Ada beberapa properties yang penting diperhatikan dalam pemilihan refrigerant, yang terkait dng compressor, diantaranya adalah latent heat dan vapor density.

Tanya – production

Dear rekans,

Ada yang tahu gak..tentang type refrigerant dan karakteristiknya dalam sistem pendingin.maklum saya bukan orang mechanic. Dan kalau bisa mungkin ada referensinya bisa dikirim softnya. Mohon pencerahannya.

Tanggapan 1 – agus pamitran

Pak Roy dan rekans,

Secara kimia, pengelompokan refrigerant bisa dibagi atas:

1) halocarbons (R-22, R-32, R-125, R-134a, dll)

2) azeotropes (R-507, R-503, dll)

3) zeotropes / non-azeotropes (R-410A, R-407C, dll)

4) organic compounds (ethane, propane, butane, dll)

5) inorganic compounds (ammonia/R-717, CO2/R-744)

kelompok halocarbons bisa dibagi atas:

1) CFC (chlorofluorocarbon), contoh R-12

2) HCFC (hydrochlorofluorocarbon), contoh R-22

3) HFC (hydrofluorocarbon), contoh R-134a… tdk mengandung chlorine sehingga tdk no ozone-depletion, tapi tetap menyumbang pada global warming.

selain itu, ada juga klasifikasi: 1) pure refrigerant (R-22, R-32, R-134a), 2) mixture refrigerant (R-410A, R-407C), dan 3) natural refrigerant (NH3, CO2)… mixture refrigerant dibagi atas azeotropic dan non-azeotropic.

yg diperhatikan untuk pemakaian/pemilihannya, selain safety dan ramah lingkungan, adalah physical properties nya… contoh, sistem pendingin yg didesign untuk R-134a tdk bisa dipakai untuk CO2… karena pada temperature yg sama, tekanan CO2 sekitar delapan kali lebih besar daripada tekanan R-134a… juga vapor density CO2 sekitar enam kali lebih besar daripada R-134a, ini terkait dng kemampuan kompresor pada system.

saya ada beberapa soft… tapi sayang, sekarang saya sedang tdk di tanah air… mungkin ada rekans lain yg bisa membantu Pak Roy

Tanggapan 2 – Aman Mostavan

Dengan hormat,

Ada beragam sistem pendingin, sesuai kegunaan seperti pendingin ruangan, pembuat es dan banyak lagi. Terdapat berbagai macam sesuai jenis seperti kompresi uap, pendingin absorpsi dll.

Demikian pula ada bermacam refrigerant yang berkaitan dengan itu, seperti CFC, hidrokarbon atau amoniak ……

Tanggapan 3 – agus pamitran

maaf, koreksi sedikit atas tulisan saya:

‘…HFC (hydrofluorocarbon), contoh R-134a… tdk mengandung chlorine sehingga tdk no ozone-depletion…’

seharusnya:

‘…HFC (hydrofluorocarbon), contoh R-134a… tdk mengandung chlorine sehingga no ozone-depletion…’

Tanggapan 4 – production

Apa pengaruhnya ya, jika spec untuk compressor pendingin menggunakan type refrigerant 134A tapi diganti dengan type refrigerant 404A.mohon pencerahannya.

Tanggapan 5 – Aman Mostavan

Mas Roy yth.,

Yang mas Roy maksudkan tentunya mengganti refrigerant 134 A dengan refrigerant 404A. Harap perhatikan grafik untuk masing-masing refrigerant tersebut, terutama nilai saat penguapannya (tekanan dan suhu evaporator) dan nilai saat kondensasinya (tekanan dan suhu kondensator).

Tanggapan 6 – Donny Rico

Pa Roy,

mungkin yang dimaksud oleh saudara Aman adalah harga enthalpy dan tekanan dalam diagram p-h dari masing-masing refrigerant karena itu akan menentukan kebutuhan kerja untuk kompressor, besarnya panas yang dibuang oleh kondensor atau panas yang diserap evaporator.

Tanggapan 7 – BKC1132@cc.m-kagaku.co.jp

Pak Roy,

Selain karakteristik fisik refrigerant yang berdampak ke kapasitas masing-masing komponen siklus refrigerasi, karakteristik kimia refrigerant juga sangat berpengaruh thd kelayakan penggantian refrigerant.
Hal ini terutama berdampak pada ketahanan hose dan seal equipment terhadap refrigerant yang baru.

Tanggapan 8 – agus pamitran

Pak Roy dan rekans,

ada beberapa properties yg penting diperhatikan dalam pemilihan refrigerant, yg terkait dng compressor, diantaranya adalah latent heat dan vapor density.

untuk latent heat, urutannya adalah sbb:

– lihat latent heat refrigerant ybs

– semakin rendah latent heat, maka semakin tinggi ‘mass flow per unit refrigerating capacity’

– juga, semakin rendah latent heat, maka semakin tinggi ‘volume flow rate saat meninggalkan evaporator per unit refrigerating capacity’

– pengaruhnya pada compressor, semakin tinggi ‘volume flow rate saat meninggalkan evaporator per unit refrigerating capacity’, maka kapasitas volume-pumping pada compressornya juga harus makin besar

untuk vapor density:

semakin rendah vapor density, maka ‘compressor displacement’ yg dibutuhkan untuk suatu refrigerating-capacity adalah semakin besar… ini berarti dibutuhkan compressor yg lebih besar pula

pada R-134a dan R-404A:

– latent heat R-404A lebih rendah daripada R-134a (perbedaannya tdk terlalu besar)

– vapor density R-134a lebih rendah daripada R-404A, sekitar 1 : 2

semoga penjelasan tsb bisa membantu,

Tanggapan 9 – production

To : P’Roy, coba dulu pak Roy temukan grafik diagram P-h dan juga T-s untuk R-134a dan juga R-404nya, secara praktis sih kita coba approx. berapa besar power secara theoritical buat kompressor. Oh ya Pak Roy di divisi apa ya? Kayaknya kita satu lokasi deh. Kalau mau P’Roy ke tempat saya aja, gimana.