Sejak dari design sudah ada safety klasifikasi pemasangan pipa onshore untuk yang padat penduduk atau sebaliknya Hal tersebut ada di ASME B 31.8 Chapter IV. Sepertinya lebih risky pasang pipa di onshore dari pada di offshore.

Tanya – Jajuli Ramdhan

Mohon pencerahan :

Bulan-bulan belakang ini saya sering lihat galian di perjalanan menuju tmpt kerja, konon kabarnya itu buat natural gas…

Jadi pengen nanya :

Gimana ya standard pemasangan jalur pipa yg berisi bahan yg sgt mudah terbakar, seperti natural gas dll? Apa boleh di pasang dipinggir jalan umum?

Kalopun boleh, gmn dengan standar pemasangannya ?

Gimana dengan standard safetynya?

Apa pemerintah kita punya regulasi untuk itu?

Siapa yg berhak mengeluarkan izin penggalian di jaln umum?

Tanggapan 1 – Crootth Crootth

Mas Jajuli,

Kalau tidak salah pemerintah kita mempunyai peraturan tentang jarak minimum pipeline dengan pemukiman (CMIIW, kurang lebih 50-100 m tergantung diameter pipa)…sayang saya lupa peraturannya.

sebagai pembanding

1. Texas Railroad Commission mensyaratkan minimum 150 ft dari pipeline harus bersih dari pemukiman

2. CCPS, 2003, mempersyaratkan 200 ft dari pipe rack harus ‘bersih’

3. Seveso Directive II dari EU, dan UU HSE Brasil, menambahkan persyaratan ‘green belt’ artinya perlunya penanaman pohon di samping kiri kanan pipeline untuk mengurangi consequences jika terjadi kebakaran dan ledakan

Itu semua adalah peraturan peraturan yang bersifat prescriptive.. artinya ‘harga mati’, padahal kita tahu masalah process safety sejatinya bukanlah masalah harga mati, harus didefinisikan terlebih dahulu seberapa besar resikonya.

Penentuan resiko juga bukanlah hal yang mudah, sekalipun sudah terlalu banyak tools yang dapat digunakan..

Risk = Frekuensi (Failure rate) x Severity

Tentang Failure rate (bocor) dari pipeline transmission, data berikut mungkin bisa digunakan:

Pengiriman Material Berbahaya menggunakan truk 1 kejadian tiap 2000 tanker-year

Pengiriman Material Berbahaya menggunakan KA 1 kejadian tiap 3000 tanker-year

Pengiriman Material Berbahaya lewat pipeline 1 kejadian tiap 3000 mile-year

Pengiriman Material Berbahaya lewat laut 1 kejadian tiap 200 ship-year

(Sumber, AIChE)

Tentang severity kecelakaan akibat pipeline ini kejadian yang paling besar di dunia terjadi di Cubatao, Brasil 1984 akibat kebakaran yang terjadi yang diawali kebocoran pipa minyak, menewaskan 504 orang.

Mexico City, 1984, akibat ledakan dan kebakaran yang diawali dengan kebocoran pipa LPG di Pemex Co, menewaskan 542 orang.

Dengan menggunakan Fire Hazards Analysis (FHA) dan Consequence Analysis, dapat ditentukan seberapa keterterimaan resikonya (ALARP, antara 10^-5 to 10^-3).

Di Indonesia sendiri, sepanjang yang saya ketahui sampai saat ini, sepanjang tahun 2005, terjadi 4 peristiwa kebocoran pipeline, 2 diantarakan diiringi dengan ledakan, 1 kebakaran, menewaskan 1 orang. Terjadi pula kebakaran pada transportasi material berbahaya menggunakan KA, menewaskan 1 orang.

Yang jelas pemerintah mempunyai aturan, namun aturannya masih prescriptive, kalau perturan yang risk based pemerintah belum punya (untuk offshore saja pemerintah memilikinya, peraturan tahun 2003).

Tanggapan 2 – Ramzy SA

Anda dapat melihat pada KEPMEN menteri pertambangan dan energi RI No. 300 K/38/M.PE/1997.

Disana cukup lengpak apa saja persyaratan serta jarak dan ketentuan lainnya. Sayang saya tidak punya dalam soft copy.

Tanggapan 3 – Soendoro, Iwandana

Mau menambahkan sedikit

Sejak dari design sudah ada safety klasifikasi pemasangan pipa onshore untuk yang padat penduduk atau sebaliknya

Hal tersebut ada di ASME B 31.8 Chapter IV

Sepertinya lebih risky pasang pipa di onshore dari pada di offshore, hari ini survey masih kosong tiga bulan lagi udah ada rumah.

Saya sendiri belum pernah dealing dengan onshore pipe selalu offshore.