Dalam industri migas, diving atau commercial diving biasanya merefer ke standard IMCA D014. Selain itu ada juga yg merefer ke OGP yg kurang lebih isinya sama. Kalaw ditinjau dari sisi teknis, commercial diving dibagi dalam beberapa mode: – Air supplied diving; – Mix gas diving (biasanya menggunakan campuran helium dan oxygen dalam komposisi tertentu), dan – Saturation diving. Pemilihan mode diving sangat ditentukan oleh kedalaman tempat bekerja dan tipe pekerjaan yg akan dilaksanakan.

Pembahasan – syadli03

Sambil menunggu flight iseng2 nulis masalah diving untuk mengimbangi OOT yg cukup banyak.

Dalam industri migas, diving atau commercial diving biasanya merefer ke standard IMCA D014. Selain itu ada juga yg merefer ke OGP yg kurang lebih isinya sama. Kalaw ditinjau dari sisi teknis, commercial diving dibagi dalam beberapa mode:

– Air supplied diving

– Mix gas diving (biasanya menggunakan campuran helium dan oxygen dalam komposisi tertentu), dan

– Saturation diving.

Pemilihan mode diving sangat ditentukan oleh kedalaman tempat bekerja dan tipe pekerjaan yg akan dilaksanakan.

IMCA membatasi air supplied diving sampai kedalaman 50m saja, sedangkan untuk mix gas diving bisa mencapai kedalaman 75m tapi dengan syarat2 tertentu. Sedangkan saturation diving bisa mencapai kedalaman 600m.

Semakin dalam seorang diver bekerja berakibat semakin besar hidrostatic pressure yg diderita sehingga waktu bekerja dalam air diatur cukup ketat. Selain itu proses transfer dari kondisi atmosferic pressure ke kondisi pressurize (atau sebaliknya) juga sangat diatur dengan hati. Kalau ada yg sering nonton memancing mania, biasanya ikan dasaran (kakap, kerapu, dsb) tdk bs di release kembali karena mati ketika sampai dipermukaan atau dikenal dengan decompression sickness.

Hal ini juga bisa terjadi pada diver ketika menghadapi emergency situation sehingga memaksa diver untuk segera naik ke permukaan. Dalam hal ini IMCA D014 menyaratkan adanya DDC (Deck Decompression Chamber) untuk menjaga diver tetap dalam keadaan terkompresi ketika dipermukaan.

Pada kondisi normal, biasanya para diver melakukan proses decompression didalam air dengan cara diam pada kedalaman tertentu dan waktu tertentu.

Setiap diver yg bekerja dalam air wajib untuk dipandu oleh seorang supervisor yg berada di permukaan. Oleh karena itu komunikasi antara diving supervisor dan diver yg bekerja merupakan peralatan wajib lainnya. Selain itu ada pula kamera yg menempel di helm diver yg terhubung langsung dengan diving supervisor sehingga memudahkan supervisi pekerjaan dalam air.

(Pesawatnya blum keliatan jd kita lanjut lagi…)

Setiap diver selalu dibantu oleh seorang assistance yg bekerja dipermukaan yg disebut sebagai tenderer. Tenderer ini akan mengamankan umbilical (lifeline diver) dan memeriksa peralatan2 yg digunakan oleh diver. Karena resiko yg dihadapi oleh diver cukup berat, maka setiap diver yg menyelam wajib di dampingi oleh standby diver yg berada dipermukaan sehingga ketika terjadi sesuatu dengan diver yg bekerja di dalam air maka standby diver akan melakukan penyelamatan. Seperti working diver, standby diver jg di dampingi oleh seorang tenderer.

Karena alasan tersebut di atas maka IMCA D014 menyaratkan minimum personnel u/ air diving team ada 5 orang dan DDC harus muat u/ 2 org.

Untuk pembuka seperti itu dulu. Mungkin rekan2 punya pengalaman yg bisa d share mengenai commercial diving ini..

Tanggapan 1 – nugrahadipura

Dear pak Giwang,

Sama asal muasal qta dr POSSI/CMAS..hehehe..utk pelatihan commercial diver dulu ada Orca dibawah asuhan alm pak Nursinggih yg bekerja sama dgn Ditjen Migas dlm penyelenggeraannya. Ato bisa ke Sekolah Selam TNI AL (INDS) ato Dislambair AL, namun lbh mdh jika mrk kerjasama dgn sebuah institusi ato organisasi.
Smentara IMCA tdk memberikan sertifikasi kpd perorangan, hanya kpd persh. saja (CMIIW).

Tanggapan 2 – johan noviansyah

Pak Syadli,

saya sering mendapatkan istilah Sat bonus untuk Saturation Diver (SAT diver). Sekedar ingin tau.
apa sih maksudnya SAT bonus ini? cara hitungnya seperti apa? apakah si SAT diver ini selama bekerja selain mendapatkan bayaran per jam atau per day jg mendapatkan bonus per jamnya.
terima kasih pencerahannya.

Tanggapan selengkapnya dari pembahasan yang terangkum dalam Mailing List Migas Indonesia bulan Oktober 2010 ini dapat dilihat dalam file berikut: