Industrial Ethenet, secara konsep adalah tetap Ethenet (IEEE 802.xx) dengan CD/CSMA termasuk Wi-Fi, dst, yang biasa kita pakai dalam office atau IT environment. Seperti kita ketahui, pada awalnya Ethenet dirancang untuk aplikasi IT atau office yang ‘tidak time-critical’, sedangkan aplikasi untuk industrial ‘sangat time-critical’. Untuk itu, ada beberapa cara (yang tidak merubah tekhnologi) untuk membuat Ethenet agar bisa real-time untuk melayani kebutuhan aplikasi industrial; sedangkan dari segi hardware (Switch, dsb.) sudah ada yang ‘industrially hardened’ sehingga tahan harsh environment (high temperature, high humidity, high vibration, etc.) yang banyak kita hadapi dalam aplikasi industrial. Maka Ethenet yang real time dengan hardware tahan banting (tidak mandatory tergantung environment pemasangan) ini disebut sebagai ‘Industrial Ethenet’.

Industrial Ethenet, secara konsep adalah tetap Ethenet (IEEE 802.xx) dengan CD/CSMA termasuk Wi-Fi, dst, yang biasa kita pakai dalam office atau IT environment. Seperti kita ketahui, pada awalnya Ethenet dirancang untuk aplikasi IT atau office yang ‘tidak time-critical’, sedangkan aplikasi untuk industrial ‘sangat time-critical’. Untuk itu, ada beberapa cara (yang tidak merubah tekhnologi) untuk membuat Ethenet agar bisa real-time untuk melayani kebutuhan aplikasi industrial; sedangkan dari segi hardware (Switch, dsb.) sudah ada yang ‘industrially hardened’ sehingga tahan harsh environment (high temperature, high humidity, high vibration, etc.) yang banyak kita hadapi dalam aplikasi industrial. Maka Ethenet yang real time dengan hardware tahan banting (tidak mandatory tergantung environment pemasangan) ini disebut sebagai ‘Industrial Ethenet’.

Tanya – Agus Budiono

Ysh Rekan-rekan Migas,

Mohon pencerahannya mengenai 2 hal berikut:

1. Apakah perbedaan industrial ethernet untuk aplikasi di field (factory) dengan standard ethernet untuk office, dari segi physical layer, protocol dll?

2. Apakah industrial ethernet sama dengan bus networking seperti Profibus?

Terima kasih dan salam,

Tanggapan – Waskita Indrasutanta

Pak Agus Budiono dan rekan-rekan,

1. Industrial Ethernet, secara konsep adalah tetap Ethernet (IEEE 802.xx) dengan CD/CSMA termasuk Wi-Fi, dst, yang biasa kita pakai dalam office atau IT environment. Seperti kita ketahui, pada awalnya Ethernet dirancang untuk aplikasi IT atau office yang ‘tidak time-critical’, sedangkan aplikasi untuk industrial ‘sangat time-critical’. Untuk itu, ada beberapa cara (yang tidak merubah teknologi) untuk membuat Ethernet agar bisa real-time untuk melayani kebutuhan aplikasi industrial; sedangkan dari segi hardware (Switch, dsb.) sudah ada yang ‘industrially hardened’ sehingga tahan harsh environment (high temperature, high humidity, high vibration, etc.) yang banyak kita hadapi dalam aplikasi industrial. Maka Ethernet yang real-time dengan hardaware tahan banting (tidak mandatory tergantung environment pemasangan) ini disebut sebagai ‘Industrial Ethernet’.

2. Industrial Ethernet atau Ethernet berada di physical layer, sedangkan Profibus, Foundation Fieldbus(tm), Modbus, dsb. adalah protocol dan teknologinya. Banyak diantaranya juga menggunakan Ethernet sebagai physical layer.

Keterangan lebih rinci dan cara-cara apa yang bisa kita lakukan, bisa dilihat dari presentasi yang saya pernah presentasikan di ITB beberapa waktu yang lalu, dan bisa di-download dari http://groups.yahoo.com/group/Migas_Indonesia/files/Instrument/. Banyak artikel lain juga bisa anda dapatkan dari http://ethernet.industrial-networking.com/. Buku ‘Software for Automation’ tulisan Jonas Berge

http://www.isa.org/Template.cfm?Section=Books&template=/Ecommerce/ProductDis play.cfm&ProductID=7579

juga banyak membahas mengenai hal ini. (Kalau hyperlink diterima terputus, harap disambungkan kembali).