Produksi dimulai dari lahan minyak dan gas Gjoa di Blocks 35/9 dan 36/7 di offshore Norwegia pada 7 November yang lalu.

Produksi dimulai dari lahan minyak dan gas Gjoa di Blocks 35/9 dan 36/7 di offshore Norwegia pada 7 November yang lalu.

Statoil mengoperasikan project selama tahap pengembangan dan GDF Suez E&P Norge AS akan mengambil operatorship selama tahap produksi.

Unit produksi semisubmersible di lahan juga akan menjalani sebagai sebuah development hub untuk penemuan lainnya di wilayah seperti satelit gas Vega, di Blocks 35/11 dan 35/8, untuk mengalir segera.

Semi Gjoa adalah floater produksi pertama didunia, dan platform kedua di offshore Norwegia, dengan menerima powernya dari shore, menurut Statoil. Semi menerima listrik dari kabel 100-km dari Mongstad utara dari Bergen. Troll A adalah platform pertama di offshore Norwegia yang akan diwewenangkan dari shore.

Statoil mengatakan pengembangan Gjoa-Vega berbiaya 40 milyar kroner dan memperkirakan recovery dari Gjoa, 82 juta bbl minyak dan kondensat serta 40 milyar cu m gas.

Gjoa akan memproduksi melalui lima subsea templates sementara Vega akan memiliki tiga subsea templates.

Semi Gjoa berada di 45 km dari shore dan pada kira-kira 360-m dari perairan. Pipeline 55-km akan mentransport minyak dari Gjoa ke line Troll II menuju kilang Mongstad. Rich gas akan mengalir melalui pipeline 130-km ke Far North Liquids and Associated Gas System (FLAGS) yang dihubungkan ke terminal St Fergus di UK.

Gjoa ditemukan pada tahun 1989 dan Vega pada tahun 1981.

GDF memegang 30% saham di Gjoa. Partnernya adalah Petoro AS 30%, Statoil 20%, AS Norske Shell 12%, dan RWE Dea Norge AS 8%.

Statoil adalah operator dari Vega dan memegang 60% saham di lahan. Sisanya 40% saham dipegang oleh Petoro.

Sumber: www.ogj.com