Mohon pencerahannya, atas pertimbangan apa sebuah riser di jacket itu, methode penginstallan nya di pilih. Setahu saya ada 2 metode : 1. pre installed dulu di jacket;
2. Stalk on, setelah jacket di install baru di pasang riser nya.

Tanggapan 1 – ckaelan_milis

Mas- mas milis migas,

Mohon pencerahannya, atas pertimbangan apa sebuah riser di jacket itu, methode penginstallan nya di pilih. Setahu saya ada 2 metode :

1. pre installed dulu di jacket

2. Stalk on, setelah jacket di install baru di pasang riser nya.

Tanggapan 2 – Soendoro, Iwandana

Pak Chris,

Kalau menurut saya metode no 1 dikerjakan di onshore/fabrication yard itu biasanya untuk jacket baru dan kalau di kerjakan di offshore costnya lebih mahal

Untuk yang no.2 mungkin bagian dari suatu modifikasi dari suatu structure yang telah terpasang.

Tanggapan 3 – Muhammad YUSUF

Sekedar ikut nimbrung..

A. Installasi Riser di yard (pre-installed) :

1. Lebih murah dan akan menghindarkan masalah2 yang akan terjadi mungkin terjadi jika offshore installasi (terutama masalah akibat misalignment pada riser clamp)

2. Biasanya utk Jacket baru

3. Koneksi utk Pipeline Spool (Dock Leg/expansion loop) ke riser menggunakan Flange system (swivel dan neck).

4. Installasi riser di yard butuh crane yang lumayan tinggi (utk riser instalasi dari atas)

Solusi lain dengan splice dengan welding menggunakan golden weld (kalau Client setuju), (teman2 ahli welding mungkin bisa memberi pencerahan lebih)

5. Riser clamp dan jacket harus didesign dengan load flooding test di yard (kalau Client menginginkan diflooding test di atas jacket setelah riser di splice dan di install di jacket spt dimaksudkan diatas.

Meski kadang Client setuju untuk Flooding test sebagai satu kesatuan di tanah, kemudian di splice, dan kemudina di pasaany ke jacket (riser clamp) , dan hanya weldingya saja yang ditest (tidak perlu flooding test lagi di yard).

Tambahan, Utk kasus ini, coating dari riser harus di pasang lagi setelah di splice dan welding.

B. Instalasi Offshore

1. Lebih mahal (offshore time rate dari manhour dan barge/vessel)

2. Bisa utk jacket baru dan atau existing jacket.

Selama feasibility study utk instalasi offshore memungkinkan (clearance dan geometrical dari metode sequensialnya)

3. a. Flange system sama seperti penjelasan dengan yard.

b. Hyperbaric welding (sangat mahal)

c Stalk on dengan mengelas bersamaan dengan pipeline diatas laying barge,

Kemudian pipeline plus riser akan di laying bersamaan ke posisi riser clamp di jacket (system ini cukup menyulitkan terutama karena metode instalasinya yang sangat kompleks)

Biasanya system ini dikembangkan utk menghindari hyperbaric welding antara spool pipeline dan riser yang sangat mahal yang dikarenakan Client tidak mengijinkan flange system.

4. Installasi riser di yard tidak butuh crane yang lumayan tinggi (utk riser instalasi dari atas)

Tetapi Riser clamp alignment harus benar2 di check utk mengindari masalah di offshore.

5. Biasanya di yard sudah riser di flooding test (di atas tanah), nanti baru di test lagi saat pipeline, spool dan riser sudah jadi satu kesatuan ke proses di deck.

Load utk flooding di offshore biasanya relatif lebih kecil di banding dgn flooding di yard (riser di atas jacket)

Sekian dulu,

semoga kawan 2 yang lain bisa menambahkan dan mengoreksi kalau ada kesalahan.

Tanggapan 4 – Teguh I. Santoso

Rekan-2,

Ikut menambahkan bahwa philosophy pkekerjaan offshore construction adalah seminimal mungkin melakukan pekerjaan di offshore baik di barge/kapal maupun underwater karena factor risk yg. tinggi baik cost maupun safety.

Kalau riser installation terpaksa dilakukan di offshore misalkan penambahan line baru maka harus dipilih metode yg. Secepat mungkin dan seminimal mungkin melakukan diving intervention.

stalk riser di deck dg. welding dan menurunkannya secara keseluruhan adalah metode yg. umum digunakan bila deck space lay barge cukup.

Bila deck space barge tidak cukup maka riser bisa di stalk dan diturunkan bertahap dan butuh waktu lebih lama.