Flare Recovery System fungsinya untuk mengambil gas buang (flared gas & vented gas)dan kemudian di alirkan ke fuel gas system atau ke proses lainnya. Karena tekanan flare system tsb rendah (sedikit diatas tekanan atm) maka diperlukan kompressor untuk dapat mengalirkannya ke proses lain yg mempunyai tekanan yg lebih tinggi. Kemudian untuk mencegah udara masuk ke flare system (vacuum pressure) maka dilakukan modifikasi dengan menambah sealing yang berbentuk ‘U’ pipe di dekat flare stack, dimana sealing tersebut diisi dengan HC condensate. Tingginya level condensate tsb tergantung berapa besar tekanan yang kita inginkan agar sealing tsb dapat carry over bila terjadi over pressure pada flare system.

Tanya – cj yon

Saya ingin menanyakan apa sih FLARE RECOVERY SYSTEM itu??

dan apa yang membuat FLARE RECOVERY SYSTEM tersebut mempunya harga yang mahal hingga 18 juta dolar?

atas jawabannya saya ucapkan terimakasih.

Tanggapan 1 – Wibisono, Nugroho

Dear cj yon,

Kalau tidak salah, secara formal dan detilnya anda bisa melihat di : API RP 521 (Guide for Pressure-Relieving and Depressuring Systems) di Sub-bab 5.5 ‘Flare Gas Recovery System’.

Secara tidak formalnya (bukan berarti promosi yee) di :

http://www.vetcoaibel.com/global/abbzh/abbzh251.nsf!OpenDatabase&db=/global/noofs/noofs187.nsf&v=F216&e=us&m=9F2&c=0AD576BFB6FBC221C1256D390045A 1A6

(copy dari ‘http’ dan teruskan sampai ke ‘A1A6’ baru kemudian paste, kemudian pilih animasi gambar platform disisi kanan atas).

Sepertinya intinya ingin mendayagunakan flare gas yang terbuang dan mengurangi continous flaring (flare system yang konvensional), anda bias coba animasinya seperti diwebsite atas.

Sori kalo ngawur, maklum bukan orang proses.. 🙂

Semoga bermanfaat.

Tanggapan 2 – Maison Des Arnoldi

untuk flare recovery system, pengalaman kami yaitu mencoba mengkondensasikan lagi gas to flare. Tentu saja setelah di check terlebih dahulu komposisi
gasnya, kalau masih ada C3 dan C4 nya maka masih bias dijadikan LPG. alatnya cukup sederhana yaitu condenser dengan air pendingin, compressor kalau diperlukan. untuk cost USD 18 juta, mungkin itu karena gasnya besar sehingga bisa jadi mini LPG plant dan ini mungkin untuk gas yang langsung dari sumur2 di lapangan, bukan gas to flare yang ada di Refinery.

wallahu’alam bis shawab

Tanggapan 3 – Hanurahadi Ginting

Flare Recovery System fungsinya untuk mengambil gas buang (flared gas & vented gas)dan kemudian di alirkan ke fuel gas system atau ke proses lainnya. Karena tekanan flare system tsb rendah (sedikit diatas tekanan atm) maka diperlukan kompressor untuk dapat mengalirkannya ke proses lain yg mempunyai tekanan yg lebih tinggi. Kemudian untuk mencegah udara masuk ke flare system (vacuum pressure) maka dilakukan modifikasi dengan menambah sealing yang berbentuk ‘U’ pipe di dekat flare stack, dimana sealing tersebut diisi dengan HC condensate. Tingginya level condensate tsb tergantung berapa besar tekanan yang kita inginkan agar sealing tsb dapat carry over bila terjadi over pressure pada flare system.
Umumnya flare line berukuran besar, sehingga diperlukan pipa2 berukuran besar (42′-66′) akibatnya biaya menjadi mahal disamping pembelian kompressor. Untuk tetap mempertahankan api flare, hanya diperlukan sedikit HC gas (pilot gas), sehingga terlihat api flare menjadi redup (kecil).