Untuk moving dari posisi engineer discipline ke posisi managerial, maka hal pertama yang harus dimiliki ada tiga kompetensi dasar, yaitu 1. Communication; 2. People Management dan 3. Leadership.

Tanya – ijeffend

Rekans Mills,

Untuk moving position /upgrade dari engineer disiplin ke posisi managerial terutama dalam hal Kontrak Migas/EPC,hal apa yang harus kita kuasai pertama meskipun dalam pengalaman yang masih nol.Thanks sebelumnya atas masukan2 rekans.

Tanggapan 1 – Pungki Purnadi

Untuk moving dari posisi engineer discipline ke posisi managerial, maka hal pertama yang harus dimiliki ada tiga kompetensi dasar, yaitu

1. Communication;

2. People Management dan

3. Leadership.

Sebagai informasi detail kompetensi Communication juga memiliki sub major kompetensi yang harus dipenuhi untuk bisa sukses di jalur karir managerial, yaitu :

1.1 Listening Skill

1.2 Presentation Skill

1.3 Negotiation Skill

1.4 Report Writing Skill

Sedangkan untuk kompetensi dasar People Management juga memiliki beberapa sub major kompetensi seperti :

2.1 Coaching & Counseling

2.2 People assessment

2.3 Performance Management

2.4 Interview technique

2.5 Developing People

Dan yang terakhir aspek kompetensi dasar Leadership memiliki sub major kompetensi nya adalah sbb :

3.1 Visioner

3.2 Risk taking

3.3 Integrity & honesty

3.4 Walk the talk

Kira-kira demikian kompetensi yang harus dimiliki sebelum anda berpindah jalur karir dari engineering discipline ke jalur karir managerial.

Tanggapan 2 – sdqkurniawan

Pak Pungki,

Bagaimana cara mengasah kompetensi dan sub-kompetensi yg Pak Pungki sebutkan itu tanpa melalui sebuah pendidikan formal?

Tanggapan 3 – Pungki Purnadi

Dear rekan Sidiq,

Untuk mengasah kompetensi secara umum, baik technical competencies maupun non technical competencies, pada dasarnya ada 3 (tiga) cara atau metoda yang biasa digunakan dalam developing people :

1. Mengikuti Pelatihan

2. Mentoring

3. Penugasan atau langsung mengerjakan dengan learning by doing

Namun perlu diingatkan juga bahwa setiap metoda diatas memiliki dampak keberhasilan yang berbeda-beda. Secara umum dampak peningkatan kompetensi melalu metoda pelatihan hanya sebesar 10% saja, karena lebih banyak mendapatkan knowledge dibandingkan dengan skill dan attributes.

Sedangkan dampak dari program mentoring bisa lebih besar sekitar 20%, karena ini bersifat satu lawan satu dimana ada mentor dan ada mentee. Sehingga si mentee biasanya bisa meng copy kompetensi yang dimiliki oleh si mentor.

Dampak peningkatan kompetensi akan menjadi besar (sekitar 70%) melalu metoda penugasan langsung dimana karyawan akan melakukan learning by doing dan lebih melekat kompetensi yang didapatnya, karena tidak hanya knowledge and skills, akan tetapi juga semua yang bersifat attributes seperti perilaku, trait, motives dsb.

Yang anda sebutkan pendidikan formal, sesungguhnya tidak menjadi jaminan untuk berhasil di dalam dunia kerja khususnya di jalur karir yang managerial.

Banyak orang sukses berkarir dimana pendidikan formal nya mungkin berbeda dengan karir yang didapatnya sekarang. Saya adalah salah satu contohnya. Dengan latar belakang pendidikan teknik perminyakan, sekarang ini malah berkarir di bidang Human Resources.

Nah jadi untuk mengasah kompetensi managerial bagi para fresh graduate yang belum menjadi pegawai, disarankan untuk melakukan baca buku sehingga paling tidak mengetahui konsep managerial skills. Disatu sisi lain, di encourage untuk aktif dalam organisasi kemahasiswaan dan di termasuk komunitas Migas Indonesia ini.