Mohon informasinya perusahaan yang bergerak di bidang Pre-commissioning (hydrotest) di Indonesia.

Tanya – Didik Setya

Rekans milist yth,

Mohon informasinya perusahaan yang bergerak di bidang Pre-commissioning (hydrotest) di Indonesia. Yang saya tahu Weatherford dan BJ Services.
Mungkin ada informasi lain? Terima kasih atas informasinya.

Tanggapan 1 – Crootth Crootth

Pak Didik,

Hydrotest untuk apa dulu? Pipeline? kalau benar pipeline, apakah di onshore? offshore? apakah tekanan operasinya di atas 1000 psig? berapa panjang dan diameter pipanya? apakah sepanjang pipeline banyak terdapat rumah penduduk?

Apakah tersedia sumber water yang cukup di kedua ujung pipa nya?

Kalau pipanya cuma 10 km dan diameter ngga lebih 20 inch serta operating pressure di bawah 1000 psig, saya buayaaaakk sekali perusahaan yang memapu melakukannya. Oh iya, untuk pipeline, hydrotestnya musti disertifikasi MIGAS lhooo….

Tanggapan 2 – Didik Setya

Mas DAM,

Kami akan melakukan Hydrotest untuk Offshore Pipeline dengan test pressure kira2 100 bars. Diameter pipa 32′ dengan panjang masing2 sekitar 7 km (2 lokasi). Sumber air kita ambil dari trench area di shallow water area dengan jarak kira2 550 m ke pig launcher. Terima kasih infonya.

Tanggapan 3 – Crootth Crootth

Mas Didik,

Saya kira kontraktor lokal macam KRS (mohon maaf, bukan promosi yah) mampu melakukannya. Yang paling penting adalah adanya satu orang konsultan untuk meninjau dan mengkaji ulang si kontraktor dengan antara lain meninjau pemenuhan kelengkapan dokumen (kualitas air (biasanya sih…pH antara 4 – 10, kadar Chloride kurang dari 500 ppm, TSS dan THC masing-masing kurang dari 100), prosedur, emergency procedures, kualitas pekerja dan helper, kualitas chemical additives, kualitas equipment (pompa, air kompressor, pressure recorder (bagusnya barton atau pressure recorder lain yang bisa dicetak (dari DCS ke printer misalnya)), kecukupan area pembuangan limbah hydrotest, pengecekan kualitas limbah sebelum dibuang, ketersediaan overpressure protection equipment (vent/relief), public relation (misalnya mengingatkan dan menginformasikan bahaya hydrotest pada nelayan sekitar atau kapal pengangkut/penumpang lain) dan lain lain.

Tanggapan 4 – Didik Setya

OK Mas DAM, thanks infonya.

Tanggapan 5 – Dirman Artib

Mas Dam,

Sedikit koreksi , mungkin ‘slip of the tongue of DAM’. 🙂

Yang disertifikasi oleh MIGAS bukan hydrotestnya, tetapi instalasi pipeline (kalau pipeline), atau equipment Pressure Vessenya (kalau PV) atau equipment atau instalasi lainnya sesuai Kep Dirjen 84 K/38/DJM/1998.

Hydrotest hanya lah salah satu test yg harus dilakukan sesuai dengan Inspection and Test Plan (ITP) yang terlebih dulu ditinjau (reviewed) dan disetujui (approved) oleh MIGAS atau third party-nya yg biasa kita sebut PJIT (Perusahaan Jasa Inspeksi Teknis). Selain hydrotest, tentu ada lagi inspeksi, verifikasi dan mungkin test lain yang harus dilakukan dalam rangka proses sertifikasi MIGAS ini, ini tergantung dari Code/Standard yg diadopt.

Setidaknya ini menurut kursus tertulis lewat email yang diberikan oleh Pak Ramzy tahun lalu kepada saya :-).