shipment. Jadi scopenya seller sampai loading on vessel di Port misalnya di Hamburg Port dan ready for exsport.

Tanya – a_firmansyah95

Saya mohon penjelasannya ttg material delivery term (FOB dan DDU) karena saya masih pemain baru .

Sebelumnya saya ucapkan terimakasih atas jawaban rekan-rekan.

Saat ini saya sbg supplier akan membeli barang dari luar (eropa). Principlenya memberi harga FOB (Free on board) Balikpapan. Kemudian rencananya brg tersebut akan kami kirim ke Client warehouse yg berjarak 50km dari balikpapan dng truck dng term DDU (Delivered Duty Unpaid).

Pertanyaan saya sehubungan dng delivery term yg dipakai FOB + DDU:

1. Apakah ada biaya yang kami (supplier) keluarkan utk memindahkan barang dari kapal ke truck? spt custom clearance

2. Menjadi tanggungan siapa (principle, supplier atau client) biaya sewa truck termasuk aktivitas menurunkan barang (biaya forklift) di client ware house.

Tanggapan 1 – Marabona, Berson

Pak Agung,

Sesuai dengan Incoterms 2000

FOB means that the seller delivers when the goods pass the ship’s rail at the named port of shipment. Jadi scopenya seller sampai loading on vessel di Port misalnya di Hamburg Port dan ready for export. Nah kalo seller yg deliver dari Europe Port ke Balikpapan Port, itu namanya bukan FOB Balikpapan, tapi C&F (Cost & Freight) or CIF ( Cost Insurance Port ). UnLoaded dari vessel di Balik Papan Port tidak termasuk di Term C&F or CIF Balikpapan ini.

DDU means that the seller delivers the goods to the buyer, not cleared for import and not unloaded from any arriving means of transport at the named place of destination.

Dari pertanyaan anda :

1. Kalau anda sbg supplier menawarkan DDU Term ke Buyer/client, Arrival Charge spt unloaded dari vessel ke truk, sewa gudang dsbnya
Menjadi responsibility seller. Banyak Jasa Forwarder yg bias digunakan utk mengurus ini. Tetapi untuk biaya custom clearance menjadi tanggung jawab Buyer / Client.

2. Delivery sampai client Warehouse menjadi tanggungan seller. Tp Unloaded dari Truck ke W/H menjadi tanggungan buyer/client.

Semoga membantu,

Tanggapan 2 – iyan darmawan

Pak Agung

Untuk mengenai term pengiriman tercantum di Incoterm 2000.

1. Untuk pengertian FOB barang masih di negara asal tapi sudah ada di kapal. Tanggung jawab penjual adalah custom clearance di negara asal, loading or lifting ke kapal dan Barang siap diatas kapal. Tanggung jawab pembeli dimulai saat barang sudah berada didalam kapal, biaya pengiriman dari negara asal sampai tujuan, custom clearance di negara tujuan, inland transport, lifting, loading, dll, sampai ke site (warehouse, or site) adalah tanggung jawab pembeli.

2. Kalo DDU (delivery duty unpaid) Penjual bertanggung jawab penuh untuk pengiriman dari warehousenya mereka ke tempat yang di tuju, tapi untuk biaya custom clearance bukan tanggung jawab si penjual (Duty Unpaid), ada yang sama yaitu DDP-delivery duty paid- (door to door, semua biaya sampai ke site sudah ditanggung penjual).

mohon maaf jika ada yang kurang berkenan.

Tanggapan 3 – donny rico m

sebenarnya diluar incoterm 2000, masih banyak perjanjian yang tidak seresmi incoterms 2000. ini banyak terjadi didaratan Europa. seperti istilahnya adalah ‘CPT’ dll.

pa Agung, 2 info yang diberikan oleh rekan-rekan kita sudah tepat dan sesuai.

Tanggapan 4 – Sudarsono Sudarsono [GASCO – PDP/22]

Bagi rekans yang memerlukan, saya lampirkan diagram Incoterm 2000 yang sangat jelas membedakan masing2 delivery term.

Semoga bermanfaat.

Tanggapan 5 – Budhi S.

Saya tidak mendapatkan kiriman attachment dari Bapak Sudarsono. Tapi diskusi mengenai Incoterms 2000 pernah terjadi di Milis Migas Indonesia dua tahun yang lalu. Bagi anda yang membutuhkan Diagram Incoterms 2000, dalam email ini saya sertakan dalam dua versi. semoga bermanfaat.