Beberapa masalah pada jenis heat exchanger : A. Plate Heat Exchanger (PHE)=> 1. Naiknya pressure drop didalam PHE; 2. Menurunnya out put HE (menurunnya kapasitas); 3. Kebocoran; 4. Tercampurnya media. B. Fin Heat Exchanger (FHE)=> 1. Pendinginan tidak merata diseluruh bagian HE; 2. Kebocoran.

Tanya – j_anton_witono

Rekans,

Mohon pencerahannya tentang permasalahan yang sering timbul pada Heat Exchanger berdasarkan macam2 jenisnya… Sekalian bagaimana mengatasinya.. Saya sudah baca buku2 tentang HE, cuma mau mencocokkan masalah apa yang sering terjadi untuk HE di pabrik2 Indonesia.

Tanggapan 1 – Imam Mahmudi

Pak JAW,

Saya coba sharing sekedar yang saya tahu. Pengertian yang saya tangkap tentang ‘masalah’ di sini pada pemakaiannya.

Beberapa masalah pada jenis heat exchanger.

A. Plate Heat Exchanger (PHE)

1. Naiknya pressure drop didalam PHE

Penyebab : Ada kotoran dalam PHE (PHE tersumbat)

Tindakan:

– Bersihkan pipa-pipa sebelum start up

– Bersihkan plate (jika kejadiannya setelah proses berjalan)

– Media yang masuk PHE perlu diberi filter.

Penyebab : Viskositas

Tindakan:

– Check viskositas dan jika perlu setel sesuai desain.

– Check apakah temperature turun sampai dibawah temperature desain

Penyebab : Kesalahan koneksi pada sistem perpipaan

Tindakan:

– Check koneksi dan sesuaikan dengan drawing.

Penyebab: Kuantitas aliran terlalu besar

Tindakan:

– Atur kuantitas aliran dengan benar.

2. Menurunnya out put HE (menurunnya kapasitas)

Penyebab: PHE terkotori/tersumbat oleh kotoran dari luar, seperti serpihan
plastik dsb.

Tindakan:

– Bersihkan plate

– Media yang masuk PHE perlu diberi filter.

Penyebab: Aliran terlalu tinggi/cepat.

Tindakan:

-Setel dan sesuaikan.

Penyebab : Kesalahan koneksi terhadap sistem perpipaan

Tindakan:

– Check koneksi dan sesuaikan dengan drawing

Penyebab: Akumulasi secondary media di dalam HE (seperti oli, dan non-condensable gas)

Tindakan:

– Buat alat yang sesuai untuk mengalirkannya. Alat ini bisa berupa oil drainage yang dibuka dalam periode tertentu sesuai dengan keadaan.

3. Kebocoran

Penyebab: Tekanan dalam HE melebihi tekanan ijin.

Tindakan: Kurangi tekenan sesuai dengan set point.

Penyebab: shock pressure/tekanan mendadak.

Tindakan: Hindari terjadinya tekanan mendadak dengan mengatur sistem sebaik mungkin, membuka dan menutup sistem dengan smooth.

Penyebab: Rusaknya gasket karena pengaruh serangan medium.

Tindakan: Ganti gasket, jika perlu ganti dengan material lain yang lebih baik.

Penyebab: Terbloknya aliran dalam HE.

Tindakan: 1 Bersihkan plate. 2. Beri saringan/filter.

Catatan : Umumnya PHE didesain melebihi kapasitas permintaan customer untuk safety kapasitas. Jika salah satu plate atau double plate bocor bisa diambil dan dipasang lagi. Lebih tepatnya menghubungi supplier atau manufacturernya.

4. Tercampurnya media.

Penyebab: Plate tidak terinstall dengan benar

Tindakan: Install plate sesuai panduan.

Penyebab: Korosi

Tindakan: 1. Cari penyebab korosi dan ganti plate baru 2. Ganti dengan
plate yang dengan material yang tahan korosi.

Penyebab: Koneksi tidak sesuai

Tindakan: Check dan sesuaikan dengan drawing.

B. Fin Heat Exchanger (FHE)

1. Pendinginan tidak merata diseluruh bagian HE

Penyebab: Pengisian refrigerant tidak tepat.

Tindakan: Pengisian refrigerant di lakukan dengan membalik tabung refrigerant. HE divakuum terlebih dahulu.

2. Kebocoran

Penyebab: Bisa disebabkan oleh korosi

Tindakan: Khusus HE yang terbuat dari banyak line pipa distribusi, pipa yang bocor diputus alirannya dan disumbat suapaya tidak ada aliran refrigerant di pipa tersebut, karena desain kapasitasnya biasanya melebihi permintaan customer. Tindakan ini tidak berlaku pada setiap FHE. Lebih dikonsultasikan pada supplier/manufacturernya.

Demikian.. Mohon koreksi bila ada kekurangan..

Tanggapan 2 – Kurniawan Rahmat

Dear P. Jaw dan Imam M,

Saya mau menambahkan ceritanya P. Imam,

Ditempat kami bekerja , ada HE dengan tipe Shell & Tube, dengan aliran 2 pass. Normalnya HE dapat mendinginkan fluida (methanol) sampai suhu 39 – 40 C. Kami menggunakan pendingin berupa sea water. Pada suatu hari, suhu methanol yang keluar dari HE tersebut mengarah naik dari 39 – 40 C, menjadi sekitar 61 C,tetapi kenaikan ini sangat pelan. Pada saat HE tersebut dibuka, kami menemukan di sisi inlet, banyak sekali ditemukan tube yang buntu.

Kemudian tube yang buntu kita bersihkan, sampai tidak ada lagi tube yang buntu.

Saat ini HE tersebut beroperasi normal, dengan suhu methanol keluar sekitar 39 – 40 C.

Pada saat ditemukan indikasi suhu methanol mengarah naik, kami menambah sea water yang masuk, sampai opening valve di outlet HE 100 %, normalnya 50%.

Itu dulu dari saya, trim’s

Tanggapan 3 – edfarman@ikpt

Pak Kurniawan,

Sepertinya outlet temperature metanol naik ‘sering’ ditemukan di plan Bapak?

Ada study dan pencarian solusinya Pak?

Masa iya harus menaikkan frekuensi routine maintenance? Costly jika harus shutdown plan.

Btw, buntunya tuba kenapa?

Masalah fouling – sepertinya bukan. Parah (kotor) sekali sea waternya jika sampai nge-plug ke tubes. Atau ada solid material yang masuk? seperti plastik, etc. Jika ya, sepertinya harus ada filtration unit sebelum tubular HE-nya. Satu lagi problem yang mungkin timbul pada sea water service adalah, menempelnya mikrobiologis pada tube material, bisa karena flow sea water rendah dan tidak ada injeksi chemical untuk ‘melumpuhkan’-nya. Jika terjadi kasus ini, masalah lain yang mungkin menyusul adalah corrosion di tube.

Boleh share informasi yang lebih Pak?

Saya tertarik.

Tanggapan 4 – munawir

Mas Anton,

Mngkn bisa konsultasi sama teman sy (Ali Mansur), yg kebetulan bkrja di Perusahaan yg memproduksi Heat Exchanger. Bilang aja dpt kontaknya dari saya.
Ini kontaknya.