Untuk mendeteksi crack pada blade&rotor turbin menggunakan software khusus memang sulit kecuali bila rotor/blade tersebut sudah patah. Metode yang sudah cukup berhasil dikembangkan untuk mendeteksi crack pada blade/rotor adalah UT.

Tanya – iwan mahindra

saya perlu info mengenai:

– software utk mengetahui crack blade&rotor turbin… ada nggak ?

– table list material untuk NDT (non destructive test) cari dmn yaa???

Tanggapan 1 – topan kovick

P Iwan, ada baiknya anda ceritakan detil problem yg dihadapi sehingga rekan2 dapat membantu dengan lebih baik. setahu saya (CMIIW) untuk mengtahui adanya crack dan arah rambatannya digunakan alat / metode pengujian (UT, Magnetic, X ray) bukan dng software.
mungkin rekan lain bisa menambahkan..

Tanggapan 2 – Alexander Radityo Warman

Pak Iwan,

Ada beberapa software yang didedikasikan untuk predictive maintenance, dimana data diolah dari pengukuran getaran.

Untuk crack pada blade/rotor turbine, hal ini bisa dianalisa dengan spectrum getaran,

Yakni dengan memonitor spektrum pada BPF (blade pas freq.)

Tanggapan 3 – Andre Indrayana

Sudah lihat di ASME V untuk NDT ?

Crack biasanya kalo kita (peralatan statis) digunakan CTOD (Crack Testing Opening Displacement).

Tanggapan 4 – farabirazy albiruni

Dear rekans,

Untuk mendeteksi crack pada blade&rotor turbin menggunakan software khusus memang sulit kecuali bila rotor/blade tersebut sudah patah. Dari beberapa experience yang saya alami, pathnya blade akan menyebabkan vibrasi tinggi yang dominan pada 2x running speed (saya menggunakan software buatan bently nevada), namun itu tidak bias dijadikan patokan karena saya sendiri belum meneliti dan memiliki data yang cukup banyak untuk hal itu.

Metode yang sudah cukup berhasil dikembangkan untuk mendeteksi crack pada blade/rotor adalah UT, anda bisa lihat salah satu paper yang membahas teknik tersebut di www.ndt.net. Selain itu, PT juga cukup membantu untuk mendeteksi terjadinya crack pada root blade.

Mengenai tabel material, anda bisa search dengan mudah di internet. misal untuk UT nilai accoustic impedance, velocity, dll, et:conductivity.

Untuk mendeteksi blade yang retak tentunya hanya dapat kita ketahui dengan cara membuka dulu mesinnya dan lakukan NDT test, baik dengan UT maupun dengan yang simple seperty dry penetrant. sepengetahuan saya, kita tidak bisa mendeteksi blade yang retak disaat unit sedang operasi (CMIIW), tetap kita harus buka unitnya dan melakukan NDT test. Tapi apabila pertanyaannya menjadi: bagaimana mengetahui blade yang lepas dari dudukannya (bukan blade yang retak. karena retak belum tentu lepas) jikalau mesin/unit masih beroperasi? tentunya bisa kita ketahui tapi dari dynamic rotor response, tapi dengan prosentasi yang beragam.

sebagai ilustrasi, apabila kita mendapati amplitude vibrasi 1x steam turbine kita tinggi maka akan ada beberapa posibility problem yang terjadi pada unit kita

1.. imbalance dikarenakan adanya rotor part yang lepas (bisa blade, bisa bolt rotor)

2.. imbalance dikarenakan adanya kosentrasi massa yang tidak terdistribusi dengan baik (misal: ada deposit dalam jumlah yang banyak pada salah satu sisi rotor)

3.. Rotor bow/bending (bisa temporary atau permanent)

Dari beberapa posibility diatas dengan data dari dynamic rotor response plot kita bisa mengetahui berapa prosentasi kemungkinan yang menyebabkan vibrasi 1 x -nya tinggi, tentunya untuk mendapatkan dynamic rotor response plot diperlukan test plan (performance test) yang baik dan tepat, transducer yang tepat dan terinstall dengan baik (rigid), multi channel data acquisition yang mempunyai kemampuan simultaniously collecting sample for all channel dan tentunya software yang bisa menampilkan plot2 vibrasi yang dapat kita jadikan evidence dalam memutuskan posibility yang mana mempunyai prosentasi yang besar.

Sedangkan untuk rotor/shaft crack, kita bisa mendeteksinya lebih awal (walaupun unit dalam kondisi operasi) dengan melihat perubahan 1x amplitude yang diikuti dengan kenaikan 2x amplitude juga. serta trending perubahan phase angel dari absolute phase setiap transducer. ada beberapa plot yang bisa kita gunakan sebagai evidence untuk mengetahui crack, seperti orbit time base plot, polar plot, trend plot waterfall plot. untuk h/w dan s/w nya tentu bisa menggunakan equipment yang sama untuk pendeteksian blade lepas diatas. atau apabila plant anda mau berinvestasi, bisa menggunakan on line (continous) monitoring system.

untuk blade pass problem biasanya hanya terjadi pada unit2 yang servicenya liquid (bisa oil, water dst). nah blade pass problem biasanya disebabkan oleh cavitasi atau turbulansi di area impeler (CMIIW).

semoga membantu.