Kalau sudah commissioning yang diperlukan adalah semua facility yang memang diperlukan untuk mengoperasikan pipeline tersebut. Misal pump/ compressor dan control system untuk ngatur flow nya, metering system buat itungan fluid yang ditransmisikan, pig launcher/ trap untuk maintenance, cathodicprotection system.. dan lain lain supaya pipeline bisa dioperasikan dengan baik dan sesuai umur yang direncanakan sesuai syarat 2 yang ditentukan oleh UU/ Code/ Standard.

Tanya – Ir. Ruth Renova Natalia

Saya ingin belajar dan mengetahui mengenai tentang analisa commissioning pipeline. Bisakah saya mendapat pencerahan dan contoh mengenai analisa commissioning pipeline (equipment apa saja yang digunakan) untuk proyek pipa distribusi. Terima kasih atas konfirmasi, pencerahannya dan pembelajarannya.

Tanggapan 1 – Mmunarist

Mbak Nova,

Pada intinya kegiatan commissioning pipeline itu sama saja baik untuk yang ‘transmission pipeline’ maupun ‘distribution pipeline’

Limitation dari commissioning stage adalah dianggap setelah/ after hydrostatic test sukses atau setelah dewatering after hydrotest??!! –> batasan ini harus jelas dulu.

Untuk detailnya coba dibuka bacemannya ASME B.31.8

Perbedaan yg mungkin ada adalah:

1. Mungkin pada pipa distribusi tidak dapat di-pigging mengingat variasi dimensi dan percabangan pipa yang tidak single-line. Ini menentukan metoda apa yg akan kita putuskan saat kita melakukan dewatering.

2. Swabbing, mungkin tidak perlu-perlu amat atau malah tidak perlu pada pipa distribusi.

3.Mungkin pada pipa distribusi membutuhkan sambungan ‘hot-tapping’ after hydrostatic test, biasanya ini dianggap sebagai layaknya ‘golden joint’ pada pipa transmisi.

4. Peralatan yang sering dipakai pada dasarnya sama mbak.. Tidak jauh berbeda dengan yang dipakai oleh tim commissioning transmisi, minus pengukur dew-point control karena sudah bisa diabaikan terkait tekanan operasinya. Sehingga kita juga tidak butuh vacum compressor.

Tapi peralatan yg mungkin / harus ada:

1. Welding machine jangan di-demob dulu..

2. Nitrogen filling tank

3. PI/ TI dan instrumentasi sudah harus diinstal

Intinya, commissioning pipa distribusi lebih simple / sederhana. Dan jauh menjadi lebih sederhana lagi bila jenis pipanya adalah poly-ethylene pipe.

Tanggapan 2 – Amal Ashardian

Kalau sudah commissioning yang diperlukan ya semua facility yang memang diperlukan untuk mengoperasikan pipeline tersebut. Misal pump/ compressor dan control system untuk ngatur flow nya, metering system buat itungan fluid yang ditransmisikan, pig launcher/ trap untuk maintenance, cathodicprotection system.. dan lain lain supaya pipeline bisa dioperasikan dengan baik dan sesuai umur yang direncanakan sesuai syarat 2 yang ditentukan oleh UU/ Code/ Standard.

Tanggapan 3 – And Riawan

1. Hidrotest.

2. calliper pig/ inteligent pig

3. Catodic protection

4. SCADA

5. LBCV/ Block valve

alat:

1. temporary pig receiver/ launcher

2. kompressor

3. pompa2

4. nitrogen

5. air

6. detektor gas

7. temporary flare

sebelum gas-in, pipa di test dengan nitrogen . . .

Tanggapan 4 – Amal Ashardian

Semestinya dibedakan antara pre commissioning dan commissioning, karena memang maksud dan tujuannya berbeda.