Penanganan masalah erosi di Elbow, salah satunya adalah dengan menggunakan Ukuran Elbow yang lebih besar dari pada Pipanya. Sebagai contoh misalkan Pipanya berdiameter 3′, untuk itu kita gunakan Elbow dengan diameter 4 ‘. Untuk meratakan permukaan sisi dalam antara Elbow 4′ dengan Pipa 3’ kita gunakan material yg tahan gesekan / wear resistan yaitu Ceramic Alumina yang fungsinya sekaligus melindungi Elbow.

Tanya – Marthin Winner

Dear All,

Perusahaan kami sedang menguji kegagalan terhadap suatu elbow. Sasaran utamanya adalah untuk mengetahui apakah jenis material tersebut sesuai dengan spec ASTM 234WPB, sesuai yg disyaratkan untuk fluid service elbow tersebut.

Pengetesan tersebut kami serahkan kepada 3rd party, namun menurut rekanan kami ada satu test yg tidak bisa dilakukan, yaitu tension test, karena persyaratannya adalah speciment lenght min. 20 cm.

Pertanyaan kami:

1. Apakah ada cara lain utk melakukan tension test untuk elbow 2′ ?

2. Jika kita hendak memastikan suatu material tersebut fake atau tidak, apakah dengan data komposisi saja cukup? atau harus dilakukan complete test, spt: destructive test dsb?

Tanggapan 1 – Alfia Djabar

Pak Marthin Winner,

Apakah sudah diketahui penyebab erosi di elbow ? Dan apakah memang diorder elbow yg materialnya tahan erosi tsb ? Di bawah adalah sedikit sharing yang mudah2an bisa jadi input untuk pemecahan problem di tempat pak Marthin.

Salah satu KPS di Sumatra, di salah satu field mereka kandungan pasir sangat tinggi. Elbow di flowline terkikis sampai bolong. Dan ini sudah jadi kegiatan rutin mengganti elbow2 bocor, yang sudah tentu cukup merepotkan. Solusi yang pernah dilakukan adalah menggunakan elbow yang lebih tebal; ini hanya menunda saja karena akhirnya bocor juga. Solusi yang lain mengganti elbow dg tee + blind flange (dead end). Ini lumayan membantu karena mudah mengganti blind flange yg pakai bolt daripada welded elbow. Tapi saat kami lakukan stress analysis, tee tersebut rentan untuk fail (patah/penyok) karena kaku dan fleksibilitasnya jauh di bawah elbow.

Pada saat kami mengerjakan brownfield FEED project di sana pernah diminta untuk mencarikan solusi yang lain. Kebetulan waktu itu salah satu Sr. Proces Eng kami menguasai CFD (computational fluid dinamic) dan dibuat flow model 2 dimensi. Kami merekomendasikan dibuat internal baffle di upstream elbow. Baffle ini semacam perisai yang akan melindungi elbow. Memang baffle lama2 akan terkikis tapi elbow akan selamat dan tidak ada kebocoran. Baffle bisa dirancang sebagai piping specialty item yang mudah penggantiannya karena perlu dilakukan secara reguler. Sayang rekomendasi ini tidak ditindak-lanjuti oleh client kami, apakah karena tidak dimengerti atau solusi yg sekarang dianggap sudah cukup.

Tanggapan 2 – Setiadi, Dudi Kurnia

Pak Marthin dan juga Pak Alfia,

Tentang penanganan masalah erosi di Elbow, salah satunya adalah dengan menggunakan Ukuran Elbow yang lebih besar dari pada Pipanya.

Sebagai contoh misalkan Pipanya berdiameter 3′, untuk itu kita gunakan Elbow dengan diameter 4 ‘

Untuk meratakan permukaan sisi dalam antara Elbow 4′ dengan Pipa 3′ kita gunakan material yg tahan gesekan / wear resistan yaitu Ceramic Alumina yang fungsinya sekaligus melindungi Elbow.

Demikian penjelasannya, mudah-mudahan bermanfaat.

Tanggapan 3 – weko abhinimpuno

Pak Martin,

Agar lebih lengkap informasinya, mungkin bapak bisa meng-share informasi lebih lengkap ttg kegagalan elbow tersebut? Ketika uji hydrotest, ketika operating atau yang lainnya? Serta juga bentuk kegagalannya bagaimana?

Setau saya, dalam ASTM A234, selain persyaratan tensile strength dan chemical composition, ada juga persyaratan maximum hardnes. Sebelum dilakukan pengujian, lebih baik dimintakan dulu material certificatenya. Dan dilihat apakah hasil test hardness, tensile dan chemical composition tersebut sesuai dengan yang disyaratkan dalam ASTM A234 grade WPB.

Bila ternyata telah memenuhi kriterianya, tetapi masih ragu apakah fake. Opsinya kita melakukan hardness test dan chemical composition test yang relatif mudah. Untuk tensile test memang sesuai ASTM E08 (kalau tidak salah) disyaratkan kira2 20 cm gage length-nya. Bisa saja karena keterbatasan dimensi spesimen, kita tetap melakukan tensile test walau hasilnya tidak seakurat yang sesuai standard.

Tanggapan 4 – sugeng.hariyadi

Pak,

Sebenarnya dg mill cert sudah cukup. Kalau client anda masih belum percaya, dan puas, anda bisa minta original copy test report dari manufacturenya. ., mereka pasti punya akan tersebut. Dari hasil mekanikal test, yg dilakukan manufacture bisa diketahui mikro structure yg ada. ., sbagai verifikasi awal, tapi kalau ternyata hasilnya field dan tak cocok dg mill cert, bisa dilakukan uji ulang.

Kalau boleh saran, sebelum uji ulang, pastikan semua root cost dan schedule kerjaan sudah dibicarakan, karena kesemua hal itu akan mempengarui pada kondisi proyek anda.

Tanggapan 5 – rio.hendiga@akersolutions

Pak Martin,

Sebelumnya saya ingin bertanya dulu nih pak, apakah perusahaan bapak adalah perusahaan trading maksudnya bapak mempunyai stock elbow 2′ dan hendak dilakukan pengetesan untuk elbow tsb dikarenakan ada requirement dari customer bapak ?

Kalau memang seperti itu konsisinya, mungkin ada baiknya anda mengecek ke supplier elbow bapak untuk menanyakan apakah masih ada sample speciment dari elbow yang anda miliki untuk dilakukan destructive test. Setahu saya tension test hanya disa didapatkan dengan destructive test.

Atau jika ternyata supplier anda tidak memiliki sisa speciment tersebut, mungkin anda bisa mengorder ulang elbow tsb sesuai dg permintaan customer anda. Atau anda bisa membuat sendiri elbow 2′ walaupun dengan process permesinan dimana anda akan memiliki sendiri specimen untuk dilakukan tension test oleh 3rd party anda, tentu saja hal ini musti ada approval dari customer anda.

Semoga membantu, CMIIW.

Tanggapan 6 – Marthin Winner

Kami perusahaan KPS pak.

sebenarnya suspectnya adalah erosi, jadi saya sebenarnya sdg berpikir kalau dengan compositional test dan hardness test sudah bisa diambil kesimpulan kenapa material tersebut bisa terkikis.

Tanggapan 7 – jagoanneon11

Pak Martin,

Sepertinya jwban temen2 Migas sdh cukup lengkap, saya coba tambahkan sedikit. Spt cerita bpk dibawah bahwa elbow 234 WPB ini rusak karena adanya erosi, kajian yg tepat utk elbow ini adalah dengan pendekatan metalurgi. Sudah banyak institusi yg bs melakukan analisi ini. Nantinya bs didapatkan penyebab erosi ini karena fluida ato material elbow sendiri. Saya rasa dengan mengetahui chemical composition sdh cukup bukti apakah material elbow benar atau tdk. Yg jadi pertanyaan, apakah kegagalan ini hanya di satu elbow ato terjadi jg di sistem piping lain ?

Mechanical test dengan tensile test dlm kasus bpk sptnya tdk diperlukan utk analisa kegagalan krn erosi kecuali elbownya pecah. Demikian pendapat saya, semoga bs buat pertimbangan selain masukan dr temen2 lain. Maaf jika tidak detail.

Tanggapan 8 – Firman Bhaktiwinaya

Pak Marthin,

Menurut opini saya, untuk membuktikan elbow tsb sesuai dengan jenis material tsb. Cukup dengan menguji chemical komposisi nya. Dengan catatan elbow tsb sudah dibeli.
Tetapi beda cerita ketika kita masih mau pesan elbow… Di purchase spec. Bapak bisa mencantumkan requirement uji yg lainnya. Jadi manufaturing elbow tsb bisa menyediakan sample uji.

Tanggapan 9 – Muhuila Habib

Saya bingung sama klien yang meminta untuk material test pada setiap item yang mau dibeli, padahal di brochure material specification sudah sangat detail dijelaskan. Apakah fabrikator akan menipu? Untuk menghilangkan keraguan, masukkan saja FAT disetiap penawaran (untuk proyek besar). Terus bagaimana dengan yang beli satuan? Untuk membuktikan keaslian, pembeli harus mengeluarkan biaya sendiri untuk pengujian material konten dan sebagainya.

Tanggapan 10 – Marthin Winner

Rekan2, terima kasih banyak untuk diskusi yg menarik.

Semua usulan yg diutarakan, sebagian sudah kami usulkan, namun saya tertarik dengan pendekat CFD. Kebetulan fluida yg kami miliki ini relatif bersih, karena ini steam line.

Pendekatan untuk resize pipa menarik untuk desain baru, namun kurang menarik untuk existing, mengingat existing elbownya jumlahnya ribuan pcs.

terima kasih,

Tanggapan 11 – Haryono, Suharyo

Yang bisa dicoba juga adalah penggunaan Tee untuk mengganti elbownya dan ujung Tee yang tidak digunakan di pasang cap.

Teknik ini diterapkan di tempat kerja saya yang lama yang fluidanya mengandung solid dari well.

Semoga bermanfaat.

Tanggapan 12 – waskito ardi prabowo

Harusnya di line pipe yang banyak mengandung partikel2 padat dan korosif dipasang menggunakan tee yang di berikan blind flange untuk memudahkan maintenance.
Klo masih dalam tahap design bisa dihitung2 stressnya biar tidak failed.

di resize ukuran Elbow sepertinya not recomended Pak.

Klo sudah existing ya mau tidak mau harus seperti itu…