Settle out pressure adalah tekanan equilibrium pada suatu kompressor di saat kompressor shutdown setelah beroperasi, dimana gas di bagian suction dan dischargenya menyatu menghasilkan angka baru yang tentunya bernilai di antara angka suction dan discharge pressure.

Tanya – Syamsul Anwar

Mohon pencerahannya mengenai Settle Out Pressure pada kompressor.

Tanggapan 1 – cahyo@migas-indonesia

Pak Syamsul,

Settle out pressure adalah tekanan equilibrium pada suatu kompressor di saat kompressor shutdown setelah beroperasi, dimana gas di bagian suction dan dischargenya menyatu menghasilkan angka baru yang tentunya bernilai di antara angka suction dan discharge pressure.

Besaran ini dibutuhkan pada waktu mendesain, say misalnya di komp. sentrifugal, untuk menentukan MAWP vessel di suction, sizing dari PSV di suction scrubber plus settingnya, plus PSHH di suction pressure jika ada.

Ketika sudah beroperasi, salah satu cara untuk menaikkan kapasitas kompressor terpasang adalah dengan menaikkan suction pressure. Sebelum ini dilakukan, settle out pressure adalah salah satu yang harus di cek guna menghindari masalah lain, misalnya PSV di suction scrubber yang jadinya mungkin akan selalu ngepop ketika kompressor pressure berada pada kondisi settle out, jika suction pressure dinaikkan.

Semoga membantu,

Tanggapan 2 – Syamsul Anwar

Jadi initinya suatu kondisi dimana tekanan suction & dishcarge compressor sama (cmiiw). Trus, nambah lagi pertanyaannya nih 🙂 :

– selain untuk keperluan design & menaikkan kapasitas kompressor, ada gak fungsi lain dari nilai settle out pressure tersebut ?

– kejadian apa saja yang akan terjadi pada kompressor ketika settle out pressure tercapai?

– ada gak rule of thumb untuk menghitung nilai settle out pressure suatu kompressor?

– kenapa fenomena settle out pressure hanya terjadi pada waktu kompressor shutdown?

Untuk Pak Cahyo, terima kasih jawabannya & saya tunggu jawabannya lagi 🙂

Tanggapan 3 – cahyo@migas-indonesia

Wah, nambah nih Pak.

Saya akan berusaha menjawabnya. Note, saya cc-kan ke bapak karena saya merasa email migas saya macet untuk beberapa hari ini.

Yach ada pak, kalau tidak salah dari sisi seal oil atau seal gasnya, ada keterbatasan design tekanan, jadi perlu di cek, dari sisi safety, kalau settle out naik, kemungkinan besar laju blowdown system compressor juga, nah perlu di cek, apakah laju flaring masih bisa diterima oleh flare system.

Kejadian apa saja? Yach, tekanan suction dan discharge naik mencapai kesetimbangan. Setelah itu, tergantung dari system protecsi kompressor, besar kemungkinan tekanan di system akan dikuras dan dibuang ke flare.

Rule of thumb perhitungan settle out? Adalah aturan pencampuran massa, yaitu massa total gas (suction dan discharge) = massa gas di bagian suction = massa gas di bagian discharge

lalu persamaan sederhana ini diubah ke bentuk persamaan gas universal, yaitu PtVt/NRZtTt total = PsVs/NRZsT suction = PdVd/NRZdT discharge, di mana Vt = Vs + Vd, dengan harga R, atau tetapan gas bisa dicoret.

V adalah volume perpipaan plus volume di vessel dikurangi cairan di scrubber (jika ada), termasuk volume tube2 di after cooler

Ts adalah suction temperatur

Td adalah discharge temperature (mau pake yang before atau after cooler, silakan pilih yang lebih konservatif)

Ps = P suction

Pd = P discharge

Pt = settle out pressure

Zt, Zs, Zd adalah kompressibilitas gas. Melihat harga ini, maka mungkin perlu sedikit iterasi kali pak, tetapi pasti cepat konvergen karena persamaannya tidak terlalu rumit.

Dan rasanya setelah ini, bapak bisa menebak harga settle out dech.

Kenapa hanya terjadi waktu setelah shutdown?

Karena pada saat itulah valve yang menghubungkan suction dan discharge kompressor terbuka penuh pada kondisi kompressor sudah load (harap dibedakan ketika kompressor sedang start-up, yang pada saat itu juga, sebelum nge-load, anti-surge akan tetap terbuka penuh).

Tanggapan 4 – Nugroho Wibisono

Dear all,

Istilah settle-out pressure juga kami gunakan di pipeline transportation ketika disisi supply dimatikan sedangkan disisi receiving juga ditutup, hampir mirip dengan ketika kompresor shutdown, tekanan akan mencapai kesetimbangan pada sisi supply dan sisi receiving.

Dengan mengetahui settle out pressure, berarti kita akan mengetahui pressure disisi upstream receiving yang mana terdapat SDV terinstalasi di sisi receiving dan ogah ngebuka kalau pressure-nya ketinggian (atau harus diekualisasi antara pressure upstream dan downstream dari SDV) atau yg lebih ekstrim kita menghindari settle out pressure-nya sama dengan setting trip pressure dari ESD. Dengan pengaturan timing penghentian supply dan software simulasi, kita dapat memprediksi settle out pressure.

Untuk rule of thumb-nya, settle out pressure pasti bernilai diantara pressure in dan pressure out. Biasanya untuk prediksi kasar kami menggunakan rumusan:

Pso = 2/3*(Pin^3 – Pout^3)/(Pin^2-Pout^2)

atau yg paling kasar adalah Pso = (Pin+Pout)/2

Ya, rumus diatas adalah rumus tekanan rata2. Lebih pastinya biasanya kami menggunakan perangkat lunak yang ada diperusahaan kami dan menyediakan feature penghitungan settle out pressure.

Begitu lah, umpama ada salah kata, ya dimaafkan saja… 🙂 mohon koreksinya.
Semoga bermanfaat.