Secara umum korosi di bawah insulasi, atau CUI (Corrosion under insulation) disebabkan oleh: – terdapatnya embun air atau moisture, dissolved oxygen dalam air adalah penyebab utamanya. Air biasa datang dari air hujan, cipratan pembersihan equipment, deluge systems, internal leaking dan kebocoran process-liquid zat kimia dalam air dapat menimbulkan korosi terutama zat asam/basa. Kehadiran asam digabungkan dengan stress karena temperature operasi > 140 degF (60 degC) mengakibatkan kandungan chloride dapat mempercepat terjadinya SCC (stress corrosion cracking), sumber chloride ini dapat saja berasal dari bahan insulasi itu sendiri sendiri; – temperature, terutama untuk system dengan siklus naik-turun temperature yang kerap terjadi (biasa terjadi pada process yang sering mengalami start-up/shut-down, akibatnya liquid dapat hadir senantiasa di balik insulasi dan korosi dapat berlangsung dalam jangka waktu yangn sangat pendek. Secara umum potensi terjadinya korosi akan naik dua kali lipat untuk setiap kenaikan temperature 27-36 degF pada range temperature antara 32 – 212 degF .

Tanya – ISA

Dengan hormat,

Beberapa waktu yg lalu kami mengalami gangguan Kilang akibat serangan chloride SCC pada pipa stainless steel yg ber-steam trace.

Penyebabnya adalah adanya leachable chloride di dalam isolasi yg terbuat dari calcium silicate dan rock wool.

Adakah diantara Bapak or Ibu yg mengetahui isolasi yang tidak mengandung leachable chloride ? atau mungkin juga Suppliernya ?

Tanggapan – Crootth Crootth

Mas Isa,

Sekedar mengganti insulasi tidak akan menyelesaikan persoalan, karena masalah CUI adalah gabungan antara bahan insulasi, temperature dan water content. tergantung factor mana yang paling berpegaruh. mau melakukan FTA (Fault Tree Analysis untuk mengetahuinya? Eheheheh kali aja) terlebih dahulu? Tentu tidak bukan?

Secara umum korosi di bawah insulasi, atau CUI (Corrosion under insulation) disebabkan oleh:

– terdapatnya embun air atau moisture, dissolved oxygen dalam air adalah penyebab utamanya. Air biasa datang dari air hujan, cipratan pembersihan equipment, deluge systems, internal leaking dan kebocoran process-liquid zat kimia dalam air dapat menimbulkan korosi terutama zat asam/basa. Kehadiran asam digabungkan dengan stress karena temperature operasi > 140 degF (60 degC) mengakibatkan kandungan chloride dapat mempercepat terjadinya SCC (stress corrosion cracking), sumber chloride ini dapat saja berasal dari bahan insulasi itu sendiri sendiri.

– temperature, terutama untuk system dengan siklus naik-turun temperature yang kerap terjadi (biasa terjadi pada process yang sering mengalami start-up/shut-down, akibatnya liquid dapat hadir senantiasa di balik insulasi dan korosi dapat berlangsung dalam jangka waktu yangn sangat pendek. Secara umum potensi terjadinya korosi akan naik dua kali lipat untuk setiap kenaikan temperature 27-36 degF pada range temperature antara 32 – 212 degF .

Bagaimana mencegah intrusi air? Baik Takemoto dan Bhavsar menyarankan pemakaian non-absortive atau low adsorption insulation (< 500 kg/m3) yang mampu menahan air hingga kandungan nya hanya 2% dari rata rata kandungan air yang dapat diserap bahan insulasi lainnya.

Tipe Insulasi

LOW TEMPERATURE INSULATION

Umumnya terbuat dari bahan busa organic seperti polyurethanes, polyisocyanurates, flexible elastomerics dan phenolics. Tipe ini sangat rentan terhadap korosi. Sebagaimana ASTM C 871-95 sebutkan untuk jenis ini leachate chlorides dapat mencapai 200 ppm yang dapat menyebabkan pH turun hingga di bawah 6. Hadirnya chloride dalam bentuk leachate ini terutama berasal dari bahan penahan api yang dibubuhkan ke dalam polyurethane.

HIGH TEMPERATURE INSULATION

Antara lain terdiri atas bahan bahan Calcium Silicate, mineral wool, perlite atau fibrous glass yang secara umum mampu mencegah intrusi air. Pada kenyaataannya Ca Silicate mampu menyerap air hingga menjadi 400% berat asalnya dan menyebabkan pH tinggi (9-10) yang merusak coating, di sisi lain Ca Silicate adalah pengikat uap air dan flammable yang dapat menimbulkan bahaya ledakan. Sebaliknya, Closed-cell cellular glass insulation adalah sama sekali tidak menyerap air karena terbuat dari 100% glass (tanpa binder dan filler lhoo). Bahan ini juga inert dan non-combustible (ASTM E136-98e1) dan bertingkah laku menawan pada temperature antara -450 hingga 900 degF

Sekali lagi, problem korosi hanyalah terjadi jika moisture terdapat dalam bentuk liquidnya pada range temperature nya.

DESAIN INSULASI

Kanapa kesalahan desain menyebabkan korosi?

Hindari penyangga insulasi dan stiffening rings (ring penguat) yang dapat menampung air

Hindari bracket dan gusset yang dapat mengalirkan air ke system perpipaan panjang nozzle yang tidak memadai untuk ketebalan insulasi kurangnya clearance pada perpipaan yang dilindungi

Penyangga yang menyebabkan terjadinya pemotongan insulasi

Kesalahan pemilihan material (misalnya penggunaan material organic pada pipa pengaliran liquid oxygen)

Kekurang jelasan penamaan material insulasi dengan nama generic nya sehingga menyusahkan dalam melihat spesifikasi fisik bahan insulasi

Kurangnya atau buruknya pemasangan (missing vapour retarder, inappropriate insulation-securement methods)

Seringkali insulasi sudah basah sebelum dipasang (biasa terjadi di daerah yang lembab atau sedang musim penghujan)

Kerusakan insulasi pada saat ada pengerjaan reparasi equipment/tie-in
ACCESSORIES MATERIAL

Waspadai asesoris yang berbahaya (yang sebenarnya fungsi utamanya untuk mencegah water dan penyekatan (seal projection). Pastikan jenis asesoris yang dipakai compatible dengan austenic stainless steel. Penggunaan semen, mastic dan coating biasanya membutuhkan pencampuran air. Pastikan kadar chloride dalam air kurang dari 50 ppm. Penggunaan mastic jangnan sampai mengandunng material chloride semisal PVC, chlorinated hydrocarbon atau turunan asam asetat. Sealant dan caulks diterapkan untuk penyekat jacket seam biasanya sensitive terhadap UV (ultraviolet) dan akan terdegradasi dengan cepat lebih cepat dari batasannya.

WASPADA Gito loch.

Karena CUI adalah masalah yang tersembunyi makan rajin rajinlah menginspeksi:

kerusakan, keausan karena cuaca, ketidak elastisan atau rontoknya caulking pada perpipaan, support dan nozzle kerusakan, terjepitnya atau rontoknya mastic pencegah embun pada perpipaan, nozzles, support dan sidewalls tertusuknya, robek, terkelupas, terlepasnya, bergesernya, hilangnya atau berkaratnya logam yang menyelimuti insulasi tergores, berlubang atau deposit korosi pada jaket atau penutup ujung pipa yang tidak tersekat gaps pada jaket mengembangnya atau mengekerutnya insulasi insulasi yang bertepatan dengan cucuran pelimbahan air embun pada insulation support insulasi yang tidak terlindungi pada saat bagian – bagiannya diambil bagian metal wall thickness test point yang tidak tersekat flashing yang tidak menyebabkan air tergelincir jatuh terbukanya sambunngan jaket

semoga membantu…..

Tentang merk dan vendor saya tidak mau ambil bagian menyebutkannya demi tidak mengiklankan yang jelas dengan mengklik Fibrous Glass Insulation saja akan didapatkan lebih dari 20 macam merek . jadi silahkan Mas Is acari sendiri di google.. atau lewat japri penyedia (vendor)nya mengusulkan ke mas Isa secara langsung

Sumber:

CCPS, Guidelines for Engineering Design for Process Safety

, Oct 1999, Thwart Corrosion Under Insulatio, K Posteraro

Bhavsar, Insulation Design for Mitigation of Pipe and Equipment Corrosion

Takemoto, Extreem SCC of Authenic Stainless Steel Equipment