Kepeleset di tangga, cara untuk menghindarinya adalah selalu perpegangan pada handrail ketika naik dan turun. Material pembuat tangga juga tidak yang licin. jika di mill biasanya memakai besi grating. Dengan ini air tidak tergenang dan permukaan grating juga kasar. (beda dengan anak tangga di jembatan penyebrangan jakarta yang pakai plat besi bergelombang yang lama kelamaan akan aus dan licin). juga dipasang penerangan yang cukup (minimal 50lumen). Jika diperkantoran, biasanya dipasang karet pas diujung anak tangga. karet itu kesat, jika diinjak dengan sol berbahan PE. kadang ada yang memasang alumuniun siku yang memiliki permukaan bergigi sehingga jika sepatu menginjaknya tidak licin jadinya.

Tanya – yessy herawaty

Salam Sejawat ,

Rekan2,

di tempat kerja saya, ada seorang karyawan yang terpeleset dari tangga yang menyebabkan karyawan tersebut operasi. Saya ingin mengajukan agar manajemen memasang karpet atau karet yang sering saya lihat di gedung lain. Dan saya juga akan membuat poster di setiap tangga.

Yang saya ingin tanyakan :

Apakah dengan mempergunakan karpet, sudah meminimalkan terjadinya terpeleset dari tangga ?

Apa bentuk jenis karet berwarna hitam yang sering saya lihat di perkantoran lain misalnya di bank ? Dan apakah karet tersebut juga akan menyebabkan kesandung bagi karyawan ?

Atau ada tambahan solusi dari rekan-rekan.
Terima kasih atas perhatiannya.

Tanggapan 1 – saiful erwan

Beberapa cara dapat dipakai untuk mengurangi bahaya tergelincir di tangga (tripping/slipping hazards):

1). gunakan bahan yang tidak licin.

2). pasang ‘contrast color’ disisi luar undakan.

3). memasang handrail dan diikuti aturan ‘gunakan handrail’.

4). tangga didisain sesuai dengan standar ergonomis. (depth dan tinggi undakan)

Semoga bermanfaat.

Tanggapan 2 – aang

yessy

ini mah komentar saya yang bukan orang HSE ya.

kepeleset di tangga. cara untuk menghindarinya adalah.. selalu perpegangan pada handrail ketika naik dan turun. material pembuat tangga juga tidak yang licin. jika di mill biasanya memakai besi grating. dengan ini air tidak tergenang dan permukaan grating juga kasar. (beda dengan anak tangga di jembatan penyebrangan jakarta yang pakai plat besi bergelompang yang lama kelamaan akan aus dan licin). juga dipasang penerangan yang cukup (kalo nggak salah minimal 50lumen).

Jika diperkantoran, biasanya dipasang karet pas diujung anak tangga. karet itu kesat, jika diinjak dengan sol berbahan PE. kadang ada yang memasang alumuniun siku yang memiliki permukaan bergigi sehingga jika sepatu menginjaknya tidak licin jadinya.

Tanggapan 3 – Sutanto

Rekans ysh.,

Bangunan komersial seperti hotel, mall, perkantoran dll. Seharusnya sebelum dipergunakan ada yang namanya IPB (ijin pemakaian/penggunaan bangunan). Jika ijin sudah keluar artinya dari sisi safety sudah OK. Misalnya apakah pintu darurat sudah sesuai, tangga darurat termasuk jenis lantainya sudah sesuai, dll.

Untuk industri lebih ketat lagi, selain setiap pegawai harus menggunakan PPE yang sesuai juga sign juga harus lengkap, apalagi untuk bahan-bahan kimia berbahaya.

Tanggapan 4 – Dirman Artib

Pak,

Mohon pencerahan tentang Standar kesesuaiannya apa ?

Kebetulan saya juga sedang ada issue yg berhubungan dengan bangunan & fasilitas /peralatan kantor spt. AC, pompa, lift, tangga darurat, instalasi fire alarm & fighting, , instalasi elektrikal, penerangan, dll.

Kalau ada copy-nya boleh dong di share di milis, maklum rekan-rekan di sini standar kesesuaiannya kebanyakan impor spt. API, ASTM, ISO, DNV, .tapi ada juga yg local spt. aturan ttg. SKPP/SKPI, tapi tetap aja ‘mostly’ merujuk kepada produk impor tadi.

Tanggapan 5 – saiful erwan

Aturan dalam negri:

Coba liat di homepage-nya Dep Pekerjaan Umum. Ada beberapa peraturan dan perundangan mengenai Bangunan, termasuk pemadam kebakaran, penerangan, de-el-el.

Luar negri

ASTM F1166A ‘Standard Practice for Human Engineering Design for Marine Systems, Equipment and Facilities’ ANSI/ICC A117.1 ‘Accessible and Usable Buildings and Facilities’ NFPA 101 ‘Life Safety Code’

Semoga bermanfaat

Tanggapan 6 – Dirman Artib

Thank’s Pak Saiful,

Karena kantor yg dimaksud tidak di tengah laut, maka ASTM F1166A ‘Standard Practice for Human Engineering Design for Marine Systems, Equipment and Facilities tentunya tidak relevant.

Apa benar Dep. PU mempersyaratkan standar ANSI/ICC A117.1 ‘Accessible and Usable Buildings and Facilities’ NFPA 101 ‘Life Safety Code’ ?

Btw.

Ada yg beri info bahwa khusus untuk lift dan fire installation diverifikasi/sertifikasi oleh Pemda. Apa benar ?

Tanggapan 7 – Sutanto

Thank’s Pak Saiful,

Karena kantor yg dimaksud tidak di tengah laut, maka ASTM F1166A ‘Standard Practice for Human Engineering Design for Marine Systems, Equipment and Facilities tentunya tidak relevant.

Apa benar Dep. PU mempersyaratkan standar ANSI/ICC A117.1 ‘Accessible and Usable Buildings and Facilities’ NFPA 101 ‘Life Safety Code’ ?

Btw.

Ada yg beri info bahwa khusus untuk lift dan fire installation diverifikasi/sertifikasi oleh Pemda. Apa benar ?

Untuk Lift setahu saya oleh Depnaker

Tanggapan 8 – Mico Siahaan

Menurut penelitian Dupont (maaf ya kalau bawa-bawa nama perusahaan lain 🙂 ), kecelakaan lebih banyak disebabkan oleh unsafe act, alias tindakan-tindakan yang tidak memperhatikan kepentingan safety (presentasenya lupa). Karena itu perlu juga diperlukan pendidikan safety bagi karyawan. Contoh untuk kasus karyawan terpeleset: apakah dia saat turun tangga sambil melamun, sambil ngobrol atau tidak memperhatikan jalan? Apakah saat menuruni tangga karyawan tersebut kedua tangan berpegang pada pegangan tangga? Kemudian, jika memang tangga licin, apakah ada spill air atau oli yang tumpah di anak tangga atau pada tangga?

Dengan demikian dalam urusan safety, kesadaran karyawan akan safety adalah amat penting.

Tanggapan 9 – Sutanto

Suatu perusahaan 2 tahun terakhir menerapkan JSA (Job Safety Analysis). Memang dengan demikian untuk persiapan sebelum kerja perlu waktu yang lebih lama, tetapi lebih safe.

Tanggapan 10 – saiful erwan

Benar pak Dirman,

Jika anda membaca judulnya pasti akan cenderung tidak relepan. Namun menurut pengalaman pribadi, ada beberapa parameter dari bangunan dapat digunakan saling silang.

Betul pak Dirman, F1166A dikhususkan secara spesifik untuk kabin kapal laut yang dikompilasi dari beberapa standar/kode lainnya.