Hidrolik system memiliki respon yang lebih cepat dari pneumatik. Sistem hidrolik juga lebih mudah dikontrol secara presisi dibandingkan sistem pneumatik. Sistem hidrolik juga lebih kompak/kecil krn berat per satuan beratnya lbh kecil dibanding sistem pneumatik. Efisiensinya juga lbh tinggi krn dapat beroperasi pada tekanan yg tinggi. Kelemahan hidrolik: dapat(mudah terbakar), mahal investasinya, biaya operasi mahal, dan operasinya lbh kotor dibandingkan sistem pneumatik. Karena alasan keamanan, lbh banyak orang pakai pneumatik untuk kontrol katup pipa gas yg mudah terbakar.

<>Tanya – try_sr

Saya baru baru ini mengerjakan system design plant geothermal. di beberapa tempat client mensaratkan jenis hydraulically actuated control valve,bukan pneumatic.
Mohon bantuan pencerahannya dari forum millis ini, berkaitan dengan system hydraulic control valve ini.Karena biasanya saya menggunakan system pneumatic yang systemnya adalah compressor dan drier dan surge vessel dengan requirement pressure sekitar 7-10 bar.
Seperti apakah system hydraulic oil ini? terdiri dari eqp apa saja? requirementnya seperti apa?

terimaksih sebelumnya…

Tanggapan 1 – s41vool

Pak Try,

Anda bisa menggunakan controlled hydraulic pump + hydraulic oil dengan tambahan logic valve,biasanya saya bikin dalam satu panel,hydraulic system biasanya digunakan untuk rating pressure yang lebih tinggi dari pneumatic,yang perlu saya tahu disini control valve nya disini on/off ato analog?

Tanggapan 2 – ady hawis

Dear pak Try?

System hydraulic CV terdiri dari shut off valve dan CV itu sendiri. Penggeraknya adalah pressure oil hydraulic 27 bar yg dihasilkan continue oleh 2 buah power oil hydr. Pump yg bekerja secara redundant/backup apabila pressure drop sampai 18 bar dan distabilkan oleh accumulator tank. Di system itu juga terdapat trip hydraulic block yg dilengkapi solenoid trip yg akan aktif dan menghilangkan pressure apa bila kriteria yg mentripkan plant terpenuhi.

Tanggapan 3 – try_sr

thank Pak,,

Valve ini dipasang sebagai isolasi waktu shutdown, juga waktu start up di line steam pipa dg normal operasi sekitar 10 bar.
requirement nya remotely controlled sedang actuatornya harus hydraulic komplit dengan hydraulic power pack dan servo system.

Pertimbangannya apa saja ya Pak kita memakai hydraulic sysstem,,setahu saya pipa steam dengan kondisi operasi seperti saya sebutkan di atas masih aplicable menggunakan pneumatic..cmiiw.

Tanggapan 4 – zaitbpau

Pak Try yth,

Hidrolik system memiliki respon yang lbh cepat dari pneumatik. Sistem hidrolik juga lebih mudah dikontrol secara presisi dibandingkan sistem pneumatik. Sistem hidrolik juga lebih kompak/kecil krn berat per satuan beratnya lbh kecil dibanding sistem pneumatik. Efisiensinya juga lbh tinggi krn dapat beroperasi pada tekanan yg tinggi.

Kelemahan hidrolik: dapat(mudah terbakar), mahal investasinya, biaya operasi mahal, dan operasinya lbh kotor dibandingkan sistem pneumatik. Karena alasan keamanan, lbh banyak orang pakai pneumatik u kontrok katup pipa gas yg mudah terbakar.

Tanggapan 5 – muhammad riduan

Di tempat saya, terdapat sistem rotary valve dengan menggunakan hydraulic oil. Hydraulic oil pertama2 akan dipompa sampai tekanan tinggi (80 bar) dan dialirkan menuju accumulator, yang kemudian akan dialirkan menuju limit switch tiap jangka waktu tertenti. Untuk distribusi hydraulic oil tersebut akan membutuhkan selenoid valve.
Pada kasus Pak tri, maka akan dibutuhkan pompa 2 buah, dengan accumulator, reservoir untuk hydrauilc oil, selenoid valve, dan line yang menghubuungkan hydraulic oil menuju control valvenya.
Mungkin pada kasus Bapak (control valve) akan dibutuhkan actuator baru untuk menerima respon dari hydraulic tersebut.

Tanggapan 6 – Pulung

Dear Pak Try,

Mungkin maksudnya, electro-hydraulic.

Biasanya, actuator jenis ini diperlukan bila Trust atau Torque yang diperlukan untuk mengcover valve tersebut sangat besar, diatas kemampuan jenis pneumatic.
Sebagai ilustrasi, kalau diperbolehkan, saya lampirkan product catalog dari salah satu vendor control valve.

Attachment : Fisher 350.pdf