Software itu hanya tools, yang paling penting adalah orang orang yang terlibat dalam HAZOP study itu harus kompeten. Tentu software akan memproses apa saja.
Dalam beberapa studi HAZOP yang saya pelajari masih banyak sekali ‘lagging’ nya karena minimnya pengetahuan Process Safety dan Process Engineering dari anggota tim yang terlibat. Verifikasi report HAZOP adalah perkara lain yang sering dianggap enteng. Dalam banyak kesempatan pihak operation menerima saja laporan HAZOP tanpa diberi kesempatan untuk terlibat dalam HAZOP tersebut (khusus di HAZOP pada saat FEED atau Detailed Engineering).

Tanya – made.sudarta1964

Rekan2 yth,

Mohon bantuannya barangkali ada rekan yg mengetahui dimana kita bisa mendapatkan software untuk mengerjakan Hazops, baik rental maupun beli. Boleh Japri.

Tanggapan 1 – Alvin Alfiyansyah

Dear Pak Made,

Coba search pakai keyword :

1. PHAworks dari Primatech

2. PHApro dari Dyadem

Apakah versi web version atau standalone yang dikehendaki dan saya lupa apakah scheme rental masih ada atau tidak. Kedua software ini ada plus dan minusnya. Kalo versi Indonesia, setahu saya banyak study2 yg dilakukan tetapi saya tidak tahu apakah ada yg sudah mengembangkan sisi komersialnya sehingga sudah dipakai di industri.

Hal lain yg penting menurut saya pak Made, IMHO adalah kemampuan software-nya menggenerate report, melakukan generalisir dan rating terhadap risk matrix yg dipunyai perusahaan kita (kalo ada option ini tentu menarik), dan kemampuan import-transport dari Excel ke software-nya atau copy ke MSWord. Nah, sebelum beli menurut saya opsi dan fiture2 seperti ini perlu ditest dan dicoba serta ditanyakan terlebih dahulu, mungkin coba trialnya dulu.

Tanggapan 2 – made.sudarta1964

Hi mas Alvin,

Apa kabar, ya saya sudah dapat masukan dari teman2 lainnya lagian yg memerlukan adalah temanku. Sekali lagi terima kasih atas bantuannya.

Tanggapan 3 – yudi putera

Menurut pendapat saya software yang terbaik untuk Hazop dan Qualitative Risk studies lainnya yah masih tetap MS Excell..:)) saran saya coba di kaji ulang lagi kebutuhannya untuk menggunakan software-software package itu jika hanya untuk HAZOP atau PHA lainnnya..apa betul perlu? pengalaman saya dan termasuk pengalamannya mas Alvin (yah engga Vin? jujur yah he..he..he.) pada kenyataannya kita lebih praktis menggunakan Excell..pake software2 package itu memang terlihat lebih gaya..tapi malah lebih merepotkan dan terkadang double work..

Btw..ini cuma pendapat pribadi loh..(note : Stature nya Dyadem will also not working well Vin he..he..he.)

Tanggapan 4 – I Made Sudarta I Made Sudarta

Mas Yudi,

Terima kasih atas masukannya yang sangat berharga ini, memang kita akui terkadang software malah membuat kita melakukan double works.

Tanggapan 5 – Alvin Alfiyansyah

Hahaha….Bos Yudi buka-bukaan niih.

Yah begitulah Pak Made, beli/rental software harus hati-hati namun ketika itu rekomendasi dari headquarter terkadang kita harus tetap berani protes, kenapa milih yang itu, kok ngga ada fiture rangking report dan mappingnya (i.e. utk QRA ke map atau google earth) sebagai contoh kasus – ini semua kita harus challenge dulu karena kita tahu kebutuhan bisnis dan result yang kita inginkan (optimal tentunya)…?

Kalo kita melakukan HAZOP di main office mungkin sisi network dan system komputernya tidak akan ada masalah. Namun ketika kita harus melakukannnya di remote area atau site dan systemnya tidak berjalan dengan baik maka skenario excel yang harus dijalankan…makanya saya sarankan kepada Pak Made coba trialnya dulu.

Lihat semua fiture yang ada termasuk kemudahan import dan transport dari software ke MS Excel dan MSWord vice versa. Ini penting karena report kan tetap harus dibuat dan teman Pak Made harus tetap setoran dan dapur company tetap ngebuul…….dan minimize rework 🙂

Tanggapan 6 – Wahyu Hidayat

Sewaktu ikut HAZOP 3 minggu di Paris saya bertemu Facilitator kawakan jebolan Mobil tapi sekarang independent consultant untuk ExxonMobil. Si kakek ini menggunakan Excel instead of any proprietary softwares. Ketika saya tanya kenapa, dia menjawab

:’Saya masih yakin akan ‘versatility’ and ‘flexibility’ software buatan Bill Gates ini’. ‘Tapi bukannya kamu harus manually export worksheet ke report kamu’ ‘Dan kamu harus melakukan copy-paste manual kalau perlu masukkan entry yang sama, hal yang bisa dilakukan oleh proprietary software dengan mudah melalui dropdown memory-nya?’ saya mencecar.

‘Saya menempatkan versatility dan flexibility in exchange to pain staking entry process’ dia tersenyum.
‘it’s your call’ kataku mengakhiri.

Saya pernah menggunakan dua-duanya. Dan yang dikatakan Alvin dan Yudi di bawah benar. Software adalah tool yang tujuannya mempermudah. Jika nilai yang didapatkan dari kemudahan jauh di bawah cost yang sudah dikeluarkan ya tidak usah dipilih.

Terkenang ketika menggunakan network version PHAPro di Santan Terminal lalu due to poor connection dengan server di Houston tidak bisa menggunakan software itu dan balik ke software Paman Gates 🙂 sebagai back-up. Ada baiknya kalau menggunakan proprietary software itu versi yang standalone dan bukan network.

Tanggapan selengkapnya dari rekan-rekan Mailing List Migas Indonesia pembahasan bulan Oktober 2010 ini dapat dilihat dalam file berikut: