TMR dirancang untuk dipergunakan untuk Safety Related Application. Untuk safety related application, standard yang digunakan adalah ISA S84.00.01-2004 (yang mencakup IEC-61508 dan IEC-61511 ditambah beberapa standard untuk existing safety system). Sesuai dengan rancang bangunnya, TMR/QMR atau Safety PLC diperuntukkan sebagai SIS (Safety Instrumented System) untuk Safety Related Application; sedangkan PLC diperuntukkan sebagai bagian dari BPCS (Basic Process Control System). Menurut standard ISA S84.00.01-2004, SIS dan BPCS harus merupakan system yang terpisah (dedicated) termasuk field devices-nya, dan dipergunakan sesuai dengan intended application-nya, jadi tidak diperbolehkan untuk menggabungkan dengan menggunakan satu system. Penggabungan system untuk SIS dan BPCS dalam satu system akan menurunkan LOP (Layer Of Protection) seperti BPCS (SIL-0; SIL = Safety Integrated Loop).

Tanya – Maison Des Arnoldi

Mohon pendapat dan masukan rekan2 instrument di millist ini, hal tsb diatas. dua steam turbine generator (STG) ditempat saya kerja menggunakan satu TMR PLC. apakah ini sdh sesuai dengan standard? (apa standardnya?). satu TMR PLC itu terdiri dari dua PS, 3 CPU dan beberapa I/O. PLC itu digunakan untuk ESD dan sistem kontrol STG sekaligus. setahu saya sampai saat ini, biasanya satu STG memakai satu sistem PLC. mohon infonya apa untung ruginya jika memakai ‘konfigurasi seperti diatas’?.

Tanggapan 1 – bowwo opi

gambar system configurasinya biar jelas, gitu lho……….!

Tanggapan 2 – THENDY

Pak Maison Des Arnoldi,

Ref. kepada STBG (Steam Turbine Blower Generator ) package 5 + 7.5MW yg kami punya maka dalam 1 system biasanya terdiri atas 1 PLC untuk ‘Main ESD & control’ yang dihubungkan dgn Turbine Control ( Governor / Speed / Load control misalnya eks. Woodward -505 ) dan eksitasi unit. Sedang untuk condensing unit bisa juga dicontrol oleh 1 PLC lain yg lebih kecil.

Pemakaian 1 PLC untuk ESD beberapa STG dapat kita analogikan sebagai mana mini DCS, namun sebaiknya detail control dari masing-2 STG yg lain ( misalnya turbine control, vibrasi dll )bersifat independent.

Keuntungannya selain dari segi cost juga lebih mudah meng-optimalkan dan synchronisasi kedua STG tersebut sedang kerugiannya control ESD menjadi makin komplek sehingga kendalan dan unjuk kerja main ESD tersebut harus benar-2 diperhatikan. Disamping itu, rekan-2 Maintenance sewaktu melakukan pengechekan / repair salah satu STG yg trouble / shutdown dituntut extra hati-2 terutama bila menyangkut interlock ESD, apalagi jika salah satu STG masih running.

Sedang masalah redundancy 2 Power Supply Unit ( PSU ), 2 atau lebih CPU atau bahkan I/O adalah sangat tergantung dari urgensi dan tuntutan yg ada.

Mudah2an bisa sedikit membantu… mohon ditambahkan bila masih kurang.

Tanggapan 3 – Arnold Edward

Salah satu pertimbangan ketika kita memilih untuk menggunakan sistem TMR PLC pada satu atau lebih peralatan (Kompresor, turbine etc), adalah menyangkut kehandalan. Kehandalan dalam hal ini didefinisikan sebagai ‘tidak terjadinya Stop peralatan/mesin sebagai akibat False signal atau Mal Function dari sistem PLC itu sendiri, dari Field Device hingga Module-module PLC’. Dari pengalaman saya pribadi, sering sekali kegagalan diakibatkan karena sistem instrumentasi itu sendiri. Dari Field Device yang rusak (thermocouple, Switch, Transmitter, etc), hingga I/O Module PLC). Saat ini di area yang saya tangani, terdapat 3 buah Compressor untuk Gas Hidrogen, yang menaikan tekanan dari 25 Kg/Cm2 hingga 180 Kg/Cm2. PLC yang digunakan berbasis Full TMR, dari tiga buah sensor ke tiga buah I/O module yang berbeda, diproses oleh tiga buah MPP, dengan 2 buah Power Supply, 2 Bus communication, serta dua buah Final Element (solenoid). Sistem ini sudah digunakan selama 5 tahun, dan tidak pernah sekalipun Trip/Stop Compressor akibat dari Mal Function peralatan instrument. Kerusakan sensor, I/O module dan Power Supply sudah pernah terjadi, tetapi tidak menyebabkan Stop kompresor.

Kadang kita perlu juga berhitung, berapa kerugian yang timbul jika terjadi Stop STG dan Black Out akibat Mal Function peralatan instrument, dibandingkan dengan harga membeli PLC dengan basis Full TMR. Terima kasih, hanya bersifat diskusi.

Tanggapan selengkapnya dari rekan-rekan Mailing List Migas Indonesia ini dapat dilihat dalam file berikut: