Mohon share-nya, adakah engine yang bisa dipakai untuk class 1 divsion 1.

Tanya – Slamet Sutrisno

Dear Rekans.

Mohon share-nya, adakah engine yang bisa dipakai untuk class 1 divsion 1.
Mohon ma’af dengan pertanyaan yang mungkin terlalu mendasar.

Tanggapan 1 – anshori_budiono

Ada, pak. Kalau kita minta begitu, nanti peralatan intrumentasi dan atau juga enginenya akan menggunakan enclosure dan atau system yang dirancang utk Class 1 div 1 tersebut.

Tanggapan 2 – Slamet Sutrisno

Mas Bud.

Terimakasih atas infonya. Masalahnya beberapa vendor di Oman menyatakan impossible to get diesel engine for Class1 Div 1.

Tanggapan 3 – Akh. Munawir

Digeser aja lokasinya di Un-classified Area, atau bikin/tambahkan solid wall (segregation) + safe distance antara source of HC gas ke Diesel Engine agar bisa dianggap Unclassified.

Tanggapan 4 – faried mustawan

Sebenarnya questionable kenapa kita memerlukan Diesel Engine ditaruh di class 1 div 1? Dalam assesment Hazardous area classification ini perlu di review. Yang umum ditaruh di div 2, atau non classified area (NEC), untuk IEC biasanya di zone 2, atau non hazardous area.

Bisakah lebih spesifik untuk applikasi apa e.g. Fire Water Pump, Crane, Genset?

Tanggapan 5 – Slamet Sutrisno

Pak Faried.

Sebetulnya Saya memerlukan portable transfer pump. Ide awalnya adalah bahwa pompa ini akan bisa dipakai pada semua class lokasi baik non maupun hydrocarbon area.

Tetapi dari beberapa vendor yang mengajukan tawaran hampir semuanya menyatakan kesulitan mencari engine dengan criteria diatas. Itulah alasan mengapa Saya menanyakan ini ke forum, mungkin Saya yang salah dalam hal ini.

Tanggapan 6 – faried mustawan

Pak Slamet,

Untuk portable bisa di drive motor untuk transfer pump, bapak bisa specify class 1 div 1 motor, supply power by cable extent to nearest power station.

Tanggapan 7 – Eddy Bachri

Pak Slamet dan rekan2 yth,

Kalo ditanya bisa, jawaban vendor biasanya akan bilang bisa, namun hal tersebut menurut saya sangat sangat tidak lazim. Anda bisa bayangkan mesin diesel ditaruh ditempat yang terus menerus punya potensi kebakaran atau peledakan. Terlebih2 mesin tersebut portable. Artinya mudah dipindah-pindahkan. Yang masih ada / kadang digunakan adalah di taruh di daerah class1, div 2 dan inipun biasanya untuk fixed pump bukan portable. Untuk dapat memenuhi div.2 maka bapak akan investasikan dana yang cukup besar untuk memenuhi persyaratan tersebut, oleh sebab itu sangat jarang di pakai namun tetap ada.
Saran saya ada baiknya menggunakan pneumatik pump, memang biasanya kapasitasnya tidak terlalu besar.

Tanggapan 8 – andi n

Saya setuju dengan ide menggunakan pneumatic pump dengan asumsi pneumatic supply pressure nya ada (biasanya butuh sekitar 100 psi), dari yang saya tahu ada pneumatic pump yang flownya ‘cukup besar’ hingga 550 L/ minute, namun delivery pressurenya limited cuma di 6 barG, sisi positifnya adalah ringan sehingga mudah untuk dipindah-pindah.

Tanggapan 9 – Akh. Munawir

Namanya mesin bakar mestinya ya di Unclassified, lha wong perlu ada Air Intake dari Engine supaya Proses Pembakaran (segitiga apai) bisa terjadi.

Tanggapan 10 – hadiwinoto soedar

Pak Slamet,

Saya pernah ditawarin gas engine yg sesuai dengan class1 div 1, tetapi harganya berlipat – lipat.

Coba and cari di-web site,karena saya lupa brandnya.

Tanggapan 11 – DANIEL SOMBE

Teman2,

Kalau menurut saya bisa saja dibuat Diesel Engine untuk Class I Div I selama kita bisa mengaransi kombinasi segitiga api tidak akan mungkin terjadi atau kita dapat isolasi. Teknologi sekarang sudah semakin jauh bertumbuh terutama di dalam menghadirkan product2 yang inovatif.
Sederhananya, apakah komponen spark potensialnya bisa kita hilangkan atau kita isolasi??Dalam kasus ini, dari sisi fuel dan oksigen akan selalu ada. Coba kita buat beberapa kemungkinan.

1. Diesel Engine sebagai driving pump:

– Sertifikasinya harus dari ‘notified body’ yang menggaransi dapat digunakan di Class I Div I. ( Ada nggak ya??)

Karena butuh sertifikasi dan special request tentu biayanya jauh lebih mahal.

– Secara practical dan yang umum ditemukan dilapangan diesel engine dipasang di Class I Div II atau lebih bagus di Unclassified area.

– Karena penggunaannya portable akan cukup risk karena venting out dari diesel engine itu sendiri perlu diperhatikan. Environtmentnya bisa saja berubah-ubah. Mungkin saja untuk kondisi ‘A’ cukup bagus dimana aliran udara menjamin konsentarsi mixture tidak mencapai level yang membahayakan. An other condition may be different. Harusnya di consider juga.

– Usernya dari sisi Client / Contractor pada saat bekerja tentu akan mengurus PTW (Permit To Work). Apakah client, operation, HSE setempat mau memberikan approval atau tidak. Maksud saya, bapak mempunyai tools yang bagus tetapi tidak mendapat approval atau tidak sesuai dengan SOP yang ada tentu menjadi ‘useless’.

2. Pneumatic Pump

Seperti Pak Andi dan Pak Edi Bachri, saya juga setuju dengan penggunaan pneumatic pump.
Hanya saja mungkin terbentur di masalah kapasitas dan supply pressure yang mungkin sourcenya tidak ada di area tertentu.

3. Menggunakan Electric motor sebagai driven pump.

Option ini sebenarnya sangat bagus problemnya adalah ada beberapa area yang mungkin tidak akan tercover supply listrik.

Kalau misalnya yang kita modifikasi adalah sisi line connection yang nyambung ke sisi suction atau dischargenya boleh nggak ya?? Misalnya kita menggunakan flexibel connection sehingga pumpnya kita bisa atur tempatnya menjauhi lokasi Class I Div I??
Tolong di perbaikin kalau ada yang keliru.

Baca juga : http://www.migas-indonesia.com/index.php?module=article⊂=article&act=view&id=5478