Apakah ada guidance atau kiat khusus untuk menghitung welding consumable untuk suatu pekerjaan las yang cukup banyak pekerjaan pengelasannya ? Sementara ini refer to drawing tentu dilihat saja dilihat weld sizenya dan seberapa panjang linear pengelasannya untuk material yang dilas tersebut. Mohon maklum karena sebelumnya saya banyak terlibat di rotary equipment dan sekarang sedang mempersiapkan suatu pekerjaan modifikasi.

Tanya – Tata Pelita

Mohon pencerahannya dari KBK pengelasan, Apakah ada guidance atau kiat khusus untuk menghitung welding consumable untuk suatu pekerjaan las yang cukup banyak pekerjaan pengelasannya ? Sementara ini refer to drawing tentu dilihat saja dilihat weld sizenya dan seberapa panjang linear pengelasannya untuk material yang dilas tersebut. Mohon maklum karena sebelumnya saya banyak terlibat di rotary equipment dan sekarang sedang mempersiapkan suatu pekerjaan modifikasi. Mohon direspond via JAPRI juga boleh.

Tanggapan 1 – Andre Indrayana

Paling mudah adalah tentukan volume las-lasan kemudian dikali 2.

Ini berdasarkan pengalaman aku selama tiga tahun kalau anda mau stock.

Paling ekonomis anda tidak menstock ditempat anda karena kerugian bila tidak habis terpakai akan sangat tinggi.
Perkirakan estimasi seperti diatas (volume sebenarnya x berat jenis besi x 2) terus pake sistim deliveri bertahap untuk menghindari kerugian.

Gitu aja saran saya.

Tanggapan 2 – raharjo_wida

Menambahkan saja ……..

Untuk di tempat saya secara umum biasanya berat weld wire sekitar 2.5~4% dari total weight component. Untuk lebih detailnya memang harus dihitung berapa volumenya trus dikali b.j. shg ketemu weight.

Untuk nilai riil biasanya saya kalikan 1.6 dari weight std ygmana 0.3x untuk kelebihan ukuran lasan

~ std lasan flat, tapi pasti actualnya akan cembung

~ toleransi lasan adalah tdk boleh minus, shg actualnya nol dan kecenderungannya pasti plus yg 0.3x lagi untuk ineffisiensi lainnya

~ spatter (dari artikel shielding gas yg direlease oleh admin
kemarin, deposit effiseinci dg CO2 sekitar 12%)

~ repair

~ gouging process, dll

Demikian

Tanggapan 3 – Darmayadi

Temans,

Menjawab pertanyaan rekan Tata Pelita, mungkin bermanfaat juga bagi teman-teman di bagian pembelian.

Untuk penyediaan kawat las, yang perlu diketahui adalah apa yang disebut Deposit Efisiensi.

Jadi kalau kemaren dibeberapa diskusi kita dinyatakan bahwa konsumsi sekitar 1 – 4 % dari total berat baja yang dipakai, maka yang dimaksud adalah nilai-rata-rata dari beberapa shop.

Kita asumsikan aja kebutuhan nya sekitar 1% dari total baja yang digunakan. Maka jika utk membuat Tanker 6500 DWT dibutuhkan 2000T baja = 20T weld metal.
Berapa kawat las yang diperlukan ????

Dari data yang ada, jika kita menggunakan kawat Las E.7024 diameter 5,0 mm dgn panjang electrode 450 mm ( 290 Amp) dan stub loss sekitar 50 mm, maka deposit effiensi nya adalah : 62,2%.

Dari data ini, maka orang pembelian harus membeli sekitar : 100/62,2 x 20 T = 32,2 Ton.

Jika harga kawat lasnya sekitar 1700 USD/Ton, maka jumlah uang yang dikeluarkan sebesar : USD 54.740,-

Berapa yang terbuang percuma??? sekitar 37,8% = USD 20.691 ( Banyak ya…. )

Tanggapan 4 – rahmat ardiansyah

Pak Dar, kalau tidak salah bapak punya grafik cost untuk proses SMAW, GMAW, FCAW dan SAW. Kalau kita melihat grafik (bar Chart) tersebut akan mudah sekali kita membandingkan biaya antar proses las dimaksud. Tapai saya mempunyai pertanyaan lebih lanjut yaitu apakah Pak Dar pernah bekerja di pabrikasi?
Terima kasih.

Tanggapan 5 – Darmayadi

Terima kasih Pak Admin… atas Penjelasannya.

Pak Suparno, apa kabar?

Bagaimana kota Medan????? Benar pak, saya punya grafik cost seperti itu, namun saya pikir grafik itu hanyalah sebagai alat pembanding aja apakah yang telah dikerjakan di lapangan sesuai dengan seperti apa yang telah dilakukan oleh pembuat grafik.

Saya punya pengalaman di salah satu manufacture alat berat di Jawa Barat. Saat itu saya selalu mempromosikan bahwa di shop mereka jika di aplikasikan FCAW akan memberikan keuntungan-keuntungan berupa reduce cost yang cukup banyak seperti apa yang telah dinyatakan di beberapa buku dan pengalaman dari beberapa manufacture lainnya.

Namun, begitu kita aplikasikan bersama, ternyata apa yang dinyatakan dalam buku itu tidak terjadi. Bahkan kenyataannya menggunakan FCAW menyebabkan costnya menjadi lebih mahal. Dimana kah yang salah??

Disini terjadi diskusi yang sangat menarik antara pihak saya sebagai yang mengajukan proposal dengan pihak mereka yang mau mencoba. Diskusi cukup alaot, sampai-sampai kita melakukan percobaan beberapa kali. Kesimpulannya yang kita dapati adalah bahwa FCAW bukanlah segala-galanya… tidak bias semua pekerjaan di lakukan dengan FCAW, teknologi itu punya keterbatasan-keterbatasan juga ternyata.

Pertanyaan bapak apakah saya pernah kerja di Fabrikasi, terus terang belum pernah sebagai praktisi di Fabrikasi seperti bapak, namun saya paling sering ketemu dengan para welding engineer di fabrikasi-fabrikasi yang menjadi langganan saya.